WARNING 21+
"A-aarrgghh ..... Terus honey..."
Lengkuhan demi lengkuhan terus saja meluncur dari bibir sang wanita...
"Apa kau menyukainya hmm... Ini baru dua jariku saja... Kau sudah seperti ini.."ucap Djindra dengan dingin.
"Yes.. honey.. a-ku menyukainya..." Ucap sang wanita.
Ya Djindra terus memainkan kedua jarinya di dalam inti dari sang kupu-kupu malam itu,, tangan yang satunya pun tak tinggal diam,,dia menyentuh dan memainkan titik sensitif lainnya dari wanita itu yang juga menjadi favorit semua pria.. Djindra terus mempermainkan tangannya tanpa henti dengan tempo yang sedikit cepat,,hingga sang wanita mencapai puncaknya.
"Sekarang lakukan tugasmu..." Ucap djindra.
Wanita itupun segera melakukan tugasnya dan mengeluarkan sesuatu yang sudah nampak sesak dari tadi di dalam sana. Sang kupu-kupu malam pun melakukan tugasnya dengan sangat ahli karena itu memang keahlian yang ia miliki, membuat Djindra serasa dibawa terbang ke atas awan.
Djindra pun semakin menikmati permainan wanita tersebut, karena sang wanita mulai mempercepat temponya. Hingga pada akhirnya Djindra pun mencapai puncaknya.
Saat sang wanita itu mencoba mencium bibir Djindra untuk mengajaknya ke permainan inti. Namun dengan cepat Djindra segera mendorong wanita itu hingga terjatuh di lantai.
"Aku sudah tidak berselera denganmu.. cepat pergi dari sini..."ucap Djindra.
"Tapi honey.. kita belum ke permainan intinya.."ucap sang wanita sambil mencoba merayu.
"Kau ingin pergi dari sini dalam keadaan hidup..atau pergi dengan tinggal nama.." ucap Djindra dengan sorot mata yang tajam.
Wanita itupun ketakutan melihat sorot mata itu.. ia pun segera memakai pakaiannya dan berlari pergi dari kamar itu.
Di luar kamar hotel itu sudah ada sosok laki-laki yang menunggu. Ia adalah James orang kepercayaan Djindra di perusahaan. James dan adiknya Tian,, di temukan Djindra di jalanan dalam keadaan yang mengenaskan. Merasa hidupnya telah di selamatkan,, tentu ke dua kakak beradik itu akan loyal dan setia kepada Djindra,, terbukti mereka menjadi kaki tangan Djindra sekarang dalam menjalankan bisnis gelap dan perusahaannya.
Melihat ada yang keluar dari kamar itu, James pun segera masuk ke dalam. saat masuk ke dalam kamar hotel, ia melihat bos yang sudah di anggap kakaknya sendiri itu sedang membetulkan pakaiannya.
"Kau sudah selesai kak .. tumben cepat sekali kali ini.. apa dia sepayah itu.." tanya James meremehkan.
"Aku tidak berselera dengannya... Oh ya bagaimana tawanan itu.. apa dia sudah mengakui perbuatannya.." ucap Djindra.
"Belum.. dia masih menutup mulut,, walau Tian sudah menghajarnya habis-habisan,, sepertinya kita akan sulit mendapatkan informasi kali ini .." tutur James, sebelumnya ia sempat menelpon adiknya menanyakan tentang tawanan tersebut.
Mereka pun segera menuju ke markas atau yang biasa di sebut dengan Big House,, tempat dimana biasanya Djindra menyekap tawanannya. Djindra tidak pernah membiarkan orang lain mengusiknya. Dia tidak akan pernah tinggal diam terhadap orang yang sudah berani mengganggunya.
Di rumah besar yang terlihat seperti tempat tinggal biasa bila di lihat dari luar,, tapi ketika berada di dalam hanya suasana mencekam yang akan terasa. Disinilah Djindra menjalankan bisnis gelapnya dan menawan orang-orang yang sudah berani mengusiknya.
Brraakk...
"Kau masih tidak mau mengaku siapa yang menyuruhmu.."ucap Djindra
"Cuuiihh.... Aku tidak akan mengatakannya,, KAU PASTI AKAN HANCUR J,, LIHAT SAJA NANTI" teriak laki-laki itu.
Bugh.. bugh... Bugh..
Tian terus menghajarnya tanpa henti..
"Sstt... Cukup Tian,, kau membuang tenagamu saja.. baiklah kalau kau tidak mau mengatakannya,, kita akan mulai bermain saja kalau begitu.. kau ingin bermain dengan yang mana... Yang ini (pist*l)... Atau dengan yang ini (pis*u kecil)..."ucap Djindra
"Ahh... Tapi sepertinya aku lebih suka dengan yang kecil ini... Dia terlalu menggemaskan bukan,, bagaimana menurutmu..."ucapnya lagi.
James dan Tian pun memundurkan langkah mereka beberapa langkah dan diam melihat apa yang Djindra lakukan. Bagi mereka bukan sesuatu yang mengagetkan apa yang ada di hadapan mereka Sekarang. Pemandangan yang sudah sering mereka lihat ketika ada yang berani mengganggu ketenangan dari seorang Djindra.
Djindra atau yang lebih dikenal dengan sosok Mr. J dikalangan mafia,, tidak akan pernah melepaskan siapapun yang menjadi musuhnya.
***
Djindra Adi Wiratama, seorang mafia berdarah dingin,,yang terkenal dengan ketegasan dan kekejamannya. Dalam dunia mafia tidak ada satupun yang tidak kenal dengan seorang Djindra. Mendengar namanya saja sudah membuat bulu kuduk lawannya berdiri menegang. Begitu juga sebaliknya tidak ada satupun lawan yang membuat takut seorang Djindra. Ia tidak akan segan-segan melakukan apapun untuk membalas perbuatan orang yang sudah berani berbuat jahat kepadanya.
Selain dikenal sebagai seorang mafia,, Djindra juga di kenal sebagai pembisnis. Djindra adalah seorang CEO dari JD Diamond grup, perusahaan yang ia dirikan dengan kerja kerasnya, dan hanya sedikit bantuan diawal dari orang tua dan kakaknya. Pekerjaannya sebagai seorang CEO yang awalnya hanyalah sebuah kamuflase jati dirinya sebagai mafia,, namun darah keturunan dari keluarga pebisnis yang membuat dia juga tidak pernah main-main dalam hal berbisnis, terbukti dengan banyaknya anak perusahaan dan cabang yang sudah berdiri di dalam dan di luar negeri.
Kalau dalam dunia bisnis dan mafia tidak ada yang di takuti oleh seorang Djindra,, tapi lain halnya pada saat ia berada dalam keluarga. Ia begitu menyayangi dan menghormati keluarganya,, tidak ada yang bisa menggantikan tempat keluarga di hatinya. Tapi dia cukup jengah di saat sang mami yang terus-terusan mengusik dan menanyakan tentang pernikahannya. Padahal orang tuanya itu sudah mendapatkan seorang cucu dari sang kakak.
Djindra belum pernah terfikir untuk menikah di usianya yang baru menginjak 30 tahun,, bahkan terbesit pun sama sekali tidak pernah. Karena menurutnya wanita hanya sebuah beban baginya. Dan dia juga masih tidak mau terikat dalam sebuah hubungan,, ia masih ingin bebas menikmati kesendiriannya.
Apakah seorang Djindra tidak memiliki hasrat terhadap wanita,, tentu tidak bahkan seorang Djindra bisa melampiaskannya dengan wanita yang berbeda-beda setiap harinya. Hal itu ia lakukan untuk melampiaskan emosi yang ada dalam dirinya. Tapi bukan berarti seorang Djindra bisa melakukan hubungan dengan wanita sembarangan,, ia termasuk orang yang pemilih dalam hal memilih teman ranj*ng untuk menghabiskan malam panjangnya,, karena ia sadar betul tentang kesehatan dan masa depannya. Bagaimanapun di masa yang akan datang ia harus memiliki keturunan, dan dia tidak mau suatu saat nanti dirugikan oleh perbuatannya sekarang.
"Aaarrgghh..." Teriak tawanan itu.
Seakan tidak peduli dan menulikan telinganya,, J terus saja menggerakkan tangannya. Setelah puas bermain-main dengan benda kecil diatas tub*h dan wajah tawanannya,,ia pun keluar dari sana.
"Kau akan kemana kak..." tanya Tian
"Pulang... Kalian awasi terus dia,, kalau perlu biarkan dia kelaparan.." ucap j
Djindra pun mengendarai mobilnya menuju mansion keluarganya. Mansion yang nampak besar dan mewah itu di tinggali oleh kedua orang tuanya,, seorang kakak laki-laki beserta kakak iparnya,, dan seorang keponakan laki-laki yang sudah berusia lima tahun. Keluarga yang harmonis namun sangat sibuk dengan dunianya masing-masing.
*******
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
RomanceTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
