Jisoo masih bungkam, ia terlampau takut untuk mengatakan kondisi Jennie pada kedua orang tuanya.
Melihat ibunya yang menangis dan ayahnya yang sedih cukup membuat Jisoo meringis dan merasa bersalah karena ia tidak becus dalam menjaga Jennie.
Pertanyaannya adalah, sanpai kapan Jisoo akan menyembunyikan kenyataan jika Jennie sekarang sedang hamil?
Satu pukulan yang membuat hatinya tersayat perih. Satu-satunya adik yang Jisoo banggakan kini malah membuatnya kecewa sekaligus khawatir.
Jisoo sampai di UGD bersama dengan Taehyung. Tiba-tiba dokter yang menangani Jennie juga keluar dari dalam UGD membuat semua mata tertuju pada pria itu.
Taehyung menyalami dokter senior itu, lalu beliau menepuk pundak Taehyung dengan pelan.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya?"
Dong Wook menghampiri dokter senior itu sebelum beliau pergi.
"Apa anda keluarga pasien atas nama Jennie?" tanya dokter itu.
"Iya dok.. saya Ayahnya..."
Dokter itu lalu mengangguk.
"Sebenarnya kondiri pasien sudah berangsur membaik dan saya akan ajukan pemindahan ruangan untuknya, agar pasien bisa dirawat jalan selama satu minggu. Saya sudah memberitahu Dokter Taehyung mengenai detail kondiri putri anda... Saya benar-benar minta maaf jika tidak sempat mengatakannya secara langsung" ujar dokter tersebut.
"Tuan, untuk tahap selanjutnya pasien atas nama Jennie. Akan di tangani oleh Dokter Taehyung"
Dong Wook menatap ujung jari dokter senior itu, yang menunjuk seorang namja muda tak jau dari tempat Jisoo berdiri.
"Nde..."
"Saya ada urusan mendadak, jadi berkas perpindahan ruang inap pasien akan saya letakan di meja administrasi. Anda bisa melakukan pembayaran disana" ucap dokter itu lalu pergi.
"Terimakasih Dok!!"
Dong Wook sedikit menunduk untuk memberi hormatnya atas kerja keras dokter senior itu dalam menolong Jennie.
"Jadi apa Nunna yang akan memberitahu mereka atau aku?" Taehyung berbisik pada Jisoo.
Orang tuanya perlu tau keadaan Jennie yang sebenarnya. Maka Jisoo harus tabah.
"Biar aku saya yang memberitahu mereka..." ucap Jisoo. Lalu Taehyung mengangguk paham.
"Jisoo Eonnie, maaf jika aku mengganggu... Tapi aku dan Namjoon mau pulang dulu, nanti kami akan datang lagi untuk menjenguk Jennie" Rosé berdiri dan menghampiri Jisoo.
"Iya.. Terimakasih ya kalian sudah menemani Jennie sebelum aku datang" ujar Jisoo.
Rosé tersenyum untuk menguatkan Jisoo. Tak lupa yeoja berbadan dua, karena tengah hamil itu juga memeluk Jisoo ala kadarnya.
"Jisoo Eonnie yang kuat ya.. Aku yakin Jennie baik-baik saja"
"Makasi ya Rosé"
"Sama-sama... Aku permisi dulu, Om.. Tante.. dan semuanya kami pamit dulu" Rosé mengucapkan salam perpisahannya lalu pergi bersama Namjoon.
Dong Wook mengangguk pelan begitu juga dengan In Na yang masih sesenggukan tidak bisa bicara. Wanita itu terlampau syok dan sedih.
"Jiss bisa kau ceritakan pada Ayah apa yang terjadi dengan Jennie?" Dong Wook mendekati putri sulungnya.
"Aku akan cerita nanti... Lebih baik Ayah urus dulu kamar untuk Jennie, lagipula dokter bilang kondisi Jennie sudah membaik" titah Jisoo.
"Tapi sayang, Ayah ingin tau adikmu sakit apa??" desak Ayahnya. Karena tidak mendapat respon dari Jisoo. Dong Wook lalu meneror Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)