"Lama sekali jam delapannya!" Jisoo mengerang bosan. Ia menatap langit-langit ruang UGD sambil merapalkan kata-kata makian lain, untuk mengutuk suasana monoton ini.
Jennie sedang menelpon di luar, terakhirkali Jennie menemani Jisoo di unit UGD yakni setengah jam yang lalu. Perawat Hooseok justru marah padanya, karena Jennie sangat berisik dan mengganggu ketenangan pasien lainnya.
Jisoo tak bisa berkutik selain mengusir Jennie dari samping ranjangnya. Dan gadis itu'pun pasrah ketika diomeli oleh perawat Hooseok.
Jisoo mengatupkan matanya sesaat, hanya terhitung 10 detik berikutnya kedua indra pengelihatannya'pun kembali terbuka. Jisoo sebenarnya suka tidur, tetapi ketika ia disuruh untuk berbaring di ruang UGD. Tentu dirinya tak bisa memejam barang sedetik'pun. Hal itulah yang membuat Jisoo uring-uringan, resah, gelisah dan sangat tidak nyaman.
Sraaagggghhh!!!....
Tirai panjang berwarna hijau yang mengungkung Jisoo, terbuka dengan cukup lebar. Seseorang masuk ke sana dan hendak mengecek keadaan Jisoo.
"Apa nona sudah merasa lebih baik?" tanya perawat bername tag Jeon Somy, pada Jisoo.
"Lumayan sus..." balas Jisoo dengan senyum ringannya.
"Sebentar ya nona... Saya periksa tekanan darah anda dulu"
"Silahkan..." ramah Jisoo.
"Apa ada keluhan sakit?" tanya perawat Somy setelah ia selesai memeriksa tekanan darah pasiennya.
"Aku rasa belum, karena beberapa jam yang lalu. Aku sudah meminum obat pereda rasa sakit dari dokter Taehyung" balas Jisoo.
"Baiklah kalau begitu... Nona silahkan istirahat lagi"
Ketika Somy hendak pergi untuk memeriksa pasien yang lain. Jisoo menghentikannya.
"Sus, sekarang jam berapa?"
"Jam enam lewat limabelas menit nona" jawab perawat Somy.
"Oh sudah sore rupanya... Baiklah, terimakasih sus"
Perawat Somy mengangguk dan menutup tirai kembali.
"Ahh~ Masih dua jam lagi! Rasanya lama sekali" erang Jisoo.
Diapun memilih duduk dengan kaki diselonjorkan dan punggungnya di berikan penumpu bantal.
Sreegghhhhh!!....
Lagi-lagi tirainya terbuka. Kali ini Jisoo tak bisa berkutik atau merespon apapun. Otaknya seolah blank dan tatapan matanya memandang nalar, setelah seseorang wanita berperut buncit memeluknya sambil menangis.
"Huaaaaaaa.... Jisoo eonni!!"
"Aduh" Jisoo meringis karena wanita asing berambut pirang panjang itu memeluknya begitu bringas dan yah, sekali lagi semua tulang-tulang Jisoo serasa remuk ketika di peluk erat seperti ini.
"Huaaaa.... maaf Jisoo eonni, maaf!!!" ucap wanita asing itu terus-menerus
"Aduh, tolong lepaskan! Anda siapa ya?"
Jisoo cukup kesal karena wanita itu begitu lama memeluknya. Jisoo tak bisa mengenali sosok wanita yang memeluknya penuh haru.
"Rose, berhentilah menangis di depan Kak Jisoo. Kau'kan tau jika kakakku itu cengeng! Bagaimana jika nanti dia ikut menangis..." kali ini Jennie yang bicara, ia berdiri dibelakang dua wanita yang berpelukan itu.
"Sayang, berhentilah menangis...." bujuk seorang lelaki yang berwajah kecut di samping Jennie.
"Yaaaa!!! Ini semua juga karena salahmu sayang hiks!" bentakan bernada keras Rose pada suaminya membuat Jennie membulat dan Jisoo cukup shock ditempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romantik"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)