Usai sesi foto bersama diatas panggung Kim Seokjin memberi hormat pada seluruh pasukan yang mendapat penghargaan bersamanya.
Suasana panggung serasa meriah karena MC mengoceh dan para prajurit yang saling bercengkrama satu-sama lain.
Sampai pada akhirnya MC menyuruh mereka untuk kembali ke tempat duduk semula karena acara akan dilanjutkan.
Seokjin di rangkul pundaknya oleh Yoon Jisung, bagaimanapun juga Jisung sangat bangga menjadi salah satu bagian dari tim Kim Seokjin. Meskipun kaptennya itu sangat galak jika sedang memimpin.
"Kapten Seokjin, apa anda mau bergabung dengan yang lain disana?"
Jisung menunjuk tempat duduk di set kiri bawah. Dimana ada Jimin dan teman-temannya yang lain.
Jin tentu menolak dengan tagas.
Untuk apa Seokjin bergabung dengan mereka jika ia mengajak keluarga untuk datang ke acara ini??
"Hari ini aku bersama keluargaku, mereka ada di set atas..." Seokjin menjelaskan.
Raut wajah Jisung agak kecewa tapi tak masalah, karena Seokjin mungkin akan merasa tidak enak mengabaikan anggota keluarganya jika ia bergabung dengan para prajurit.
"Yah sayang sekali... Mungkin lain kali kapten harus ikut bergabung dengan kami, untuk bersenang-senang"
Jisung menepuk bahu kaptennya. Tumben sekali Seokjin begitu jinak, alhasil Jisung tidak takut untuk sekedar menyentuh bahu lebar namja itu.
Seokjin mengangguk paham. Ia melangkah menuruni tangga panggung, lengkap dengan menjing-jing plakat dan sertifikat miliknya.
Beberapa anggota keluarga dari prajurit lainnya kepergok salah fokus saat Seokjin berjalan menuju ke set atas, tempat dimana Jisoo dan Jungkook menunggunya.
"Hyung selamat ya... Kau sangat keren tadi!!" Jungkook langsung memeluk Seokjin setibanya namja itu disana.
"Kookie-yaa.. Kau membuat jas Hyungmu jadi kusut" bukannya membalas pujian adiknya. Seokjin malah bersungut-sungut.
"Ayolah Hyung... Aku sangat senang karena Hyung menjadi polisi teladan! Appa dan Eomma pasti bangga sekaliii!"
Jungkook tersenyum sangat lebar. Tak henti-hentinya ia menistakan kakaknya karena saking gemasnya dia pada Seokjin.
"Iya-iya-iya Hyung paham!! Tapi berhentilah memukul Hyung seperti samsak!! Kau kira tidak sakit apa???" Seokjin menghembuskan napas gusar.
Beginilah jadinya jika Jungkook kelewat senang. Maka namja itu akan terus-terusan mencolek, memukul dan menabok-nabok lengan kakaknya penuh nafsu.
Akhirnya Seokjin bebas. Ia meringsek masuk ke set nomor 3 di samping Jisoo yang memang sengaja kosong disisakan untuk Seokjin. Karena set tempat duduk didekat jalan utama sudah ditempati oleh Jungkook.
"Selamat ya pak Seokjin"
Jisoo menjulurkan tangannya. Tentu saja Seokjin langsung menjabatnya dengan suka cita.
"Terimakasi..." balasnya cukup singkat.
"Bagaimana acaranya?? Apa kau tidak bosan?" Jin bertanya lebih dulu, cukup rasanya jika ia diam lalu membuat suasana menjadi canggung.
"Tentu saja aku tidak bosan pak Seokjin... Ini pengalaman pertama bagiku menghadiri acara kemiliteran... Aku sangat takjup, terlebih kau sangat gagah saat menerima lencana itu" balas Jisoo dengan terus terang.
Untung saja di set atas sangat minim pencahayaan jadi hanya diatas panggung yang disorot oleh banyak lampu, Seokjin bersyukur bisa menyembunyikan pipi panasnya setelah dipuji habis-habisan oleh Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)