🪐 C&B 59

441 29 1
                                        


Derap langkah kaki seseorang memasuki kawasan perkantoran dengan sedikit tergesa-gesa. Seorang pria membawa sebuah map dengan raut wajah penuh kepanikan dan rasa tegang.

Pria itu datang dari firma hukum yang cukup terkenal di Indonesia. Dia juga merupakan sahabat dari pemilik sekaligus  pimpinan dari perusahaan ini.

"Apa dia ada di ruangannya James."

"Kak Harvey.. ada apa kak, kenapa datang ke kantor. Apa ada masalah dengan salah satu kontrak?

James cukup terkejut dengan kedatangan orang yang ada di hadapannya sekarang. Pria dengan tubuh tegap ini sangat jarang datang langsung ke kantor, sekalipun statusnya adalah tim hukum perusahaan.

Di adalah Harvey Drew Abraham, seorang pengacara terkenal sekaligus sahabat dari Djindra Wiratama. Bisa dikatakan Harvey adalah salah satu orang kepercayaan Djindra.

"Kau tinggal jawab James, dia ada atau tidak di ruangannya."

Karena melihat wajah Harvey yang sangat serius sekaligus tegang, tanpa pikir panjang lagi James langsung mengantarkannya ke ruangan CEO.

"Aku sudah bilang, kalau aku sedang tidak ingin di ganggu James. Kalau ada berkas penting, taruh saja di atas meja."

Djindra yang sedang berdiri menghadap ke jendela, tidak melihat siapa yang datang ke ruangannya. Tapi dia yakin kalau itu adalah James.

"Tapi sepertinya kau harus memberikan perhatian khusus pada yang satu ini tuan Djindra."

Saat mendengar suara yang bukan merupakan suara James, Djindra pun memberikan atensinya. Dia pun sedikit terkejut melihat keberadaan sahabatnya disana.

"Vey, sedang apa kau datang kemari."

Sebelum menjawab pertanyaan dari Djindra. Harvey lebih dulu meminta James untuk menutup rapat pintu yang ada diruangan itu. Karena yang akan ia sampaikan ini termasuk hal yang sensitif.

"Sebelum aku jawab pertanyaanmu, aku ingin bertanya terlebih dahulu J. Apa kau sedang terlibat dalam sebuah masalah. Atau ada dari salah satu sahabatmu di Black Tiger yang terlibat masalah dan kau ikut terseret di dalamnya."

Harvey merupakan sahabat Djindra sejak lama. Mereka berkuliah di kampus yang sama waktu di Amerika, dan tentu saja Harvey mengetahui dengan detail apa profesi lain seorang Djindra.

Hanya saja Harvey menolak ketika di ajak bergabung ke dalam Black Tiger. Dan dia lebih memilih membantu Djindra dengan cara lainnya dan sesuai kemampuan yang dimilikinya.

"Apa yang kau bicarakan Vey, aku tidak paham."

Harvey pun memberikan sebuah map berwarna merah yang telah ia bawa tadi. Ketiganya saat ini tengah duduk di sofa dalam kondisi cukup tegang.

Dengan pikiran yang masih bertanya-tanya, Djindra pun membuka map tersebut.

"Apa ini Vey, laporan polisi. Maksudmu apa?"

"Bukankah aku sudah bertanya tadi. Dan seperti yang kau lihat disana. Ada sebuah laporan polisi tentang kekerasan seksual. Dan laporan itu di tunjukkan ke salah satu sahabatmu yaitu Joenathan."

"Dan satu lagi, kau harus lihat di halaman berikutnya. Kau juga di laporkan ke polisi dengan tuduhan menyembunyikan pelaku kejahatan dengan sengaja."

Djindra yang mendengar itu sontak membalik halaman pada map yang ada di tangannya. Dan benar saja namanya dengan jelas tertera disana.

Siapa yang melaporkan dirinya. Apakah mungkin dia adalah Sovia. Bukankah dia bermasalah dengan Joenathan, lalu kenapa dirinya juga ikut terseret.

Berbagai macam dugaan langsung memenuhi dalam benak Djindra. Bahkan James yang mendengar itu masih tidak percaya, kalau Djindra juga ikut di laporkan.

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang