🪐 C&B 74

816 38 9
                                        


Pagi hari adalah waktu dimana hampir semua orang di buat sibuk dengan aktivitasnya. Begitu juga dengan Aca. Jadi ini dia bahkan bangun lebih pagi daripada sebelum dia menikah.

Setelah berolahraga kecil dan membersihkan diri, ia bergegas turun ke lantai satu dan segera menuju ke dapur. Hari ini Aca berencana memasak nasi goreng seafood sebagai menu sarapan paginya bersama sang suami.

Tak membutuhkan waktu lama bagi Aca hanya untuk sekedar memasak nasi goreng. Karena bagi dirinya memasak adalah aktivitas yang menyenangkan untuk dikerjakan.

Setelah meletakkan dua piring nasi goreng di atas meja makan. Aca bergegas naik kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya, Djindra. Akan tetapi Djindra rupanya sudah lebih dulu bangun dan sudah berada di dalam kamar mandi.

Tak ingin membuang waktu, Aca pun juga bersiap-siap untuk berangkat kerja.

"Morning baby.."

Melihat istrinya juga berada di walk in closet, Djindra segera memberikan ciuman selamat pagi pada bibir Aca. Dan untungnya Aca belum menggunakan lipstik pada bibirnya. Bisa jadi wajahnya belepotan karena lipstik, sebab Djindra memberikan ciuman yang cukup ganas untuk ukuran sekedar 'morning kiss'.

Djindra segera mengganti pakaian dengan setelan kerja yang sudah di siapkan oleh Aca. Hari ini ia tidak melakukan olahraga, karena pagi ini ia harus segera ke kantor , banyak pekerjaan yang sudah menunggunya.

Namun kegiatannya sedikit terusik dengan aktivitas Aca yang sedang memoles wajahnya, dan pakaian yang dipakai juga cukup rapi. Ingin bertanya istri cantiknya itu akan pergi kemana, namun lebih dulu di potong oleh Aca.

"Mas.. boleh aku bertanya sesuatu."

Djindra lantas menghadap sepenuhnya ke arah Aca. Dia mengangkat kedua alisnya seolah mengatakan 'ingin bertanya apa'.

"Mas.. sebenarnya apa isi dari ruangan pojok itu? Kenapa aku tidak bisa membukanya?"

Apartemen milik Djindra ini terbilang cukup luas, karena merupakan unit dengan desain customize. Desain dan bentuknya berbeda dengan unit lain yang berada di gedung yang sama.

Unit yang Aca dan Djindra tempati sebenarnya terdiri dari beberapa unit yang di jadikan satu. Terletak di lantai teratas, unit ini penggabungan dua unit ke kanan dan ke kiri lalu dua unit ke atas. Dan dilengkapi dengan pengamanan finger print di setiap pintu.

Sejak kedatangannya ke apartemen, sidik jari Aca sudah terdaftar di apartemen milik Djindra sebagai pemilik kedua. Di setiap pintu kamar Aca bisa mengaksesnya, namun hanya satu pintu yang tidak bisa ia akses.

Pintu ruangan yang terletak tepat di samping ruang olahraga dan terletak di sudut lantai satu. Karena selain sidik jarinya tidak bisa berfungsi disana, pada ruangan itu juga terdapat sandi yang harus di masukkan. Dan Aca tidak tahu apa sandinya.

Rasa penasaran Aca sudah ada sejak lama namun selalu saja teralihkan. Tapi saat dia berolahraga tadi, rasa penasaran itu muncul kembali. Dan ia ingin menanyakan langsung kepada suaminya.

"Kenapa memangnya, untuk apa kamu menanyakan ruangan itu."

"Aku hanya ingin tahu itu ruangan apa, siapa tahu itu gudang. Karena aku ingin meletakkan sesuatu disana, dan bermaksud untuk membersihkannya juga."

"Tidak perlu.. bukankah sudah mas beritahu letak gudang ada di pojok dekat bawah tangga. Dan kamu tidak perlu repot-repot untuk membersihkan rumah ini. Karena biasanya akan ada pembantu dari rumah mami yang datang bertugas membersihkan setiap hari."

Nada bicara Djindra terdengar sangat dingin dan tegas. Ia merasa terusik sekaligus tidak suka jika Aca bertanya tentang ruangan itu. Karena ruangan itu adalah ruang rahasia yang memang seharusnya tidak boleh di ketahui oleh Aca.

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang