Terdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca.
Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
"Kalau melihat mereka tidur begini, sepertinya yang telah terjadi kemarin itu hanya sebuah mimpi."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shakti menatap dengan begitu sungguh-sungguh ke arah dua orang yang sedang tertidur di atas sofa itu. Dua orang itu adalah Djindra dan Aca.
Keduanya dengan begitu setia menemani Grace selama proses melahirkan hingga Shakti datang, walau dengan penuh drama di dalamnya. Bahkan semalam mereka memutuskan untuk tidur di rumah sakit, dan pagi ini muncullah pemandangan yang sedang di lihat Shakti dan Grace saat ini.
"Kamu ini ada-ada aja sayang. Wajar dong kalau mereka sedikit berdebat karena panik. Bagaimanapun ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam menghadapi persalinan. Kayak kamu juga gak panik aja."
Kalau di ingat lagi apa yang sudah terjadi kemarin itu memang sedikit membuat frustasi orang yang melihatnya. Bagaimana tidak, Djindra dan Aca terlibat perdebatan dan saling menyalahkan bahkan sejak perjalanan menuju rumah sakit.
Djindra panik karena merasa dirinya di tekan dengan situasi yang ada. Sedangkan Aca juga bingung harus melakukan apa dan dia melampiaskan semuanya kepada Djindra.
"Hufft... Aku sedikit khawatir dengan rumah tangga mereka besok. Entahlah akan seperti apa jadinya."
"Hah.. memangnya kenapa."
"Kalau di lihat dari apa yang terjadi kemarin. Sangat jelas keduanya bukanlah orang yang mudah mengalah satu sama lainnya. Salah satu dari mereka harus ada yang memiliki ekstra sabar dalam menyikapi setiap permasalahan. Dengan begitu permasalahan yang datang akan lebih mudah untuk di hadapi."
"Ck... Khawatir kamu itu sepertinya terlalu berlebihan sayang. Aku rasa selama ini Aca cukup bersabar menghadapi Djindra, dia sudah banyak belajar. Begitu juga sebaliknya, Djindra aku rasa juga cukup dewasa dalam menyikapi permasalahan."
"Dan sepertinya kamu juga lupa, kalau Aca adalah orang tersabar dan pendiam setelah almarhum ayah. Jadi lebih baik kita doakan saja yang terbaik untuk mereka."
Grace membelai lembut lengan suaminya, dia cukup memahami rasa khawatir yang dimiliki Shakti sebagai seorang kakak.
Akan tetapi suaminya itu juga harus mengerti, bahwa setiap rumah tangga memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan cara penyelesaiannya tidak akan sama pada setiap orang.
Shakti berjalan mendekat ke arah Djindra dan Aca, ia berniat untuk membangunkan keduanya.
Karena bagaimanapun saat ini sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi. Sebentar lagi si kembar akan di antar kemari oleh perawat untuk di berikan asi dari ibunya.
"Ca... Bangunlah ini sudah cukup siang. Sebentar lagi kembar akan datang untuk menyusu."
Aca yang merasa terusik tidurnya, secara reflek menggerakkan tubuhnya dengan cara sedikit menggeliat. Dan gerakan itu secara bersamaan juga membuat Djindra bangun.