79

352 23 1
                                        

Suasana yang ada disana sangat asing bagi Kim Jisoo. Tapi apa boleh buat, dirinya harus menumpang tidur sementara di rumahnya Pak polisi Kim Seokjin.

Pria itu terlalu baik, Jisoo jadi auto malu. Dan sebenarnya dia mampu untuk menghandle kekacauan ini sendiri. Tetapi pria itu yang menawarkan dirinya agar tetap bersama Jisoo saja.

"Anggaplah rumah sendiri..."

Pak Polisi Seokjin bercuap. Semua koper milik Kim Jisoo pun sudah memenuhi ruang tamunya.

"- dan..."

Jisoo menatapnya.

"- buat dirimu nyaman, katakan saja jika kau merasa terganggu... atau kekurangan sesuatu" ungkap pria itu lagi.

Jisoo paham, semua hal yang Jin harapkan hanyalah kenyamanan bagitu Jisoo, dirinya adalah tipikal kekasih yang baik.

Kini Jisoo kembali fokus pada barang-barangnya. Uhm, agak banyak karena dia kabur membawa harta nya juga, jadi tidak kabur dengan tangan kosong.

Beberapa menit lalu, mereka meninggalkan hunian mewah milik Jisoo. Dan sekarang dia mengungsi bersama pemilik rumah model minimalis ini. Yang kebetulan pria itu adalah kekasihnya.

"Kamarku dimana??" Tanya Jisoo.

"Kau bisa pakai kamarku, itupun kalau kau mau" kata Pak Polisi Seokjin sambil senyum.

"Tidak terimakasih, aku masih merasa kesulitan menyesuaikan diri... percaya deh, meskipun aku mau tapi kasihan Pak polisi Seokjin yang akan terganggu olehku" balas Jisoo.

Mereka pun saling tatap dengan lekat.

Naluri kedewasaan yang ada pada diri masing-masing seperti membentuk tembok yang harus tetap berdiri diantara mereka.

Norma,

Tapi lebih tepatnya rasa sungkan yang Jisoo rasakan, lebih besar dari pada rasa malu nya saat ini.

"Baiklahh, kamar tamu ada disini..."

Cekleck!

Seokjin membukakan pintu kayu, di lantai satu ada kamar tamu, dekat sekali pokoknya dengan ruang tamu dan dapur. Sementara kamar Seokjin ada dilantai atas.

"Thanks yaa... aku butuh banyak privasi oppaa... mianhae" kata Jisoo ketika mengintip kamar miliknya.

Ups!

Maksudnya kamar yang akan dia pinjam untuk sementara. :") tinggal sebagai pengungsi.

"Apapun yang kau butuhkan katakan saja padaku"

Nadanya datar tapi menuntut. Seolah Kim Seoljin sangat ingin merasakan jika dirinya harus di repotkan oleh kekasihnya sendiri.

"Arraseoo... segini saja sudah cukup oppaa sungguh"

Jisoo sampai bow kepada Seokjin. Karena memang dia hanya butuh 1 bilik kamar saja. Tidak lebih, dan kondisi kamar tamu sudah sangat lengkap dengan ranjang, hingga Jisoo hanya tinggal menempatinya saja.

"Masuklah..."

Singkat si pria tampan, menyuruh Jisoo guna bermalam disana.

"- Jangan mandi..." kata Seokjin.

"Kenapa oppa?"

Wajah Jisoo seketika jadi aneh menatap Seokjin yang melarangnya mandi. Padahal sejak tadi dia merasa gerah dan berkeringat, apalagi wajahnya super kusut habis menangis dan terkuras emosinya juga.

"Pokoknya jangan mandi, sekarang sudah jam 2 pagi" kata si pria.

"- Tidur saja, mandinya nanti pagi... percaya padaku" titah si pak polisi itu.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang