🪐 C&B 78 A

551 29 22
                                        


"Tidak bisakah kamu menghargai aku. Aku ini suami kamu, pasangan hidup kamu. Tapi kenapa kamu seolah menganggap aku ini tidak ada."

"Lantas kalau kamu suamiku, kamu berharap apa. Kamu berharap aku akan hormat kepadamu?! Apa aku harus selalu menunduk dan menurut atas semua ucapanmu? Begitu?! Apa kamu lupa kita bisa menikah karena apa? Karena kecelakaan, dan semua itu bersumber dari perbuatan bejat kamu. Dan kalau bukan karena aku hamil, aku tidak akan menikah denganmu. Satu lagi.. bukankah kamu sudah menerima kesepakatan yang aku ajukan sebelum menikah?! Jangan pura-pura lupa itu, lalu kamu sekarang menuntut hak seorang suami kepadaku!!"

"Aku tidak menuntut hak ku sebagai seorang suami. Melainkan aku mengingatkan kewajiban dirimu sebagai seorang istri, yang seharusnya menjaga martabat suaminya. Seharusnya kamu menjaga harkat dan derajat rumah tanggamu, dimana disitu bukan hanya ada aku tapi juga ada kamu. Apa kamu lupa saat ini kita sedang kedatangan siapa? Kedatangan keluarga, yaitu kakak sepupumu. Apa kamu tidak merasa malu, kalau sampai dia tahu keadaan rumah tanggamu yang sebenarnya seperti apa. Tidur terpisah berbeda kamar, kamu bahkan tidak melakukan kewajibanmu sebagai istri. Bahkan hanya untuk sekedar membantuku menyiapkan keperluan untuk aku bekerja saja tidak. Bagaimana kamu akan memperlihatkan wajahmu dihadapannya? Lantas mereka akan berkata, aku sebagai laki-laki tidak bisa mendidik seorang wanita yang berstatus sebagai istriku. Kalau sudah begitu siapa yang akan tercoreng mukanya disini, apa hanya aku?!"

Joenathan sekuat tenaga menahan emosinya agar tidak meledak, sekalipun nada suaranya sudah mulai meninggi. Bagaimanapun dia tidak boleh lepas kontrol, karena yang dia hadapi saat ini adalah wanita yang merupakan istrinya sendiri. Apalagi istrinya ini tengah hamil anaknya, walaupun situasinya semakin mendesak emosinya. Joenathan akan menahan semuanya demi kesehatan anak dan istrinya.

Sementara itu Sovia terdiam sejenak mendengarkan itu semua. Kenyataannya memang saat ini di rumahnya telah kedatangan kakak sepupunya juga suaminya. Sejak tiga hari yang lalu mereka tinggal disini dan sejak saat itu juga Joenathan berusaha membujuknya untuk mau tidur satu kamar.

Joenathan ingin menampilkan citra pasangan harmonis sekalipun nyatanya itu tidak sama sekali. Sovia yang tidak suka akan kepura-puraan jelas merasa keberatan akan ajakan tersebut. Sejak menikah dan tinggal di mansion Joenathan, mereka berdua memang tidur di beda kamar. Dan itu juga menjadi salah satu kesepakatan yang Sovia ajukan.

Sovia telah berusaha untuk menerima keadaan kalau dia telah menikah dengan Joenathan. Akan tetapi rasanya tetap sulit dilakukan, terlebih kalau teringat penyebab mereka bisa menikah. Sebab itu walau telah menikah selama hampir lima bulan, Sovia masih berat menjalaninya. Bahkan ia tidak berusaha mencoba untuk menutupi dari kakak sepupunya sendiri.

"Aku tidak peduli. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi memang kenyataannya keadaan kita seperti ini. Jadi jangan memaksaku untuk berpura-pura."

Di dalam bathtub yang berisikan penuh dengan air dan busa itu, seorang wanita menghela nafas beratnya berulang kali. Wanita itu seolah sedang memutar ulang semua kata-kata dan adegan yang tadi pagi tidak sengaja ia dengar.

Wanita itu adalah Aca. Ya Aca tidak sengaja mendengar perdebatan yang terjadi antara Sovia dan Joenathan, sesaat setelah ia keluar dari kamar untuk menyiapkan keperluan suaminya bekerja. Aca terus merenung dalam diamnya, aromaterapi yang dia pasang tidak berhasil mengalihkan pikirannya.

Aca sama sekali tidak menyangka kalau adik sepupunya itu belum juga merasakan bahagia bahkan menerima pernikahannya saja sepertinya belum.

'Apa memang sesulit itu menerima pernikahan yang dilakukan secara mendadak. Kenapa rasa terpaksa belum juga hilang walau sudah tinggal bersama sekian lama. Apa mas Djindra juga merasakan hal yang sama.. bahkan kami juga menikah kurang dari satu tahun setelah bertemu. Meski perlakuannya selalu baik terhadapku, tapi tidak menutup kemungkinan itu hanya sebuah kamuflase saja kan.'

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang