9

2.9K 346 2
                                        

Pagi hari

Di Rumah sakit central
.
.

Klonteng!

"Aksk!... Dasar, payah!"

Suara benturan nyaring sebuah benda yang jatuh, rupanya mampu membuat seorang wanita yang tengah tertidur nyeyak langsung terbangun begitu saja.

Awalnya kedua mata itu, menangkap remang-remang sebuah siluet dari seseorang yang berdiri tak jauh darinya.

Sepersekian detik kemudian, ia memfokuskan kembali kedua netra miliknya guna melihat lebih jelas, siapa gerangan pembuat kegaduhan tadi.

Jisoo menggeliat tak nyaman, badannya pagi ini terasa agak pegal dan sangat sulit untuk digerakan.

Rasanya sangat aneh sekali, padahal kemarin siku dan bahunya masih begitu lentur untuk digunakan. Tapi sekarang malah jadi kaku begini.

"T'ck. Merepotkan.... Sekarang dimana aku harus mencari plaster luka!"

Sayup-sayup terdengar lagi suara jengkel dari arah samping. Jisoo meliriknya, namun ia enggan untuk bicara, dirinya saja masih kesulitan untuk memposisikan tubuh setelah rasa kaku menderanya tanpa ampun.

"Jisoo?"

Wajah babyface itu menyapanya. Senyum ramahnya tercetak jelas membingkai mahakarya Tuhan yang indahnya tiada duanya. Wajah putih, pipi agak chubby dan mata sipit yang khas mampu menyihir siapa saja untuk langsung mengaguminya dalam sekali pandang.

"Suho!"

Akhirnya Jisoo kembali ke dunia. Ia terkejut bukan main saat rekan kerjanya berdiri sambil menghisap jari telunjuk yang sepertinya terluka oleh goresan pisau.

Pagi-pagi sekali, pria itu sudah tiba di rumah sakit central guna menjenguk Jisoo. Padahal kemarin malam ia sudah melakukannya tapi, hal itu tidak membuat hatinya tenang dan selalu kepikiran akan kondisi Jisoo yang masih sakit.

"Morning... Apa kau mau apel?" Suho menyembunyikan jarinya yang tergores dan ia menawarkan potongan apel bersih yang di kupasnya khusus untuk Jisoo.

"Sejak kapan kau ada disini??"

Jisoo tak kepikiran untuk menerima apapun dari Suho. Yang ada dikepalanya saat ini adalah, untuk apa Suho mengunjunginya sepagi ini. Bahkan Jisoo dibuat malu oleh lelaki itu, karena dirinya baru bangun dan masih bermuka bantal menyambut kedatangannya.

"Sejak se-jam yang lalu mungkin..." balasnya dengan sebelah alis terangkat. Matanya menatap penuh wajah Jisoo yang masih menganga.

"Kenapa??" Suho merasa agak sedikit aneh ketika ia mendapat tatapan hororr dari rekan kerjanya.

"Apa sudah selama itu! Jam berapa sekarang? Jennie dan Yoongi, mereka berdua kemana?"

Suho tersenyum kikuk sebentar. Rentetan pertanyaan dari wanita itu membuatnya agak pangling.

"Sekarang jam setengah sembilan, tidak apa-apa, aku memang kebetulan ingin mengunjungimu pagi ini, dan saat aku datang. Aku lihat kau masih tidur dengan lelap. Aku tidak tega membangunkanmu... Oh iya! adikmu dan temannya itu sedang keluar mencari sarapan. Sebentar lagi mereka akan kembali."

Suho meletakan piring apel yang sama sekali tak dicicipi oleh Jisoo. Ia lantas mengusap jarinya dengan tisu yang ada diatas meja.

Jisoo sendiri menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Rasanya malu sekali bila Suho melihat wajahnya yang masih kucal efek baru bangun.

Bahkan Jisoo tak yakin jika sudut bibirnya masih bersih dari noda iler, karena saking nyenyaknya tidur kemarin malam. Tentunya tidur Jisoo berada dibawah pengaruh obat pereda rasa sakit.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang