🪐 C&B 81

354 38 8
                                        

Seorang pria yang berlumuran darah tengah terbaring di ranjang rumah sakit dan menjalani operasi. Dokter Pramudya sedang melakukan operasi pada daerah sekitar perut, dimana terdapat sebuah luka tusukan disana. 

Sementara itu di luar ruangan operasi tepatnya di ruang tunggu, ada seorang gadis yang sedang menunggu dengan wajah cemas. Ia sampai tidak bisa duduk dengan tenang. Gadis itu adalah Rere, ia sedang menunggu dokter keluar menemuinya untuk memberikan kabar terkait orang yang ia antar kemari tadi. 

"Dokter.. bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?" Rere segera berdiri begitu melihat seorang dokter keluar dari dalam. Dengan tidak sabar ia langsung mencecar dokter itu dengan pertanyaan.

"Tenang nona.. James kondisinya baik-baik saja. Luka tusukan yang dia alami memang cukup dalam, tapi syukurnya bisa kami tangani dengan baik. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir."

"Apa saya boleh bertemu dengannya dokter?"

"Tentu. Saya akan memindahkan James ke ruang rawat inap. Anda bisa menemuinya disana. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu." Dokter Pram pun berpamitan dan mendapatkan anggukan kepala dari Rere.

Dan ya orang yang di tolong dan di bawa Rere ke rumah sakit adalah James. Hal itu bisa terjadi karena...

Flashback On

"KATAKAN SIAPA YANG TELAH MEMERINTAHMU!!!" James berteriak tepat pada pria yang berusaha mencelakai Aca. 

Dengan cara memelintir tangan dan memberikan beberapa pukulan, James berusaha mengintimidasi pria tersebut. Namun pria itu tetap saja bergeming tidak ingin berbicara apapun. Padahal keadaannya sudah dalam kendali James dan beberapa anak buahnya.

Setidaknya ada tiga orang anak buah James sedang memegang erat tubuh pria itu untuk tidak melawan. Tapi sepertinya kesetiaan pria itu terhadap bosnya jauh lebih besar. 

Merasa tidak akan berhasil dan tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari orang lain. James meminta anak buahnya untuk membawa pria itu ke Big House agar bisa di interogasi lebih lanjut. 

Ia juga belum melaporkan hal ini kepada Djindra, James berpikir untuk melaporkannya pada esok hari saja. Sengaja ia lakukan itu agar kosentrasi bosnya tidak terpecah dari acara malam ini, yang terpenting tidak terjadi apapun pada istri bosnya.

"Bos perut anda? Apa anda baik-baik saja?" Mendengar hal itu secara reflek James melihat ke arah perutnya, terlihat darah mengalir dari sana. Ternyata tusukan pisau pria asing itu berhasil mengenai dirinya.

"Aku baik-baik saja. Lebih baik kalian urus saja pria itu, segera bawa dia ke markas." Tiga orang anak buah itu pun mengangguk dengan serempak, secara serentak mereka segera pergi dari sana. 

Sementara itu James mulai merasakan sakit dan tubuhnya sedikit demi sedikit terasa lemas. Sepertinya tusukan itu cukup dalam melukai tubuh James karena terjadi dalam jarak yang sangat dekat.

Saat ini ia tidak mungkin meminta bantuan kepada yang lainnya atau bahkan Tian adiknya, sementara tadi James sudah memerintahkan untuk meningkatkan pengawasan. Terlalu beresiko jika James tetap memaksa salah satu temannya itu untuk membawanya ke rumah sakit.

James sempat berpikir akan pergi sendiri ke rumah sakit, namun darah yang keluar dari tubuhnya semakin banyak saja. Akan sulit baginya untuk berkosentrasi saat mengendarai mobil nanti, karena matanya juga mulai blur saat melihat.

Mencoba untuk tetap tenang, agar dapat berpikir kepada siapa dia harus meminta tolong. Dan terbesitlah sebuah nama yang memang sedang dekat dengannya belakangan ini, nama seorang gadis dan dia adalah Rere. 

Dengan tangan yang sedikit mulai bergetar, James menghubungi Rere. Syukurnya Rere begitu mudah untuk di hubungi, hanya dua kali nada sambung telpon itu sudah terangkat. James segera memberitahu Rere untuk datang ke hotel Diamond. 

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang