Uhukk!!....
Jin terbatuk keras untuk yang terakhir kalinya.
Usai merasa lega dengan tenggorokannya, ia kemudian membasuh sudut bibirnya dengan air. Kali ini Seokjin berdiri sedikit menunduk di depan wastafel toilet pria.
Dari arah depan, Jin bisa melihat pantulan dirinya di kaca. Wajahnya tak sepucat tadi, dan napasnya juga sudah kembali normal. Padahal tadi dia sempat tersengal-sengal parah.
Jin menutup keran air, lalu mengeringkan tangannya serta sudut bibirnya dengan tisu yang tersedia di sana. Sehabis itu, ia terdiam dengan wajah datarnya.
"Sialnya aku hari ini!" Bisiknya.
Untung di toilet pria tidak ada orang selain dirinya, jadi Seokjin rasa ia bebas untuk mengumpati kebodohannya kali ini.
Seokjin agak gusar dan kesal pada dirinya, bagaimana bisa ia memberikan kesan pertama yang buruk di depan Jisoo!
Ini kali pertama mereka makan siang bersama, Seokjin sendiri bahkan sangat antusias mengikutinya. Hanya saja, Seokjin tiba-tiba menjadi kolot ketika ia tidak sengaja menelan terlalu banyak dan tersedak wasabi pedas didepan Jisoo.
Wasabi sialan itu sukses membuat Seokjin terbatuk-batuk aneh, sampai Jisoo pun pasti merasa kasihan dan khawatir melihat dirinya yang mengenaskan itu.
Sebenarnya Seokjin juga merasa sangat malu, ia berpikir. Mengapa ia bisa sampai seteledor itu, menelan begitu banyak wasabi ke dalam mulutnya?
Terbatuk-batuk aneh, itu bukanlah etika yang baik saat dimeja makan. Stupid Seokjin yang tiba-tiba muncul malah membuat acara mereka jadi kacau balau.
Oh, sungguh untuk pertama kalinya Seokjin sukses mempermalukan dirinya sendiri didepan seorang wanita yang sedang ditaksirnya.
Dan semoga Jisoo tak merasa ilfil dengannya setelah ini!
"Dasar Seokjin bodoh!"
Jin menyisir kasar rambut lebatnya ke arah atas. Hingga berhasil menyibakkan poni lalu memamerkan jidat lebar mengkilapnya di hadapan cermin wastafel.
Setelah merasa sudah lebih baik dan siap untuk bertemu dengan Jisoo. Jin lantas beranjak dari toilet, menuju ke meja makannya yang sempat ia tinggalkan.
.
.
.
Jisoo bernapas lega, usai melihat bayangan tubuh kekar nan sintal mendekat ke arahnya.
Itu Seokjin!
Jisoo sudah berpindah ke tempat duduk asalnya. Jadi ia bisa melihat arah toilet lebih jelas dan tidak membelakangi Seokjin yang datang kearahnya.
"Kau baik-baik saja?" Jisoo berdiri. Ia sangat cemas pada Jin. Tapi sepertinya namja itu terlihat biasa saja sekarang.
Jin membalasnya dengan anggukan ringan saja, lalu duduk kalem di depan yeoja Kim itu. "Gwenchana... Ayo kita lanjutkan makannya" titahnya. Seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya.
Jin kembali makan. Tapi tidak dengan Jisoo, yeoja itu malah mengamati lekat-lekat sosok Seokjin. Hal itu ia lakukan untuk memastikan keadaan Seokjin.
"Nwae?" Seokjin yang merasa risih akhirnya buka suara.
"Bolehkah aku bertanya padamu pak Seokjin?"
Jin mengangkat alisnya agak janggal, lalu ia sedikit mengacungkan bahunya.
"Bicaralah Jisoo... Dan ingat panggil aku Seokjin saja, aku memintanya dengan sangat padamu..." tuntasnya dengan akhiran lembut.
Memdengarnya Jisoo jelas jadi tidak enakan. Sepertinya Jisoo sudah beberapa kali salah ucap sampai Jin harus mengingatkannya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romantik"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)