Hangatnya sinar mentari menyapa semua orang di muka bumi. Pagi yang cerah menandakan di mulainya aktifitas semua orang, ada yang berangkat sekolah, memasak, berangkat bekerja dan lain sebagainya.
Di sebuah panti juga semua orang tengah memulai aktifitasnya. Anak-anak panti yang tengah sarapan pagi bersama juga kan bersiap memulai aktifitas sekolahnya. Mereka semua tampak bersemangat sekali untuk memulai hari mereka. Aca yang melihat itu semua pun di buat gemas sendiri, ia sangat senang kalau melihat anak-anak yang ada di panti semua terlihat ceria dan sehat. Aca sangat bersyukur saat melihat anak-anak panti di tengah kekurangan kasih sayang orang tua untuk mereka tapi bisa hidup dengan penuh kebahagiaan.
"kamu kenapa senyum-senyum sendiri Ca."
"eh.. gak bu, Aca hanya ikut bahagia melihat anak-anak ceria dan bahagia hidupnya. walau dari mereka banyak yang sekarang menjalani hidup sendirian tanpa orang tua, tapi mereka masih bisa tertawa bahagia." ucap Aca yang sedikit terharu karena suasana yang tercipta.
"kalau mereka yang sendirian di dunia ini saja bisa tersenyum seperti itu, harusnya kamu juga bisa Ca.. apalagi kamu masih punya satu orang tua lagi, masih ada kedua abang kamu malah sekarang di tambah lagi bonusnya mempunyai dua kakak ipar yang sangat sayang dan peduli sama kamu. Di balik rasa kehilangan kita karena Tuhan mengambil sesuatu yang sangat kita cintai dan sayangi, tapi Tuhan juga telah menggantinya berkali-kali lipat kan. Jadi kita harus tetap bisa tersenyum dan selalu bersyukur Ca bagaimanapun kondisi kita. Semua pasti ada hikmah dan tujuannya masing-masing." jelas bu Ratna dengan lembut.
Inilah yang selalu membuat Aca betah dan selalu ingin datang kembali ke panti asuhan ini. suasana yang hangat dan kekeluargaan sangat begitu terasa. bahkan bu Ratna sudah menganggap Aca sebagai anaknya sendiri, ia selalu memberikan nasehat dan menjadi sandaran ketika Aca membutuhkan tanpa perlu diminta terlebih dahulu. Di tempat panti asuhan ini selain Aca merasa tenang, Aca juga bisa mengingat kenangannya sewaktu kecil bersama sang ayah.
Betapa dulu Aca begitu sangat di sayang dan di manja oleh sang ayah. Karena Aca merupakan anak perempuan satu-satunya dan yang selalu diharapkan oleh sang ayah. Dulu ayah Setyo mengharapkan seorang putri kecil yang cantik dan manis agar ia bisa memanjakannya, mengingat beliau sudah memiliki dua putra sebelumnya. Ayah Setyo tidak bisa memanjakan kedua putranya, karena bagi ayah Setyo seorang laki-laki harus diberikan didikan yang keras, disiplin dan tegas. Karena menurutnya seorang laki-laki kelak akan menjadi seorang pemimpin di kehidupannya. Jadi ayah Setyo hanya berharap memiliki seorang puti kecil yang bisa ia manjakan, dan semua itu bisa di wujudkan oleh kehadiran Aca.
Aca yang mengingat masa lalunya bersama sang ayah pun tanpa terasa meneteskan air matanya. Ia selalu mudah menangis ketika mengingat sang ayah, Aca benar-benar kehilangan sosok seorang ayah yang memanjakannya. Melihat tangisan Aca bu Ratna hanya bisa memberikan semangat melalui pelukannya. ia paham betul tentang apa yang sekarang tengah Aca rasakan.
"udah ah.. kenapa pagi-pagi jadi cengeng gini sih suasananya. ibu jadi ikut nangis ini gara-gara kamu." ucap bu Ratna yang mencoba mencairkan suasana.
"kamu juga kenapa sih Ca dah gede juga masih nangis aja. Gimana kalau nanti punya suami kalau masih gampang nangis aja kerjaannya, apa gak malu. Atau jangan-jangan nanti ketika kamu sudah punya anak, ketika anak kamu nangis kamu juga ikut nangis lagi bukan menenangkannya." kekeh bu Ratna yang sedikit menggoda Aca.
"Ah.. bu Ratna apaan sih kok bilang kaya gitu. Aku juga belum kepikiran untuk nikah dalam waktu dekat bu, itu masih jauh dalam angan ku bu." tutur Aca yang tertawa kecil mendengar godaan dari bu Ratna.
"eh.. gak baik anak perempuan bilang begitu, pamalih kalau kata orang sunda mah. Nanti jodohnya beneran jauh loh Ca, emang kamu gak takut apa kalau beneran terjadi kaya gitu."
"ya bukan maksud Aca seperti itu bu. tapi memang Aca belum memikirkan soal pernikahan bu. Aca sekarang sedang semangat-semangatnya dan fokus untuk mengembangkan usaha Aca bu. kalau masalah jodoh ya nomer sekian lah buat Aca." jelas Aca perlahan.
"Tapi kamu itu sudah dewasa Ca. umur kamu udah berapa coba. masalah usaha kan bisa tetap kamu jalankan walau kamu sudah menikah. malah kalau menurut ibu nih, dengan kamu menikah kamu jauh lebih tenang nantinya." ucap Bu Ratna dengan lembut agar Aca tidak tersinggung.
"maksud bu Ratna lebih tenang apanya bu.."
"ya lebih tenang dalam segala hal ketika menjalani semuanya. yang pertama kamu akan lebih tenang karena ada yang bisa menjaga kamu syukur-syukur juga bisa mensuport dan bantu kamu. Terus yang kedua kamu jadi punya tempat untuk bertukar pikiran, mengeluarkan keluh kesah kamu. yang ketiga kamu juga bisa terhidarkan dari paksaan bundamu tuk segera menikah. Hayo jujur sama ibu, kamu selalu di desak kan sama bunda untuk segera menikah." ucap bu Ratna.
"hmm.. kalau soal di desak untuk segera menikah udah dari lama bu. malah sekarang akhir-akhir ini makin menjadi - jadi bunda maksanya. hampir setiap hari kalau di rumah selalu saja bicaranya soal pernikahan. dan setiap minggu selalu saja ngajak aku untuk di kenalkan dengan anak-anak teman bunda untuk di jodohkan. sudah berulang kali aku menolak, tapi tetap aja bunda gak menyerah juga." keluh Aca.
"itu tandanya bunda Nita ingin ada yang bisa melindungi putri kecilnya ini sayang. coba kamu pikirkan lagi, kenapa bunda kamu selalu memaksa untuk kamu segera menikah. ya itu karena bunda ingin melihat kamu hidup bahagia dengan keluarga kecil kamu Ca. jadi bunda Nita juga bisa tenang dan gak perlu menghawatirkan kamu lagi karena kamu sudan bahagia dan sudah ada yang bisa melindungi kamu sepenuhnya. sekali-kali coba kamu renungkan apa yang ibu tadi bicarakan ke kamu dan keinginan bunda kamu ya sayang." ucap bu Ratna yang sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Aca sendirian.
Kalau menelaah ucapan dari bu Ratna memang semuanya benar dan faktanya memang seperti itu. Tapi Aca masih belum ingin terikat oleh sebuah hubungan apalagi itu hubungan pernikahan. Aca ingin bebas menjalankan kehidupannya terlebih dahulu tanpa merasa di kekang dan harus terbebani oleh kewajibannya ketika ia bersatus sebagai seorang isti nantinya. Aca ingin meraih apa yang Aca cita-citakan dan inginkan dengan usahanya sendiri. setelah Aca merasa puas dengan hasil yang ia peroleh nantinya barulah ia akan memikirkan tentang berkeluarga.
Apalagi mengingat sekarang dirinya saja tidak mempunyai pasangan atau kekasih, itu akan sangat mustahil mewujudkan keinginan semua orang terutama budanya untuk Aca segera menikah. Aca ingin ketika sudah memutuskan untuk menikah, Aca akan mengabdi dan memfokuskan dirinya pada suami serta keluarga kecilnya kelak tanpa dibayang-bayangi rasa penyesalan di kemudian hari karena belum mencapai impiannya.
*******
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
RomansaTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
