🪐 C&B 3

1K 44 0
                                        

Di kantor Djindra dia sangat sibuk,, setelah rapat dengan klien tadi, ia sekarang sedang membaca berkas-berkas yang menumpuk dihadapannya dengan sangat serius untuk ia tanda tangani. Sebegitu seriusnya dia menatap berkas-berkas itu sampai dia tidak menyadari sudah ada tiga sosok laki-laki berdiri di hadapannya.

"Sampai kapan kami harus terus menunggu di sini J.."

"Sejak kapan kalian berada disini.." jawab Djindra

"Hadech... Kami sudah berdiri disini sudah 10 menit kak.. kak J saja yang tidak sadar.." jawab Tian

"kak J terlalu fokus pada berkas-berkas itu sampai tidak menyadari kami ada disni, padahal aku tadi sudah mengetuk pintu berulang kali." tutur James menambahkan.

"Kau.. kenapa kau datang kesini.." tanya J pada Tian

"Aku yang mengajaknya.. ada hal penting yang harus kami bicarakan padamu.. " ucap Yuda.

Yuda Gatan Mahendra adalah sepupu Djindra. Yuda merupakan CEO dari Mahendra corp. Dia melanjutkan perusahaan keluarganya. Sepupu dengan usia yang hanya berbeda 3 bulan saja dengannya itu, tidak hanya sekedar menjadi saudara tapi sudah menjadi sahabat bahkan partner bisnis bagi Djindra. Yuda sudah mengenal sosok J seperti apa, Soal profesi J di luar dia juga mengetahui soal itu, karena ia juga turut menjadi bagian di dalamnya bersama beberapa sahabat mereka yang lainnya.

"Ada apa kenapa tidak menelpon saja." ucap djindra dengan datar.

"Kami tidak bisa membicarakan ini di telpon kak .." jawab Tian

"Begini J.. aku ada info penting untukmu, dan aku rasa kau harus hati-hati dan waspada mulai sekarang.." ucap Yuda memperingatkan.

"Mas Djoena... Sepertinya dia sudah tau tentang bisnis kita di luar J, dia sudah tau tentang profesi kedua mu.. entah kenapa aku merasa khawatir J.." ucap Yuda lagi.

Mendengar hal itu Djindra hanya diam dan menautkan kedua alisnya melihat ke arah tiga orang yang ada di hadapannya sambil terus berfikir 'apa ini ada kaitannya dengan ajakan kakaknya itu tadi pagi untuk makan siang bersama, apa mas Djoena mau bicara soal ini' gumam djindra dalam hati.

"Aku juga merasa khawatir kak J.. karena menurut informanku musuh kita mulai mengincar orang terdekatmu kak. Mungkin mereka mulai menargetkan kepada keluarga" ucap Tian.

"Apa ini yang mau di bicarakan mas Djoena.." ucap Djindra.

"Apa mas Djoena mengajakmu bicara J.." tanya Yuda penasaran.

"Ehmm.. tadi pagi mas Djoena menyuruhku untuk datang makan siang ke kantornya.. aku rasa ada yang mau di bicarakan,, tapi tidak seperti biasanya,, kalau ada yang penting tentang perusahaan pasti dia langsung mendatangi ku ke kamar.." ucap djindra sedikit heran kepada kakaknya.

"Aku rasa ini bukan tentang perusahaan J.." ucap Yuda berusaha meyakini sessuatu, akan tetapi ia masih ragu.

"Kau ikutlah denganku Yud, menemui mas Djoena. Kau Tian.. kembalilah ke markas, kalau ada apa-apa hubungi aku. Dan kau James tolong gantikan aku bertemu klien saat makan siang nanti." ucap djindra.

Tian dan James pun mengangguk tanda mengerti, mereka pun segera pergi dari ruangan itu. Sambil menunggu waktu makan siang tiba, kedua CEO itu pun masing-masing di sibukkan dengan pekerjaannya. Yuda yang sibuk mengerjakan pekerjaan lewat benda pipihnya,, sedangkan Djindra sibuk dengan berkas menumpuk yang harus segera dia tandatangani.

Waktu makan siang pun tiba, Djindra dan Yuda bersiap akan pergi menemui Djoena. Mereka tidak jadi datang ke kantor. Karena tadi Djoena sudah menghubungi Djindra untuk bertemu di restoran,, karena Djoena baru saja selesai bertemu dengan klien di restoran itu.

Memasuki restoran Djindra yang berjalan sendirian karena di tinggal Yuda yang terburu-buru harus ke toilet, tidak sengaja menabrak seorang pelayan yang sedang membawa makanan yang akan di sajikan.

'prang...prang..'

Makanan yang di bawa pelayan itu pun berhamburan ke lantai. Tapi J tidak memperdulikan itu, menurutnya dia tidak salah karena pelayan itu juga tadi berjalan dengan tidak benar. Dan pelayan itu pun mengakui kalau dia salah. Namun ada satu pelanggan yang tidak terima Djindra pergi begitu saja.

"Hei kamu... Minta maaf.." ucap seorang gadis dengan nada sedikit keras.

Djindra pun berhenti dan berbalik ingin melihat siapa yang berani berteriak kepadanya. Namun yang terjadi Djindra seakan di buat terpesona oleh apa yang dia lihat, bagaimana tidak seorang gadis berwajah cantik dan berkulit putih berada di hadapannya. Gadis itu sedang membantu pelayan tadi membereskan makanan dan piring yang berserakan di lantai. Djindra dibuat terpaku melihat sosok itu, gadis yang menurutnya terlihat anggun dan manis karena menggunakan medium dres berwarna biru cerah sangat cocok menempel dikulitnya yang putih bersih.

"Hei kamu... saya bilang minta maaf padanya.."

"Sudah tidak apa nyonya.. saya yang salah, saya tidak melihat jalan dengan benar dan berhati-hati tadi .. " ucap pelayan itu dengan lirih.

Djindra yang tersadar dari lamunannya, langsung memperlihatkan wajah datar dan dinginnya.

"Apa kamu tidak dengar ucapannya, dia yang salah.." ucap djindra.

"Kamu ini.. harusnya kamu melihat ada orang yang sedang membawa makanan,, paling tidak bantulah dia, jangan pergi begitu saja.." ucap Aca ketus.

Ya gadis itu adalah Aca yang kebetulan sedang makan siang bersama asistennya di restoran itu. Aca baru saja selesai bertemu dengan pelanggan tokonya yang memesan spesial desain kepadanya.

"Kamu.. berani membentak ku hah. kamu tidak tahu siapa aku."ucap djindra dengan tegas.

"sudahlah nyonya.. saya tidak apa-apa, memang saya yang salah." ucap pelayan itu lagi, ia tidak mau menambah masalah lagi.

"Memangnya kamu siapa.. anak presiden, saya tidak peduli kamu siapa dan saya juga tidak mau tau. memangnya mengucapkan kata maaf harus melihat status seseorang, minta maaf juga tidak akan menurunkan derajat seseorang." ucap Aca dengan penuh penekanan, ia sangat tidak suka kepada orang-orang yang selalu membanggakan kekuasaan dan berwsikap semaunya sendiri.

Mendengar kata-kata gadis di depannya ini, membuat Djindra terdiam. Ia terus melihat ke arah gadis di hadapannya dengan tatapan sedikit heran. Bagaimana tidak, baru kali ini ada orang yang tidak tahu siapa dia dan berani melawannya. Apalagi ini sorang gadis, bahkan semua gadis di luaran sana beramai-ramai agar bisa dekat dengan dirinya. Tapi yang di lakukan gadis ini malah sebaliknya, dengan cara berteriak dan memarahinya.

Yuda yang baru keluar dari toilet pun segera mencari keberadaan Djindra. Ketika ia tengah sibuk mencari, ia melihat aneh ke sekeliling restoran, 'kenapa semua orang berdiri, melihat apa mereka'. Yuda pun mengikuti kemana arah semua orang melihat, betapa terkejutnya dia melihat sepupunya itu sedang berdebat dengan seorang gadis.

"J kau kenapa... Ada apa ini.." tanya Yuda menghampiri.

"Gadis ini seenaknya menyuruhku minta maaf pada pelayan itu.. dia tidak tau saja siapa aku.." jawab Djindra ketus, sambil menunjuk ke arah gadis yang dia maksud dengan dagunya.

"Kakak teman orang ini.. tolong beritahu teman kakak untuk belajar sopan santun dan tata Krama.." ucap Aca yang masih sebal dengan Djindra.

"Beraninya, KAU." ucap djindra marah.

"Sstt.. ya nanti saya beritahu dia, saya mewakili teman saya minta maaf ya.. nanti semuanya akan kami ganti, jadi pelayan itu tidak akan kena masalah." ucap Yuda memberi pengertian.

Mendengar hal itu, Aca pun sudah tidak memperdulikan kedua laki-laki itu. dia lebih memilih membantu pelayan tadi yang masih sibuk membereskan makanan yang terjatuh di lantai.

Yuda pun segera mengajak Djindra untuk pergi dari sana dan menuju ke ruang VIP untuk menemui kakak mereka Djoena yang sudah menunggu dari tadi.

*******

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang