🪐 C&B 97

286 36 7
                                        

C&B 96 ada di Karyakarsa. 

Link ada di bio. 

Atau bisa cari langsung dengan username yang sama.



Djindra berjalan menyusuri lorong dengan sedikit berlari, seolah sedang berkejaran dengan waktu. Dia benar-benar khawatir dengan keberadaan istrinya. Kenapa Aca bisa datang ke Big House? Darimana dia tahu tentang tempat ini? Apa yang telah terjadi sebenarnya hingga memicu Aca datang kemari? Begitu banyak pertanyaan yang berdesakan dalam kepala Djindra. Tapi satu yang pasti dia harus secepatnya menemukan keberadaan istrinya itu. 

"Aku tidak akan melupakanmu wanita murahan. Kau merebut kekasihku, orang yang aku cintai dari sisiku. Aku yang seharusnya berada di sisi Djindra. Aku yang seharusnya menjadi istri sekaligus nyonya Wiratama, bukan kau." Teriak Irrish. 

"Siapa yang kau sebut murahan, hah??" 

"Kak.. kak Aca tidak perlu meladeni dia kak. Ingat kata-kataku tadi, dia di bawah pengaruh obat." Tommy berusaha menenangkan Aca agar tidak terpancing dengan ucapan Irrish. 

Namun sepertinya ucapan Tommy itu hanya angin lalu untuk Aca. Wanita berparas anggun itu justru terfokus kepada sosok tawanan yang ada di hadapannya. Ada rasa tidak terima dalam diri Aca saat dirinya di sebut murahan. 

"Kau. Kau hanya seorang wanita lemah tanpa memiliki kelebihan apapun. Fisikmu tidak jauh lebih bagus dariku, atau bahkan dari para jalang yang pernah tidur dengan Djindra. Kalau tidak karena keluargamu yang kaya, kau tidak ada apa-apanya. Dan keberuntunganmu juga hanya satu, karena kau dan Djindra dijodohkan keluarga sebab itu kalian menikah. Kalau tidak.. Cih.. aku bisa jamin, sekalipun Djindra tidak akan pernah melirikmu." 

Kepalan tangan Aca semakin menguat. Luapan emosi dalam dirinya sudah mencapai titik didih, dan siap meluap ke permukaan. Sejak dulu Aca paling benci kalau ada orang yang meremehkan orang lain. Apalagi kali ini dirinya lah yang sedang di remehkan, sudah tentu Aca tidak akan tinggal diam. 

Aca berjalan lebih dekat ke arah Irrish. Teriakan Tommy yang berusaha untuk mencegahnya, terdengar samar bagi Aca. Karena Aca terus terfokus menatap ke arah Irrish. 

Plak. 

Seketika tangan Aca terangkat dan melayangkan sebuah tamparan keras pada wajah lusuh Irrish. Tidak hanya berhenti disitu, Aca bahkan menarik kencang rambut Irrish ke belakang. Dan cengkraman kuat pada wajah wanita itu. 

"Kau bilang aku hanya beruntung dan tidak lebih cantik darimu? Apa kau tidak berkaca dengan wajahmu yang cacat saat ini, Huh?? Atas dasar apa kau menyamakan aku dengan jalang ataupun dirimu? Kaulah jalang yang sebenarnya, bahkan aku yakin kau rela menjajakan tubuhmu demi segepok uang. Jadi jaga ucapanmu." Dengan kasar Aca menghempaskan wajah Irrish dari genggamannya. 

Mendapat perlakuan kasar dan tamparan dari Aca justru membuat Irrish tertawa dengan keras.

"Hahaha... kau memang murahan sekaligus jalang Aca. Hanya karena rasa balas budi keluarga Wiratama kepada keluargamu, kau mau menikah dengan Djindra yang bahkan sudah pernah tidur dengan puluhan wanita. Apa itu kalau bukan murah, huh? Tapi itu memang pantas kau terima, kau hanya pantas menerima bekas. Harusnya kau mati sejak awal bersama ayahmu, agar aku dan Djindra bisa bersama." 

Brak.

Tommy sangat terkejut melihat perbuatan istri dari bosnya ini. Aca menendang kursi yang sedang terikat dengan tubuh Irrish. Dan tentu saja bersamaan dengan kursi itu tubuh Irrish juga ikut roboh ke lantai. 

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang