98

193 20 1
                                        

Brugh!

Lisa mendorong tubuh Jungkook ke tembok, waktu malam pembakaran mayatnya Kim seokjin, mereka berdua masih ada dirumah duka. Bedanya ini 2 anak manusia menepi ke luar gedung. Ada sisi luar gedung yang sepi dan Lisa mengajak jungkook bicara disitu.

Pasangan yang sedang menjalin ikatan berpacaran itu sepertinya berada dalam tensi yang lumayan tinggi.

"Apaan sih Lisa... kenapa kamu dorong aku sampai mentok ke tembok huh!" Kata Jungkook.

Perlakuan Lisa agak nya berlebihan baginya.

"Yak, kookie ya!.."

1 teguran pertama dari Lisa membuat lelaki itu menaruh atensinya.

"- aku peringatkan padamu ya... jangan terlalu care pada Jisoo, sejak tadi aku lihat kamu hanya memperhatikannya terus!.. ada Kak Taehyung juga disana tapi sikapnya biasa saja pada Jisoo, dan kamu malah lebih sibuk mengurus Jisoo dari pada aku yang juga sedang melayat untuk kakakmu" Kesal Lisa kemudian sedikit ngotot gadis itu bicara.

"Apa sih maksudmu! Apa aku salah lagi ketika aku ada rasa peduli pada Jisoo Nunna??" Sela Jungkook.

"Itu kamu sadar atas kesalahanmu padaku... aku pacarku atau bukan sih Kookie?" Tuduh lisa lagi.

"Kamu sensitif sekali Lisa... cmon apa kamu tidak lihat aku masih dalam keadaan berduka? Keluargaku berduka, atas meninggalnya kakakku, stop egois dengan situasi tak nyaman yang kamu ciptakan sendiri!..." kesal Jungkook kemudian.

"Aku tidak menciptakan suasana tak nyaman itu, tapi kamu yang membuat aku risih padamu!"

"Kenapa harus risih disaat seperti ini? Apa kamu bisa bayangkan betapa sedihnya Jisoo nunna kehilangan kakakku? Jika kamu jadi aku, kamu juga akan bersikap sama sepertiku kan" sela Jungkook.

"Oh tentu saja tidak!... sejak awal aku tak suka pada Jisoo" Lisa menjawab.

"Kenapa harus sevokal itu sih, kamu benar benar tak punya rasa iba Lisa" kata Jungkook.

"Kookie, kita sudah bersama hampir 2 tahun mybe lebih... tidakkah kamu berpikir untuk membujuk ibumu untuk memaafkanku?"

"-barusan aku memang diijinkan untuk mendoakan kakakmu, tapi ibumu tetap menatapku dengan pandangan tak suka" jelas Lisa.

"Jungkook, stop tertuju pada Jisoo, kamu boleh merasa kasihan tapi pleasee ada aku juga disisimu, jangan lupakan aku" pinta Lisa.

Jungkook menatapnya tapi, pandangan matanya tak ramah, suasana jadi makin tegang dan emosinya tambah membuat dia merasa stress.

"Lisa... aku mohon, jangan bicara padaku, kamu semakin hari semakin menyebalkan!" Serang jungkook.

"Huh? Bisa bisa kamu bilang aku nyebelin!... jungkook tatap aku" pinta Lisa.

"Lisaaaa!!.. kalau kamu tak bisa menghargai aku, dan menghargai orang yang aku anggap keluarga lebih baik kamu mindur... aku lelah!" Kata Jungkook.

Lisa jelas kaget dengan pernyataan itu.

"What? Kenapa kamu bilang begitu? Hey, aku tau apa ini karena hasutan dari Jisoo?" Tuduh gadis itu.

"Hasutan jisoo katamu? Jisoo nunna bahkan tak pernah bicara apapun tentang kamu padaku, dia hanya berjuang untuk cintanya pada hyungku!"

"-berhenti menuduh orang lain, kamu berlebihan dan sudah sangat possesif Lisa" Jungkook membentak.

Mereka bertengkar disana, tak ada yang mau mengalah karena lisa beranggapan jika jungkook banyak berubah semenjak ada Jisoo.

Meskipun pada kenyataannya Jungkook sama saja. Tak ada hal aneh yang ia lakukan bersana Jisoo nuna. Cuman disini posisi Jeon baby Jungkook hanya melaksanakan kewajibannya untuk memastikan tetap ada dirumah kakak perama nya.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang