BRAK!
"AAAAAAAAAAA!!....."
"AAAAAAARRKKKKK!!...."
Suara teriakan bernada sangat tinggi bahkan urat leher pun bergerilia muncul dibawah kulit. Saking kencangnya teriakan yang mereka berdua katakan ketika reaksi kaget mendera secara bersamaan.
Spontan dan reaksi alami itu tak bisa di hindari.
Seorang anak perempuan bahkan mundur dan ketakuan sambil menunjukan jari nya ke arah sosok pria jakung yang keluar dari bilik pintu kamar mandi. Selang beberapa detik pasca teriakan bersamaan terdengar, si gadis langsung terjatuh kebelakang dengan sisi bokong yang mencium lantai, saking tak bisa nya diaq ngentrol rasa kagetnya.
"Nu.. Nu... Nuguuueyooooo!!!"
Terbata-bata dengan posisi masih duduk habis jatuh ke lantai. Si gadis ketakutan.
"Apppaaaa!!... eommaaaaa!!!... ada pencuri yang mandi disinii"
Anak itu makin kencang teriak dihadapan sosok pria yanh nampak asing baginya.
Saat ini Lee Eunchae, anak perempuan usia 16 tahun memergoki seorang penjahat ada dirumahnya.
Sosok pria besar yang badannya kekar tetapi terdapat bekas luka di bahunya kini makin terpanpang didepan wajah gadis itu. Prajurit Polisi yang kabur dari tugas negaranya dan menghianati institusinya itu berusaha menutupi bagian atas tubuhnya yang teranjang habis mandi.
Hanya lilitan handuk putih yang melindungi asetnya. Bagaikan habis di cabuli. Justru Kim Seokjinlah yang harusnya dirugikan. Lantaran proporsi tubuh kekarnya di lihat tanpa ijin dan nampak senonoh sekali gadis kecil itu menghakiminya.
"Yaak.."
Seokjin menyela sejenak.
Tapi si anak perempuan itu tetep saja heboh.
"KAU BICARA PADAKU!!... DASAR PENCURI,, KAU PENJAHATTTTTT!"
Teriaknya.
"Anak kecil berhenti membuat keributan dirumah ini!.." larang Seokjin dengan penuh hati-hati.
Bagaimanapun tempat Seokjin Mandi barusan adalah bagian dari rumah milik orang tua dari gadis cantik itu.
Setiap jengkal lantai yang seokjin injak adalah milik kelurga Eunchae.
Seokjin hanya bagian dari pria asing yang diselamatkan oleh ayahnya Euncha ketika tersesat di hutan dan Seokjin berhasil melakukan pelariannya tanpa bisa dilacak oleh pihak militer seusai tragedi operasi baku hantam dengan pihak Korea utara di perbatasan.
Seokjin beruntung bisa bertemu dengan pria baik yang ternyata adalah ayahnya Eunchae. Dan dengan senang hati beliau membantunya, keluar dari hutan. Bahkan memberikan tempat tinggal sementara untuk Seokjin.
Berterimakasih sudah setiap waktu Seokjin katakan.
Ketika Seokjin diberikan pakaian ganti. Ketika Seokjin diberikan makanan. Ketika Seokjin di berikan kamar sementara untuk tidur dirumah itu.
Yaa, kalimat sederhana penuh makna. Yaitu Terimakasih sudah setiap detik Seokjin panjatkan untuk Keluarganya Eunchae yang tanpa pamrih membantunya.
Seperti diberikan kesempatan ke 2 oleh mereka untuk memperbaiki kehidupannya.
Dan Seokjin tidak akan pernah lupa dengan apa yang sudah Keluarga nya Eunchae berikan. Jika Seokjin sudah kembali ke kota Seoul dia janji akan melunasi apapun yang sudah ia makan, habiskan dan pakai di rumah ini.
"EOMMAAAA!.. APPAAAAA!.... Aaaaa Tolong!! Ada Ahjushi gilaaa, dia penjahat yang masuk ke rumah orang sembarangan!!."
Teriak si gadis lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)