{Kak J aku ada informasi penting untukmu}.
Djindra yang merasa sedikit aneh dengan pesan yang baru saja ia terima. Kenapa James dan Tian bisa mengirim pesan di waktu yang berdekatan, ada apa dengan kakak beradik ini. Djindra tidak langsung membalas pesan dari James, karena Djindra baru saja memasuki lobby kantornya ia lebih memilih untuk memasuki ruangan kerjanya terlebih dahulu baru kemudian membalas pesan James.
{Ada apa James kau punya berita apa}
James
{Kak ada yang menawarkan proyek kepada kita. Terlihat sangat menarik tapi aku tidak berani mengambil keputusan kak, karena aku sedikit ragu saat melihat proposal mereka. }
{Kalau begitu tunggu saja aku kembali James. Rencananya besok aku bersama dengan yang lainnya akan pulang.}
{James apa kau masih belum mendapatkan informasi yang aku minta tentang gadis itu.}
Sooraya gadis yang sudah beberapa hari terakhir ini telah membuat seorang Djindra penasaran. Ya Djindra memang masih penasaran dengan gadis itu, karena itu dia masih meminta James untuk terus mencari informasi. Bukan karena Djindra sudah tertarik dengan gadis itu, hanya rasa penasarannya belum juga terpuaskan karena itu Djindra tidak berhenti mencari informasi tentangnya.
TING
James
{Belum kak. Aku sudah meminta anak buahku untuk mengikutinya di sekitar galeri perhiasan miliknya. Akan tetapi sepertinya beberapa hari ini ia tidak datang ke sana. Karena tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis itu disana.}
Djindra merasa sangat frustasi, kenapa rasanya sangat sulit mencari informasi tentang seorang gadis. Padahal sebelumnya ia sangat begitu mudah ketika mencari informasi seseorang yang dia inginkan. Tapi kenapa kali ini ia merasa seperti selalu menemui jalan buntu.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk.. oh Simon ada apa."
"Permisi kak J,, kak J sudah di tunggu oleh kak Nick di ruang rapat."
"Ada apa, bukankah hari ini kita tidak ada rapat." Tanya Djindra bingung.
"Sepertinya ada yang ingin di sampaikan oleh kak Nick."
Djindra yang merasa aneh segera menelpon Nickholas. Ia seperti mendapatkan sebuah firasat bahwa ini bukan berkaitan dengan perusahaan ataupun pekerjaan.
Tuut.. Tuut..
Djindra
"Kau dimana Nick, ada apa kenapa aku harus ke ruang rapat."
Nickholas
"Kak ada yang ingin ku sampaikan, ini sangat mendesak."
Djindra
"Apa ini soal pekerjaan, kalau bukan katakan disini saja di ruanganku. Aku rasa lebih nyaman berbicara disini."
Nicholas
"Ah baiklah kak, kalau begitu aku kak Joe dan dia akan segera kesana"
"Simon.. apa kita kedatangan tamu. Kenapa Nick seolah menyebut adanya seseorang."
Seluruh asisten yang bekerja padanya maupun pada sahabat - sahabatnya telah mengetahui bisnis dan profesi kedua dari bos - bos mereka. Termasuk dengan Brian dan Simon, mereka sudah mengetahui semuanya karena mereka juga turut serta di dalamnya.
"A- ada tamu kak.. sepertinya seorang mata - mata." Ucap Simon dengan gugup.
Djindra yang mendengar kata mata - mata dari Simon berubah ekspresi seketika, ia langsung menatap datar ke arah Simon. Simon yang tengah di tatap seperti itu, seketika menundukkan kepalanya ia tak berani untuk membalas tatapan dari seorang Djindra.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
Roman d'amourTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
