"James. Ayo kita kembali..." Potong Djindra yang langsung melangkah keluar dari restoran.
Melihat apa yang di lakukan Djindra sontak membuat para sahabatnya tertegun heran pun juga begitu dengan Aca. Ia merasa bingung kenapa Djindra bersikap seperti itu. Sedangkan James segera berlari menyusul Djindra yang sudah keluar terlebih dahulu.
"Lama banget sih James, cepat buka pintunya kita balik kantor sekarang." Djindra sudah tidak bisa menahan emosinya saat melihat kedatangan James.
James mengendarai mobilnya dengan perasaan tidak tenang sekaligus heran. Sebenarnya apa yang terjadi terhadap orang yang sedang duduk di sampingnya ini dan apa hubungannya dengan gadis itu. Walaupun dia sudah tau gadis itu adalah gadis yang selama ini di cari informasinya oleh bosnya, tapi tetap saja James bertanya-tanya apa yang telah terjadi dan ada salah apa.
Sesampainya di kantor tepatnya di ruangan kerja Djindra, ia memberi pesan kepada James dan sekretarisnya bahwa dirinya tidak ingin di ganggu oleh siapapun dengan alasan apapun. Djindra benar - benar ingin sendiri agar ia tidak terbawa oleh emosi.
"kenapa aku harus emosi melihat dia. Bukan salahnya bila mereka bertemu, dan bukan salah Gio juga kalau dia tertarik kepada Aca. lalu kenapa aku harus emosi."
"Aarrrgghhh...." Djindra berusaha meluapkan emosinya.
Djindra benar - benar tidak paham dengan perasaannya sendiri. Apa sebenarnya yang membuatnya emosi, Gio kah atau Aca atau Djindra tidak terima kalau mereka dekat. Djindra pun menarik nafasnya dalam - dalam agar tidak semakin larut dalam amarah, ia memutuskan untuk mengalihkan pikirannya dengan bekerja.
Hingga saat waktu bekerja telah usai Djindra masih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang menumpuk. Tak melihat Djindra keluar dari kantornya semenjak kembalinya mereka dari makan siang tadi membuat James memberanikan diri untuk mengetuk ruangan itu. Walau sudah ada peringatan sebelumnya bahwa dia tidak ingin di ganggu, namun James tidak memperdulikan itu ia lebih ingin tau kondisi bosnya itu seperti apa.
'tok..tok..tok..'
'tok..tok..tok..'
"masuk.."
James pun mencoba masuk kedalam dengan sangat perlahan. "Kak J ini sudah lewat waktunya pulang, apa kau tidak ingin pulang." ucap James lirih.
Dengan tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang sedang memperlihatkan pergerakan saham perusahaan "kalau kau ingin pulang, pulanglah. aku bisa pulang sendiri nanti."
"tapi kak J apa kau tidak ingin istirahat, bahkan ini sudah menunjukkan pukul tujuh malam kak."
"apa kau tidak paham dengan ucapanku tadi James. aku tidak perlu mengulangi kata - kata itu lagi bukan." dengan nada datar dan menatap tajam ke arah James, seolah Djindra benar - benar merasa terganggu dengan pertanyaan tadi.
James yang mendapat tatapan tajam dari Djindra hanya bisa menghela nafasnya. James pun berpamitan kepada Djindra untuk pulang terlebih dahulu. Dengan berat hati James meninggalkan Djindra sendirian di ruangan itu.
James rencananya akan pulang ke Big House karena memang selama ini tinggal disana. Ia berharapa sahabat - sahabat Djindra akan berada di sana, James akan bercerita tentang kondisi Djindra tadi.
***
Sesampainya James di markas mereka ia langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. Akan tetapi sebelum memasuki kamar ia sempat melihat sahabat - sahabat Djindra sedang berkumpul di ruang santai. Mereka bermaksud ingin mengadakan malam bujang untuk Yuda yang besok akan segera menikah dengan Nayla.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
RomanceTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
