Keadaan sudah mulai tenang. Jari telunjuk dokter itu terbentang di depan lubang hidung milik polisi Kim Seokjin.
"Dia tidur? Syukurlah kalau dia tidak jadi mati disini"
Ungkap dokter itu, si tenaga kesehatan yang bertugas di perbatasan wilayah 2 Negara, yaitu korsel dan korut.
Penampakan seokjin terbaring dalam mode tidurnya setelah diobati, dirinya di perban pada bagian bahu yang terkena tembakan. Dan meskipun sudah di berikan dosis obat. Tetap saja tenaga kesehatan disana khwatir jika nanti timbul reaksi indeksi pada luka tersebut karena memang perbekalan obat sangat terbatas.
Padahal team medis disana sudah mengirim surat untuk dikirimkan stok obat-obatan jika nanti terjadi situasi yang tak terduga.
Tapi pemerintah seolah tuli, dan sudah lama sekali post penjagaan disana diabaikan oleh pemerintah, seperti sengaja dibuang dengan fasilitas yang kelas nya sangat rendah.
"Kim Seok Jin?"
Dia membaca nama pada pakian yang Seokjin kenakan.
Dan berlalu pergi meninggalkan Seokjin untuk istirahat sembari melakukan aktifitas yang lain di post tersebut.
.
.
.
.
.
Seoul real time 20.55PM
Park Jimin datang, sekitar pukul 9 kurang 5 menit waktu malam, dia menyambangi rumahnya kapten Seokjin ketika di telpon oleh seorang wanita. Yang emang di telpon itu mengaku sebagai kekasihnya Seokjin.
Well, Park Jimin tidak mengerti kenapa pula dirinya di hubungi, tapi ketika si wanita memohon untuk di bantu oleh nya maka, Park Jimin segera meluncur.
Apalagi hal ini menyangkut juga sahabat karibnya. Park Jimin tak bisa diam saja.
Tok
Tok
Tok
"Permisi!..."
Suara Jimin, terdengar.
Kim Jisoo serta Jungkook yang menemaninya langsung bergegas menuju ke pintu utama rumah.
"Nunna biar olehku saja..." kata Jungkook.
Dirinya yang lebih muda pun membuka pintu untuk Jimin, karena mereka hanya memanggil Jimin saja. Lagipula staff bernama Myung So bilang jika hanya Jimin yang bisa dipercaya.
"Hyung..." sapa Jungkook.
"Ini rumah Kim Seokjin kan?" Jimin memastikan.
Penyambutnya Jungkook yang dia lupa-lupa ingat rupanya. Karena sudah lama juga mereka tidak bertemu apalagi Kim Seokjin tidak terlalu getol menceritakan saudara nya pada teman kerjanya dan yah, sejak terakhir kali Jimin bertemu Jungkook sekarang anak itu sudah banyak berubah.
Jungkook mengangguk dengan sigap, dan membuka lebar pintu rumah kakaknya.
"Aku adiknya Seokjin Hyung... silahkan masuk Hyung" ungkap Jungkook.
Dipersilahkan Jimin untuk bertamu, dan Jungkook menuntup pintu rumah ketika tamu nya sudah ada didalam bergabung dengan Jisoo.
"Park Jimin?"
Kim Jisoo segera menyambutnya. Sementara itu Jimin terdiam karena dia syok sekali melihat wajah Jisoo yang familiar dengan kaptennya.
"N...nde... aku Park Jimin, nugueyo? Apa kau yang menelponku tadi?? Kim... Jisoo?"
Jimin bahkan sampai terbata-bata.
"Iya aku yang menelpon karena butuh bantuanmu, duduk dulu dan kita bicara... ini tentang Seokjin"
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)