TING
Djindra
{Aku sudah sampai di Singapura.}
Aca malam ini sedang berada di ballrom hotel Diamond milik Djindra, ia disana sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk acara pamerannya besok. Saat ia tengah sibuk berkordinasi dengan tim Event organizer, ponsel yang berada di tangannya berbunyi.
Tadi siang setelah menemani Djindra belanja kebutuhannya selama berada di Singapura, Aca memang di antarkan kembali ke galeri oleh calon tunangannya itu. Namun karena hari ini dia memang sudah memiliki janji dengan EO yang akan membantunya untuk pameran besok, makan mereka akhirnya janji bertemu di lokasi acara.
"Ini orang maunya apa sih, terkadang galak kaya singa terkadang juga manis kaya gula gak jelas gini." gerutu Aca saat membaca pesan yang di kirim oleh Djindra.
Di belakang Aca ada Mike yang tidak ngaja mendengar omelannya. "Siapa yang kayak singa nona Aca."
"Yak.. kau mengagetkan aku saja, sejak kapan kau berada di sini." karena terlalu kaget Aca sampai memegang dadanya.
"hehe.. maaafkan saya nona, tadi saya tidak sengaja mendengar ucapan nona dan mengatakan seseorang seperti singa. kalau boleh tau memangnya siapa."
"Sudah berapa kali aku bilang jangan memanggilku nona, aku itu bukan bos kamu. Bukankah kau sudah tau aku ini siapa, jadi bersikaplah biasa saja tidak perlu terlalu formal dan berlebihan seperti itu. Eoh.. yang aku katakan seperti singa itu, siapa lagi kalau bukan pemilik hotel ini." ucap Aca malas.
"hah.. kok bisa jadi kak Djindra. Maksudnya nona.. eh maksud kak Aca, kak Djindra mirip seperti singa begitu." tanya Mike heran.
"iyalah.. apalagi kalau sedang galak, kaya singa kelaparan dan bersiap ingin menerkam mangsanya. Tapi aku mau tanya, apakah dia mempunyai sedikit kelainan begitu ya."
"hah.. apa lagi ini, kelainan apa maksudnya aku gak paham kak." Mike semakin terheran - heran dengan pertanyaan yang di lontarkan Aca.
"Ck.. ya bos kamu itu punya kelainan. Karena bisa tiba - tiba saja galak kaya singa, tapi juga bisa tiba - tiba manis gak jelas gitu sikapnya. Apalagi kalau bukan di katakan punya kelainan." kesal Aca.
Mike yang mendengar ucapan Aca, mendadak tertawa lepas. Sangat lucu sekali mendengar bosnya itu sedang di ejek oleh calon tunangannya sendiri. Mike sudah mengetahui kalau gadis yang ada di hadapannya sekarang akan bertunangan dengan Djindra. Siang tadi Mike di hubungi oleh mami Tiwi, untuk mengosongkan semua ballroom pada hari pertunangan mereka.
"Yak.. kenapa kau tertawa hah.. bukannya menjawab pertanyaanku tadi."
"Ah... maaf kak, aku hanya merasa lucu saja bisa mendengar kak Djindra di ejek oleh seorang gadis.Tapi sebenarnya kak Aca, walau kak Djindra terlihat keras dan galak di luar, sebenarnya dia adalah orang yang sangat baik dan peduli terhadap orang di sekelilingnya. Percayalah kalau kak Aca sudah di anggap termasuk orang penting baginya, kak Aca akan melihat sisi lain dari seorang Djindra." jelas Mike.
Aca mendengar ucapan dari Mike hanya menatapnya datar. Aca merasa sedikit tidak percaya dengan perkataan Mike itu. Bagi Aca tidak mungkin orang yang terkenal keras di luar, akan menjadi berbeda terhadap orang - orang tertentu kecuali dia memang mempunyai dua kepribadian.
TING
Djindra
{Kenapa kau belum pulang juga dari hotel, apa kau tidak tau ini sudah jam berapa.}
Djindra
{Memangnya apalagi yang harus kau siapkan. Bukankah sudah ada EO dan staf hotel yang membantumu.}
Djindra
{Menginap saja disana, jangan pulang sendiri.}
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
RomanceTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
