29

2.1K 281 22
                                        

"Bagaimana Jim, bisa diselamatkan?"

Jimin menggeleng pelan, aslinya ia takut untuk menjawab 'Tidak' pada atasannya. Sementara itu Choi Woobin mendecih pelan karena merasa kesal dan pria tinggi dengan alis tegas itu duduk tidak tenang sembari menopang dagunya. Begitu terlihat sekali jika ia sedang berpikir keras.

"Benar-benar hilang semua!?" tanya namja berjas hitam itu lagi untuk kedua kalinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Benar-benar hilang semua!?" tanya namja berjas hitam itu lagi untuk kedua kalinya.

"Iya Pak... Datanya hilang semua"

Woobin menggeleng, lalu ia bersandar pelan dengan mata tertutup dan mendongkak halus seraya menatap langit-langit kantor. Diam-diam Jimin meliriknya.

Sebenarnya untuk saat ini Jimin merasa cukup stress dan ia seperti ditekan oleh banyak beban pekerjaan.

Belum lagi si Kelapa Kepolisian yang tiba-tiba meminta bantuannya, untuk memeriksa data-data para napi yang masuk lapas tahun ini, di komputer kantor.

Sialnya, setelah file dibuka hasilnya nihil. Data para napi yang sudah diinput hilang tanpa jejak, tak ada secuil'pun data yang masih tersimpan di file komputer itu.

Tanpa di ketahui, rupanya masih ada oknum nakal yang menyadap komputer kantor, dan bodohnya Jimin baru menyadarinya sekarang karena kemarin Jimin tidak ada waktu untuk memeriksa ulang file-file lama yang sudah di input pada awal bulan januari tahun ini.

"Ternyata semua data kita raip di gondol cyber... Jadi ini bagaimana Pak?"

Jimin bertanya agak was-was, sebab Woobin sepertinya masih sibuk dengan pikirannya.

Tiba-tiba Woobin tersenyum sempit. Lalu ia mengibaskan tangannya beberapa kali didepan wajah.

"Yasudah kalau begitu jangan dipikirkan, tidak apa-apa... Kau input saja ulang datanya Jim, kita masih punya salinan hardcoppy nya bukan?" Ucap Woobin dengan suara datarnya. Dan hal itu malah membuat Jimin menatapnya dengan aneh dan heran.

"Saya kurang tau Pak, coba saya liat di ruang arsip nanti..." Respons Jimin kemudian.

Woobin lantas menoleh ke arah Jimin.

"Boleh, tapi pastikan kalau kau memasukan semua datanya lagi... Aku hanya bisa mengandalkanmu Jim...."

Raut wajah Woobin seketika berubah, tak seserius barusan. Ia malah tersenyum pada Jimin dan sialnya Park Jimin, malah merasa canggung menerima ramah-tamah langka dari atasannya.

Tak lama kemudian Woobin bangkit dari duduknya, karena ponsel di sakunya bergetar. Setelah itu, Woobin dengan tergesa-gesa keluar dari ruangan Jimin.

Jimin'pun akhirnya bisa bernapas lega, tapi sialnya lagi pekerjaannya malah semakin menumpuk karena ulah Woobin yang memintanya untuk menginput ulang data-data para napi penghuni lapas.

"Kapan aku bisa cuti tenang jika begini teruss!!!" Jimin mengerang sambil mengacak-ngacak rambutnya agak frustasi.

Pekerjaan Jimin numpuk terusss.....

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang