"Kau tidak istirahat Ren?"
Nayeon menyembulkan kepalanya, guna mengintip Irene dari balik pintu kaca ruangan milik istrinya Kim Taehyung itu. Bae Joohyun, tersenyum lalu ia mengangguk semangat setelah di kunjungi oleh sahabatnya.
"Istirahatlah Nay, yakali aku tidak makan siang..." balas Irene dengan wajah manyun.
"Kalo gitu ayok kita kekanti... kau bawa bekal tidak?" Nayeon akhirnya masuk keruanganya Irene, setelah melihat situasi aman.
*Fyi : Jabatan Irene di kantor itu lebih tinggi ketimbang Nayeon. Jadi kalian jangan heran kalau Irene punya ruangan kerja yang terpisah dari pegawai lain. Ruangan Irene tempatnya lebih luas dan nyaman, bahkan di ruangan Irene juga disediakan sofa tamu dan rak-rak buku tempat Irene menyimpan koleksi buku bacaannya.
"Sepertinya kau masih sibuk???" Nayeon berdiri sambil berdecak pinggang di samping kursi putra yang Irene duduki.
"Tidak juga sih, ini juga sudah selesai..." ucap Irene. Yeoja berkulit putih itu meletakan penanya lalu berdiri dari duduknya.
"Yuk, ke kantin..." Irene yang sudah siap akhirnya mengamit tangan sahabatnya.
"Memangnya kau tidak bawa bekal Ren?"
"Hari ini aku tidak bawa... Ibu mertua aku tuh, marah-marah tadi pagi. Aku jadi tidak mood untuk menyiapkan bekal apapun!"
Irene menyahuti dengan wajah jutek plus kesal saat ia mengingat ucapan tajam dari mulut ibu mertuanya tadi pagi.
"Oh begitu... Lalu suamimu bagaimana?"
Tanpa rasa bersalah, Nayeon kembali memancing obrolan. Nayeon sendiri sebenarnya sudah sering mendengar curhatan Irene mengenai masalah rumah tangganya.
"Suamiku? Taehyung sih biasa aja...-"
"-Seperti biasa, dia tidak pernah membela aku didepan ibu mertua... Tapi disaat kita hanya berdua, Tae selalu minta maaf padaku" Irene memendam dalam-dalam rasa kecewanya pada Taehyung.
"Kenapa sekarang Taehyung jadi kalem seperti itu sih?? Bukannya dulu Taehyung itu orangnya badung ya?"
Nayeon semakin heran. Nayeon tau kok, jika lika-liku rumah tangga sahabatnya memang jauh dari kata harmonis belakangan ini.
Nayeon sendiri kadang merasa iba dan kasihan pada Iren, yang batinnya terus ditekan dan disiksa oleh ibu mertuanya. Irene sebenarnya tidak memiliki masalah apa-apa dengan Yoona. Jika'pun Irene punya masalah dengan ibu mertuanya, hal itu pasti sudah diselesaikan secara baik-baik dan dibantu juga oleh suaminya. Tetapi entah kenapa ibu mertuanya itu selalu sensian terhadap dirinya. Irene jadi bingung dibuatnya.
Irene tau betul bila ia belum bisa memberikan cucu pertama untuk keluarga Kim. Tapi suaminya saja tidak pernah menyinggung masalah itu. Taehyung sendiri sangat sabar menanti Irene berbadan dua.
Masalahnya mungkin karena Yoona kesal selalu dinyinyir dan ia iri terhadap para tetangga yang sudah menimang cucu, Irene malah menjadi sasaran empuk Yoona untuk melampiaskan rasa iri dan kesalnya terhadap para tetangga yang sudah lengkap dititipkan cucu oleh yang kuasa.
Irene sudah menceritakan masalah ini juga pada Nayeon dan sahabatnya itu memberikan support yang kuat hingga Irene mampu memupuk rasa tabahnya bila di sungging lagi oleh mertuanya.
Rencananya sih akhir tahun Irene akan mengambil cuti kerja dan Taehyung sudah merencanakan program bayi tabung untuk mempercepat masa hamil istrinya.
Tapi karena kendala waktu dan keadaan dengan terpaksa rencana itu, diundur beberapa minggu. Jatuhnya Tae dan Irene akan memulai rencana program bayi tabungnya awal tahun tepatnya tanggal 3 januari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)