"Surat pengunduran diri?"
Suara Guru pria bernama Sehun terdengar. Dirinya baru datang dari kelas habis mengajar dan sekarang jam istirahat paruh pertama di Sekolah sedang berlangsung.
Bukan hanya Sehun yang kaget, tapi semua guru juga memandang sedih kearah Jisoo. Mereka akan kehilangan teman kerja hari ini. Padahal Jisoo salah satu guru yang kompeten dengan cara mengajar baik dan disukai oleh para siswa.
"Iya ini hari terakhirku disini... tapi aku tidak akan mengajar karena tidak enak badan... aku hanya datang untuk menyerahkan surat pengunduran diriku" ungkap Jisoo.
"Tidak!... tolong jangan berhenti mengajar disini Kim Jisoo...." guru lain kecewa.
"Iya benar... untuk apa kau berhenti uhm??... tetaplah mengajar... jika ingin ambil cuti beberapa hari ajukan sajaaa tapi jangan berhenti mengajar.." pinta Seulgi.
"Ini terlalu mendadak Kim Jisoo" Sehun berucap dengan deep voice nya.
"Kami tidak siap kehilangan orang kompeten sepertimu... apa ada masalah pribadi??... tolong pikirkan lagi Jisoo,, jangan berhenti..." Jaehwan pun ikut menimpali.
"Tuh kan lihat. Semua orang menyayangkan keputusanmu Jiss.... yaampun kau kenapa sih?? Tidak ada angin dan tidak ada hujan malah mau berhenti bekerja!" Pisuh Seulgi.
Dia lah orang yang akrab secara personal dengan Jisoo di lingkungan kerja itu.
Kemudian ditengah kegaduhan itu, sosok Sehun menatap lekat kearah Jisoo. Sementara Seulgi yang hendak memeluknya karena merasa sangat sedih dan merasa kehilangan partner di tempat kerja langsung di dorong sedikit oleh Jisoo.
Seulgi tidak boleh menubruk tubuhnya Jisoo dengan pelukan maut. Dan untunglah hal itu bisa Jisoo tahan, karena sekarang tubuhnya tak boleh kena senggol apapun khususnya di bagian bahu.
Jisoo juga jelaskan dia tak ingin memperpanjang urusan apapun lagi dengan warga di sekolah ini. Termasuk siswa, dewan guru dan staff.
Jikapun beberapa guru diantara mereka masih menganggap jisoo teman di luar kontkes pekerjaan silahkan, karena Jisoo tidak melarangnya.
"Sangat di sayangkan sekali!... sahabtku tidak akan kerja bareng lagi dengankuuu....." Seulgi sangat sedih.
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah berhenti mengajar Kim Jisoo?" Tanya Sehun.
"Aku berencana untuk merawat diriku... sampai aku merasa sembuh" jawab Jisoo dengan cepat dan tepat.
"Kau sakit apa sih? Setauku kan hanya adikmu saja yang sakit Jis... apa kau ketularan sakit juga oleh Jennie??..." sela Seulgi.
Jisoo menatapnya, guru matematika dan guru sastra asing itu berdiri tak jauh dan masih jadi atensi di ruang guru. Seulgi keceplosan mengatakan nama adiknya Jisoo. Padahal tak ada satupun orang yang tau siapa adiknya Jisoo disana.
"Jennie??"
Jaehwan yang dengar nama jennie disebut langsung saja menyambar.
"Apa iya Kim Jennie yang famous itu adiknya guru Jisoo?" Lagi-lagi Jaehwan berucap.
"Jangan dengarkan Seulgi... adikkku bukan Kim Jennie... dia hanya anak prempuan yang obses pada Jennie sampai orang² memanggilnya Jennie kw" ungkap Jisoo mengalihkan issu.
"Yaampun adikmu pasti menghabiskan banyak waktu untuk stalking Kim Jennie... sampai obses begitu dengan Kim Jennie.. tapi jujur saja Kim Jennie memang artis yang cantik sekali" Jaehwan tetap membacot.
"Makanya disebut Jennie kw" jisoo menegaskan.
"Kenapa malah bahas Jennie sih!"
Jisoo menyela lagi. Tak nyaman dia jika adiknya dibicaran didalam circle teman kerjanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)