16

2.5K 283 5
                                        

Seokjin baru saja pulang kerumah siang ini, ibunya begitu gembira menyambut putra sulungnya datang dengan setelan pakaian polisi yang gagah.

Hm... Siapa saja akan langsung terpesona ketika melihat ketampanan buah cintanya. Itulah pikir Yoona begitu bangga sekaligus sayang pada Seokjin.

Tapi, ketika Yoona hendak mendekati Seokjin. Namja itu lekas berbalik dengan raut wajah jengkel, menatap langsung layar ponselnya. Dimana benda canggih itu sekarang sedang berdering di genggamannya.

Masih membelakangi ibuny, Seokjin lalu menjawab panggilan telepon itu.

"Ada apa?" Sergapnya lebih dulu tanpa salam. Matanya menatap jendela dengan malas.

Yoona yang penasaran akan isi dari percakapan putranya dengan seseorang melalui telepon, langsung bergegas mengendap-endap untuk menguntit sekaligus menguping semuanya.

"Apa!? Pergi sekarang?" Seokjin berdecak dan bernapas gusar.

"Aku tidak bisa... Kau mintalah Jimin untuk menemanimu... Dia pasti akan sangat senang" titah Seokjin.

Tapi sepertinya lawan bicaranya menolak.

"Jangan memaksaku, dan berhentilah merengek saat menelpon! Kau sudah dewasa Jihyo..."

Yoona tersenyum kecil ketika mendengar Seokjin berteleponan dengan seorang wanita. Wah, ini pertama kalinya Yoona memergoki secara langsung, saat Seokjin sedang menerima telepon dari seorang yeoja.

Mungkinkah yeoja itu kekasih anaknya?

Yoona tak bisa menyembunyikan raut bahagianya jika benar wanita itu adalah kekasih Seokjin.

"Seokjin...." Yoona memanggilnya. Kali ini dia berdiri disamping Seokjin dan sontak kehadiran Yoona membuat si sulung Kim terperajat kaget.

"Ibu!.."

Mata Seokjin agak membulat dan bahunya sedikit mengencang.

"Kau sedang menelpon kekasihmu ya???" selidik Yoona dengan nada gemas dan centil.

Jin hanya menatap ibunya dengan pandangan aneh. Sementara itu melalui speaker, Jihyo masih berkomat-kamit memanggil nama Jin dengan sebutan Oppa.

"Ini tidak seperti yang Ibu pikirkan..." kilah Seokjin dengan cepat.

"Ahhh... Kau jangan berbohong pada Ibu.. Tidak apa Jin, jika kau teleponan dengan kekasihmu, atau calon istrimu sekalipun. Itu malah lebih baik... Ibu sudah tidak sabar menunggumu untuk mengenalkan calon istrimu pada semua anggota keluarga kita"

Yoona malah merebut ponsel Seokjin dengan seenaknya. Jin ingin mengambilnya lagi, tapi tatapan Ibunya yang mematikan membuatnya mati kutu.

"Berikan Ibu waktu untuk menyapa calon istrimu!" ucap Yoona begitu percaya diri. Sebab Jihyo masih memanggil-manggil Seokjin dari sebrang telepon.

"Siapa namanya tadi?" Yoona bertanya pada Seokjin. Sayangnya, putranya itu terlanjur kesal pada Yoona. Hingga Jin memalingkan wajahnya tak menjawab pertanyaan ibunya.

"Aish, kau ya!... Ditanya malah mengabaikan Ibu!" Yoona akhirnya mulai terpancing kesal. Dan ia mencubit kasar lengan Seokjin.

"Ibu!! Appo!!..." keluh si sulung, tangannya'pun tak tinggal diam, untuk menggosok-gosok bekas cubitan maut ibunya.

"Untung Ibumu ini tidak buta aksara! Jadi kau jangan sombong. Ibu bisa tetap tau, walaupun kau tidak mau memberitau Ibu siapa nama yeoja ini!" Yoona menyalang ke arah anaknya, dengan mengacungkan ponsel hitam milik Seokjin.

"Dia hanya teman sekantorku! Ibu sekarang kembalikan ponselku..." pinta Seokjin.

"Oh, jadi calon istrimu teman sekantor ya... Ini sangat menarik. Berarti kalian sudah kenal lama satu sama lain..." ucap Yoona.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang