28

2.1K 296 62
                                        

Seokjin POV

"KIM SEOKJIN!!.."

Aku membulatkan mata, didepan sana aku melihat Kim Jisoo terus memanggilku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku membulatkan mata, didepan sana aku melihat Kim Jisoo terus memanggilku. Aku tidak sedang bermimpi'kan?

Kenapa rasanya waktu berhenti begitu saja kala aku bertemu langsung dengannya?

Ini adalah pertemuan pertamaku setelah kami menghabiskan waktu bersama untuk makan siang kemarin.

Oh God!

Jisoo cantik sekali hari ini!!

Tanpa sadar aku terus memuji Jisoo, yang entah kenapa terlihat begitu bersinar dan juga sangat cantik dimataku.

Aku lekas menghampirinya, ketika aku sadar jika Jisoo menginginkanku untuk mendekat ketempatnya. Mobil yang ia tumpangi masih terjebak macet, dan aku dengan leluasa berjalan menerobos barisan kendaraan yang tak bisa bergerak barang satu incipun.

"Jisoo!" ucapku padanya.

Aku tersenyum samar, kala melihat Jisoo justru tersenyum lebar kearahku. Didalam lubuk hatiku, aku merasa sedikit bersalah padanya karena aku belum bisa membalas senyum tulusnya.

"Yaa, Pak Polisi Seokjin... Apa kau sedang bertugas?? Tumben aku melihatmu ada disekitar sini" Jisoo membalas dengan cengiran khasnya yang lebar.

"Sekarang adalah jadwalku berjaga disini..." singkatku. Dan tentu saja aku berbohong padanya, karena sebenarnya hari ini aku hanya asal ikut saja bersama Tim 3 datang kemari.

Jisoo terlihat menerawang, ia menatapku lekat dari pucuk kepala hingga sebatas pinggang. Aku rasa seragamku berhasil menarik perhatiannya.

"Wow, kau terlihat keren..." Jisoo bergumam, sialnya aku hanya bisa mendengar samar-samar atas pujiannya manis yang Jisoo berikan, sebab kebisingan yang ada dilingkungan ini membuatku prustasi. Walau begitu, aku sendiri cukup tersanjung dengan perkataan jujurnya yang mengatakan jika aku terlihat tampan dan keren mengenangan seragam ini.

"Kau mau pulang?" tanyaku mengalihkan topik. Lalu Jisoo mengangguk dengan dengusan lelah. Sepertinya ia cukup pusing melihat kemacetan ini. Ahhh... Aku jadi kasihan padanya.

Wajahnya terlihat sangat memelas, dan menyedihkan. Sepertinya aku harus membantunya keluar dari kemacetan sialan ini.

"Jisoo apa kau sedang buru-buru?"

Aku menyenderkan bahuku perlahan pada body mobilnya, cuaca agak sedikit terik dan kulitku rasanya perih terbakar oleh sinar matahari. Jadi aku menundukan wajahku, memastikan agar kulit wajah sensitifku tak terbakar sinar UV terlalu keras. Alhasil sekarang aku memangkas jarak yang cukup dekat dengan Jisoo.

"Lumayan sih, sebenarnya sekarang aku harus beremu dengan ayahku.. Tapi disini macet sekali... Sepertinya aku akan terlambat, mobilnya tidak bisa jalan" bibir tipisnya yang berwana merah terpaut manyun. Sial, Jisoo imut sekali jika melakukannya. Sekarang dia bisa dengan mudah membuatku gemas.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang