Jin duduk kalem didepan Jisoo. Kali ini mereka berdua duduk di sebuah meja kayu salah satu restoran khas Jepang yang ada di cafetaria mall.
Baru saja pesanan makan mereka tiba dibawakan oleh seorang waiters, sebuah dragon sushi, tempura dan sashimi terhidang lezat menggugah selera. Serta tak luput juga masing-masing segelas ocha sebagai pelengkap santap siang mereka.
Jin mengambil sumpitnya. Awalnya ia duduk agak menyender, tapi sekarang ia mensejajarkan punggungnya untuk menyantap makanan yang sudah ia pesan.
Tadinya suasana diantara mereka begitu awkward sebelum makanan tiba. Karena baik, Jin dan Jisoo merasa sama-sama canggung duduk bersama dalam posisi yang bisa dibilang cukup dekat.
.
.
Jisoo Pov.
.
.
Sebenarnya pikiranku hari ini sangat campur aduk. Akan aku beritau pada kalian mengenai asal mula masalahku hari ini.
Mulai dari tadi pagi, dimana ayah memintaku untuk segera menikah. Aku sangat terkejut mendengarnya, terlebih ketika aku tau Yoongi akan berencana melamar Jennie dalam waktu dekat.
Kemudian, hari ini juga aku bertemu lagi dengan Bobby. Yah, jelas aku tidak bisa melupakan rupa konyol teman satu angkatanku di kampus itu. Dan parahnya Bobby masih menaruh hati padaku!
Maafkan aku Bobby karena menolakmu. Sebab aku sendiri masih tidak mengerti pria seperti apa yang aku inginkan saat ini. Aku tidak bisa menentukan kriteria seperti apa sosok suami masa depanku kelak. Dan jelas itu bukan dirimu Bob, kau adalah kakak lelaki bagiku.
Tapi jika dipikir-pikir sepertinya akan lucu jadinya jika, suami masadepanku sebelas/duabelas rupa dan sikapnya seperti pak polisi Seokjin yang saat ini duduk tenang di depanku.
Dia pria yang kalem, penuh kejutan, meskipun dia sangat dingin dan selalu menggunakan tatapan tajamnya saat bicara padaku. Tapi aku justru menyukainya, aku rasa dia berbeda dari pria kebanyakan. Seokjin bukan pria yang menonjol, tapi dia bisa berdiri di barisan paling depan.
Aish... Hentikan! Aku tidak boleh terus memujinya atau membicarakannya seperti ini. Nanti kalau dia tau isi hatiku bagaimana?
Seokjin kan bisa membaca pikiranku dengan sangat mudah!
Tapi tunggu!...
Apa benar aku menginginkan sosok Kim Seokjin sebagai calonku kelak?
Atau rasa suka yang sudah mulai tumbuh dihatiku ini, hanya berupa rasa kekaguman belaka padanya?
Oh ayolah... Mengapa sekarang aku bisa menjadi manusia yang serumit ini?
Hanya membaca isi hati sendiri saja aku tidak bisa! Jika begini, bagaimana caranya aku bisa mengerti hal tentang cinta-cintaan ini... Ugh! Aku jadi pusing memikirkannya...
Dan kenapa, menyebalkan sekali rasanya jika aku selalu berharap Seokjin bisa sedikit menaruh hati padaku. Karena aku sendiri sepertinya mulai menyukainya sebagai seorang pria.
Siang ini, aku senang bisa bertemu dengan pak Seokjin. Lucu saja rasanya kami berjumpa di tempat yang tak terduga seperti ini. Terlebih aku juga sempat bertemu dengan salah satu anggota keluarganya.
Aku rasa tidak buruk juga jika, aku mengenal salah satu diantara mereka. Lagi pula pak Seokjin juga sudah mengenal Jennie adikku jauh sebelum aku bertemu dengan adiknya si- Jeon Jungkook itu.
Oh my god! Apa yang sudah aku bicaran lagi???
Ok. Lupakan saja!
Lalu dibalik rasa gembira dan euphoria yang aku rasakan berkat Kim Seokjin. Aku juga diam-diam memendam rasa sedih hari ini.
Bayangkan saja bagaimana bisa aku tidak sedih ketika aku mengingat Lisa. Aku sangat terkejut dengan kemunculan Lisa yang sudah lama hilang kontak denganku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)