🪐 C&B 100

251 23 6
                                        



Matahari sudah terlihat meninggi di balik jendela. Seharusnya semua orang sudah memulai aktifitas masing-masing. Begitu juga halnya dengan Djindra. Pria itu sudah siap dengan setelan kantornya, dan bersiap berangkat bekerja. 

Tapi pada saat dia sedang memasang dasi, Djindra sedikit teralihkan akan sesuatu. Dari pantulan kaca dia melihat seseorang yang masih bergelung selimut di atas ranjang. Sosok itu tidak lain adalah istri Djindra, Aca. 

Sebenarnya Djindra di buat cukup keheranan dengan tingkah istrinya pagi ini. Aca yang terbiasa dan selalu bangun lebih awal, tapi hari ini justru tidak terjadi. Biasanya Aca akan bangun pagi dan langsung membersihkan diri. Setelah itu dia akan turun ke dapur untuk menyiapkan makan pagi bagi Djindra. 

Tapi semua kebiasaan itu tidak ada pada pagi ini. Aca yang biasanya selalu membangunkan suaminya, kini bahkan sampai Djindra selesai berisap justru belum membuka mata. Melihat kejadian yang tidak biasa, jelas membuat Djindra khawatir. Djindra pun mendekat ke arah ranjang untuk memeriksa keadaan istrinya. 

Djindra memperhatikan wajah cantik di depannya yang masih terlelap tidur. Dengan lembut tangan Djindra membelai wajah Aca, mencoba untuk membangunkan wanita itu. 

"Sayang.. apa tidak mau bangun? ini sudah cukup siang. Apa kamu tidak pergi ke galeri hari ini, humh?" 

Bukannya membuka mata, Aca justru merasa nyaman dengan belaian suaminya. Dia hanya menggeliat kecil sebagai respon. 

"Apa kamu sedang tidak enak badan? Bagian mana yang sakit sayang?" 

"Ehmm.. mas, aku tidak sakit. Aku hanya mengantuk. Jadi jangan ganggu aku, biarkan aku tidur." Aca sedikit merengek pada suaminya, merasa kesal karena tidurnya di ganggu. 

Mengantuk? Bagaimana bisa Aca bilang masih mengantuk. Setahu Djindra Aca semalam tidur lebih awal dari biasanya. Bahkan ketika Djindra masih sibuk di ruang kerja, Aca yang biasanya akan menghampiri dirinya pun tidak muncul. Tapi kenapa sekarang justru mengatakan masih mengantuk? 

"Sayang.. apa semalam tidurmu tidak nyenyak? Atau jangan-jangan kamu mimpi buruk? Karena itu masih merasa mengantuk, humh?" 

Makin merasa kesal karena terus saja di cecar pertanyaan. Aca pun membangunkan dirinya untuk duduk, tapi dengan kedua mata yang masih saja terpejam. 

"Aku tidak mimpi buruk, dan tidurku nyenyak semalam. Aku hanya mengantuk sekarang mas. Kenapa tidak mengerti juga sih?!" 

Djindra di buat tertawa sekaligus gemas melihat ekspresi kesal istrinya dengan mata terpejam. Tapi rasa penasaran sudah terlanjur menjalar pada Djindra. Oleh karena itu dia harus mendapatkan jawaban yang pasti. 

Sebuah kecupan pun Djindra daratkan pada kedua mata Aca, agar istrinya itu mau membuka mata. Dan mata Aca pun berhasil terbuka walau hanya sedikit. 

"Kamu benar kan tidak kenapa-kenapa sayang? Tidak ada yang sakit? Mas khawatir." Aca menjawab hanya dengan sebuah anggukan, tapi itu tidak cukup memuaskan Djindra. 

"Huft.. mas.. aku benar tidak apa-apa. Aku hanya mengantuk, apa itu salah?" Djindra pun mengangguk paham. "Lebih baik mas berangkat kerja sekarang. Nanti terlambat, ini sudah sangat siang. Aku janji kalau terjadi sesuatu kepadaku, orang pertama yang aku hubungi adalah mas. Gimana, puas?" 

"Janji?" 

Aca pun mengnggukkan kepalanya dengan yakin beberapa kali. 

"Janji mas sayang.. udah berangakat sana ah, aku mau tidur lagi." Aca sedikit mendorong tubuh suaminya, agar pria itu segera pergi. 

Merasa telah di usir, Djindra pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Semoga saja Aca memang baik-baik saja. Terakhir sebelum pergi, Djindra memberikan sebuah ciuman di kening istrinya yang sudah kembali terlelap itu. Setelah itu Djindra benar-benar pergi ke kantornya untuk bekerja. 

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang