7

3.6K 380 22
                                        

Jam 23.30 malam.

Rumah Sakit Central

Jisoo sedang merenung. Kini ia sudah beristrirahat dengan nyaman, di sebuah kamar VIP yang dipesankan oleh Seokjin sebelumnya. Pakaian lusuhnya juga sudah berganti menjadi baju kemeja khusus pasien rumah sakit berwarna biru.

Ruangan yang ditempatinya agak remang-remang dengan pencahayaan lampu pijar yang sengaja di redupkan, karena Jennie sedang tidur di sofa empuk tak jauh dari brankar Jisoo.

Keluarga Kim, alias Namjoon dan Rose. Mereka berdua sudah pamitan pulang sejak tadi.

Lebih tepatnya pasangan pasutri itu, diusir paksa oleh suster karena menyalahi aturan jam besuk pasien yang melebihi dari batas waktu yang sudah ditentukan rumah sakit.

Dan tadi salah-satu teman kerja Jisoo di sekolah Internasional juga sempat menjenguknya, tepat setelah Jisoo pindah kamar ke VIP.

Wanita itu tersenyum kecil ketika netranya melirik sebuah vas bunga kecil diatas nakas. Vas kramik putih itu berisikan se-bouquet bunga cantik pemberian Suho.

Entahlah, Jisoo hanya senang melihat bunga segar itu. Bukan berarti karena bunga itu pemberian dari Suho, teman kerjanya sekaligus menjabat sebagai wakasek di sekolah Internasional, maka Jisoo akan merasa sesenang ini. Kalian salah, karena kebetulan saja bouquet bunga cantik itu berisikan jenis-jenis bunga kesukaannya Jisoo.

//////
//////

Saat Jisoo mencoba memejam, ingatannya justru kembali berputar ke peristiwa tadi siang.

Dimana, senyum samar nan lembut seorang lelaki mampu membuat hatinya berdebar lalu meleleh bak batang lilin yang dinyalakan.

'Dia' seseorang yang ada dipikirannya sangat tampan, dan kenapa malah Jisoo merindukannya?

Jisoo seolah sangat menginginkan lelaki itu ada disini untuk menemaninya. Padahal Jisoo bukanlah siapa-siapa dari lelaki itu.

 Padahal Jisoo bukanlah siapa-siapa dari lelaki itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kedua mata Jisoo perlahan terbuka kembali. "Kim Seokjin" gumamnya pelan. Agar Jennie tak mendengarnya.

Tapi seharusnya memang adiknya tak mendengar gumaman anehnya, karena jika Jennie sudah tidur, maka gadis itu sangat sulit untuk dibangunkan lagi.

"Kenapa wajah datarnya selalu terngiang di kepalaku!" Kesal Jisoo. Bahkan ia sedikit menjambak rambut panjangnya sekilas seperti wanita yang sedang depresi.

"Ishh!! Menyebalkan sekali!" Jisoo jadi gemas, agak jengkel dan yah, perasaan absurd yang rasanya aneh menyeruak, lalu bercampur aduk jadi satu di dalam hatinya.

"Tolonglah, biarkan aku beristirahat dengan tenang!"

Akhirnya wanita itu agak condong berbaring ke arah samping kanan, ia mencoba mengusir bayang-bayang wajah tampan pak polisi baik hati yang menyelamatkannya tadi pagi.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang