Bonus 2

464 23 3
                                        

Hujan sangat menjengkelkan ketika datang di saat yang tak tepat, seperti halnya sekarang, dimana Kim Seokjin dan Kim Jisoo ada didepan rumah yang pernah menjadi saksi dimana mereka dulu masih menjadi sepasang kekasih.

Waktu berduaan mereka disana cukup singkat, bahkan tak ada ¼ dari waktu yang mereka habiskan berdua dengan romantis dan mesra tapi tak terduganya kejadian sial itu justru memisahkan mereka jauh sejak saat Itu.

"Tidak mungkin"

Mata Jisoo mulai memerah karena menahan tangisnya, didepan Adison yang mengaku ssbagai Seokjin.

"Kekasihku sudah meninggal!.. berhenti menyebutnya seolah kau kenal baik denganya dan membuatku sakit menerima kenyataan itu kembali!" Kim Jisoo menuduhnya.

Hujan membasahi kepala dan bahu mereka. Tapi tak satupun diantara kedua orang itu niat untuk meneduh, tidak sebelum semuanya clear ditempat.

"Noo!.. kim Jisoo, liat akuuu.... aku masih sama aku masih Kim seokjin yang duluuu... yak, liat aku" pintanya sambil mencekal lengan Jisoo.

Wanita itu menoleh dengan posisi mendongkak tapi jujur saja semua yang dia rekam lewat bola matanya memang sosok Kim Seokjin meskipun nama pria didepannya adalah Adison.

"Jebbal... percaya padaku... aku kim Seokjin, hanya hal itu yang ingin aku dengar darimu, sebut namaku yang dulu sangat kau cintai... aku masih hidup, kematianku itu palsu aku menghindari diriku terbunuh agar bisa hidup berdua sampai tua bersamamu Jis" kata lelaki itu.

"Aku... akuu... tak mau percaya" gagap wanita itu.

"Kenapa?? Apa alasannya kau tidak percaya, bahkan wajah didepanmu ini masih sama kan? Aku Kim Seokjin yang kau kenal, aku hanya memakai identitas baru" ungkapnya.

"Bukti yang aku bawa sangat banyak... Aku ingat kau bertengkar dengan ayahmu sebelum dia ditangkap, sejak malam itu kau kabur bersamaku ke rumah ini, kau dekat dengan adikku Jungkook, aku kadang cemburu padamu kalau kau memuji Taehyung didepanku, ibukku Kim Yoona sangat sayang padamu, ayahku Kim siwon, adikmu kim Jennie dan pacarnya adalah Min yoongi.. sampai disana apa lagi yang masih membuatmu ragu?... oh, kita jadian di danau, itu jika kau masih meragukanku" Seokjin sangat panjang mengambil part penjelasan guna menyadarkan Jisoo.

Wanita Kim yang terguncang mentalnya dan menangis, dia sampai terjongkok waktu mendengar Adison bicara.

Iya, semuanya 100% akurat.

Tapi kenapa dia baru datang sekarang?

Kemana dia selama ini?

Kenapa harus disaat Jisoo sudah ikhlaks akan semuanya, tapi Adison pura pura menjadi Kim Seokjin didepannya.

"Jangan begini... kau membuat aku takut" kata Jisoo.

"Jangan pura-pura jadi kekasihku, kau hanya orang asing Mr. Adison..." pinta Jisoo.

"Chagiyaa, kau biasa memanggilku oppa... ya meskipun tidak sering tapi aku suka kau memanggilku oppa... dengar, mayatku tidak pernah di temukan, aku masih hidup, aku bertahan dan kabur dari camp militer tempat aku disekap... kim Jisoo maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama... aku menyesal jadi pengecut yang hanya mengamatimu dari jauh ketika aku sudah ada di Seoul..."

"Tolong percaya padaku, aku hanya ingin kita bersama, aku tak akan kembali pada keluarga, biarkan saja mereka mengira jika Kim Seokjin sudah mati, yang aku mau hanya dirimu..." yakinnya pada si wanita

"Tapi, ck... kau sudah gilllaaa!... kau yang hiks... terlalu gillaaa mengakatan semuanya padaku, disaat aku sudah merasa bahagiaaa, aku akui jika aku sudah bahagiaaa, aku mau terus pura-pura mengakui diriku sudah bahagiaaa agar aku bisa menutupi kesedihakuuu!... tapi kau ituu... ck,, hikks dasar pria sialaaannn" umpat Jisoo.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang