87

215 20 2
                                        

Di tempat lain, lebih tepatnya disebuah ruang introgasi milik kantor kejaksaan tinggi di wilayah Seoul.

Kim Dong Wook Seketika ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan kriminal yang menimpanya sebagai politisi jahat. Dialah dalang dari tindak cuci uang, suap, korupsi dan membuat negara mengalami kerugian karena setelah didalami indikasi korupsinya sangatlah besar, sampai ditaksir miliaran dolar amerika.

Dong wook terdiam di ruang introgasi dia menunggu pihak kepolisian datang untuk mengintrogasinya sebagai tersangka utama. Padahal masih banyak bajingan pejabat yang terlibat korupsi tetapi hanya dirinya sendiri yang di tumbalkan oleh mereka. Bahkan saat ini tak satupun dari teman pejabatnya yang mau membantu masalah skandal nasional yang Kim Dong wook buat.

Kim Dong wook benar benar gagal mewujudkan mimpinya menjadi orang nomor 1 di sokor. Padahal hanya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkannya. Dan semua kegagalan itu diawali oleh membangkangnya sang anak pertama yang menolak perjodohan. Choi Gong Yoo bukan orang yang mudah memaafkan, dirinya lebih jahat dari iblis. Bahkan tidak berperasaan saat sudah memeras Kim Dong wook, Gong Yoo bahkan ingin membuat Dong Wook hancur tanpa sisa bersama keluarganya dan busuk dipenjara selamanya. Hanya karena Jisoo tak mau menikahi anaknya.

Drap

Drap

Drap

Suara langkah kaki dari sepatu masuk kedalam ruang imtrogasi.

"Hai paman" sapa Choi Woobin.

Arah mata Dong wook langsung tertuju padanya.

"Wah, wah, wah.... lihat dirimu paman, lusuh sekali..."

Kata Woobin dengan smirknya mengejek Dong wook yang bahkan tidak bisa tampil klimis dan rapi lagi setelah insiden hancurnya keluarga bahagia miliknya, bahkan Dong Wook harus bercerai agar istrinya tidak ikutan terseret dalam masalah ini, dia harus meninggalkan anak-anaknya juga.

"Kau kesini?" Tanya Dong wook.

"Tempat ini terlalu low standar untukku yang sudah menjadi seorang Jendal... coba Paman pikir apakah aku sengaja datang kesini tanpa tujuan?" Tanya Woobin.

"Lalu apa lagi mau mu!??" Serang Dong Wook.

"Aku kesini untuk memberitau kejutan... jika anak Paman sedang menderita saat ini..." smirk jahatnya makin melebar.

Mendengar kata anak, hanya ada 2 nama yang muncul di kepala Dong wook. Yakni Kim Jisoo dan Kim Jennie. Darah dagingnya yang terpaksa harus Dong Wook tinggalkan agar mereka tidak ikutan diseret oleh masalah ini.

Tetapi kenapa Woobin mengatakan jika anaknya sedang menderita?

Apa yang woobin lakukan pada Jennie dan Jisoo?

Tidak puaslah Woobin dan ayahnya membuat Dong Wook seperti manusia hina begini?

Kenapa mereka masih mengincar anak-anaknya yang berharga??

"Apa yang kau katakan??? Apa yang kau lakukan pada anak-anakku!!"

Tanya Dong wook dengan mata marah dan gigi bergemeretuk. Sebagai ayah, yang memang sangat mencintai anak-anaknya mana mungkin Dong wook rela membiarkan anak-anak menderita.

"Pertama, ini masih tentang Jisoo..." sela Woobin.

"Kedua, aku tidak akan segan menghancurkan anakmu yang lainnya juga" kata Woobin lagi.

"Terkutuklah kau dasar sialan!! Jangan sentuh anak-anakku!!" Marah.

Dong wook berdiri dan menggebrak meja yang ada di ruang introgasi tertutup itu. Woobin dengan segala lencana pangkat yang ia sandang di seragamnya nampak sangat-sangat-sangat lebih berkuasa dari pada Dong wook saat ini.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang