Sudah berjalan lebih dari dua Minggu kepulangan Aca dan Djindra dari Eropa. Sebenarnya sebelum mereka benar-benar pulang ke Indonesia, keduanya sempat mampir ke Jepang. Namun hanya sehari semalam mereka disana. Karena Djindra mendapatkan telpon penting dari James yang mengharuskan untuk segera pulang. Dan soal perselisihannya dengan Yuna, terpaksa Aca membiarkannya begitu saja. Aca masih bingung harus bersikap seperti apa, dan Djindra juga memahami hal itu.
Mereka berdua berada di Jepang setelah mendengarkan kabar kelahiran dari Hana. Hana terpaksa melahirkan dua Minggu lebih awal karena mengalami pecah ketuban akibat kelelahan. Hanya Aca dan Djindra yang datang, karena yang lainnya masih banyak kesibukan dan kondisi yang tidak memungkinkan.
Seperti Sovia yang juga sedang hamil tidak diperbolehkan untuk terbang karena kehamilannya menyebabkan wanita itu cepat lelah, jadi dokter tidak memberikan izin karena resikonya bisa berbahaya. Sedangkan Nayla, dokter jantung itu tengah hamil muda jadi masih dalam kondisi yang sedang mabuk-mabuknya. Bahkan Nayla harus mengurangi kegiatannya sebagai dokter karena hal itu. Sementara Hera hanya mengirimkan sebuah kado yang ia titipkan melalui Aca. Entah karena alasan apa yang menyebabkan wanita itu berhalangan untuk terbang ke Jepang.
Tidak banyak yang berubah setelah kepulangan dari bulan madu sekaligus perjalanan kerja itu. Baik Aca dan Djindra sudah kembali pada aktivitas masing-masing. Terutama Djindra yang kembali sibuk dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Ditinggalkan pergi begitu saja hampir selama dua bulan, sudah pasti segudang pekerjaan menanti walau ada yang membantu untuk menangani.
Seperti saat ini Aca bersama dengan Rere baru saja bertemu dengan seorang klien. Mereka menyempatkan untuk pergi ke sebuah restoran, karena sudah sedikit lewat dari jam makan siang. Tapi Aca tidak memesan makanan untuk makan siangnya, hanya seporsi yogurt dengan toping bermacam buah berry yang ia pesan.
"Mbak.. mbak Aca yakin gak makan. Cuma makan yogurt emang cukup mbak?" Tanya Rere yang sejak tadi menatap heran ke arah Aca.
"Cukup. Enak tahu Re, seger banget rasanya. Kamu gak mau coba?" Rere segera menggelengkan kepalanya, saat sendok Aca mengarah ke mulutnya.
Bukan sekali ini Rere melihat Aca hanya makan yogurt. Bisa dibilang sejak kepulangannya dari luar negeri, Aca sudah sering makan itu. Hampir setiap hari galeri selalu kedatangan ojek online yang membawa pesanan yogurt untuk Aca.
Rere sedikit begidik geli saat melihat Aca begitu menikmati yogurtnya. Padahal kalau di lihat-lihat Rere tidak akan sanggup memakan itu. Bagaimana tidak yogurt dengan rasa plain itu penuh dengan toping buah yang terkenal dengan rasa asamnya. Tapi Aca memakan itu dengan begitu lahapnya.
"Ehm.. Re, setelah dari sini mbak anterin kamu ke galeri ya. Tapi mbak gak ikut turun, mbak mau langsung pulang aja. Kamu sama Lia gak masalah kan kalau mbak tinggal pulang cepat nanti?"
"Mbak Aca sakit? Kok tumben pulang cepet. Mau aku antar ke dokter aja gak mbak?"
"Apaan sih.. aku gak apa-apa Re. Aku cuma mau ke rumah bunda nanti, jadi gimana? Gak masalah kan." Rere mengangguk sambil menghela nafasnya lega. Ia pikir Aca sedang tidak enak badan.
Setelah menghabiskan waktu selama 45 menit di restoran untuk makan siang, Aca dan Rere segera kembali ke galeri. Dengan Tommy yang sealu setia mengantar Aca kemanapun, mobil mercedes putih itu membelah jalanan menuju Cantik Gallery. Perjalanan itu sendiri tidak membutuhkan waktu lama, karena saat ini belum memasuki jam pulang kantor.
Sesampainya di halaman galeri, Tommy yang berada di balik kemudi merasa sedikit heran saat melihat ke arah belakang. Melalui kaca spion yang ada di tengah, Tommy bisa melihat yang turun dari mobil dan memasuki galeri hanya Rere, sedangkan Aca tetap duduk tenang di dalam mobil. Merasa hal ini tidak seperti biasanya, Tommy pun membuka mulutnya untuk bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
RomanceTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
