🪐 C&B 77

685 28 8
                                        



"Tumben G, kau datang kemari. Gak liburan sama Hera? Eh.. ngomong-ngomong semenjak kalian berhubungan, aku lihat makin sering saja kau datang kesini. Kantor disana gimana, ada rencana mau pindah kesini?"

Masih dalam rangka suasana liburan awal tahun. Suasana kota Jakarta tidak seramai atau sepadat pada hari biasa. Karena kebanyakan warga Jakarta masih menikmati liburan mereka dengan mengunjungi tempat-tempat wisata bersama keluarga. Jadi bisa dipastikan kepadatan akan terjadi di daerah sekitar tempat wisata.

Tapi pada H-1 menjelang hari efektif kerja pada esok hari, rumah Yuda kedatangan tamu malam itu. Rumah yang di tempati Yuda bersama dengan Nayla istrinya itu kedatangan tamu yang merupakan sahabat mereka sendiri.

Tamu itu adalah Gio yang sudah sejak beberapa hari yang lalu ada di Indonesia. Yuda dan istrinya sendiri tidak pergi berlibur. Mengingat kondisi Nayla yang tengah berbadan dua, mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan istirahat di rumah.

Terlalu beresiko bagi kandungan Nayla yang masih berusia muda jika memaksakan berlibur. Bahkan sekedar pergi mengunjungi rumah orang tua saja Nayla sudah mengeluh lelah dan tidak betah.

Kembali pada Gio yang siang itu datang dengan wajah yang sedikit menekuk seperti orang kecewa. Entah apa yang terjadi, tapi wajah Gio kali ini jauh lebih terlihat kecewa jika di bandingkan saat dia kalah tender.

"Gio! astaga, ngomong G. Gunanya apa kau kesini kalau diam kaya patung."

Bukannya menjawab pertanyaan sahabatnya, Gio justru semakin diam. Wajahnya semakin muram seolah sedang menahan emosi di dalamnya.

"Mas.. kenapa sama kak Gio."

"Gak tahu sayang. Kesambet apaan nih anak."

Nayla yang baru saja bergabung setelah meminta asisten rumah tangganya untuk membuatkan minum bagi Gio. Sedikit merasa aneh mendapati kekasih dari sahabatnya ini, terlihat diam saja sejak tadi.

"Nay.. apa Hera pernah bercerita sesuatu kepadamu?"

"Heh.. dasar Gio sialan. Aku yang tanya dari tadi gak di jawab. Giliran ada Nayla aja, ngomong tuh mulut."

"Maksud kak Gio apa? Memangnya Hera kenapa, apa ada masalah? Kemarin kami bertemu, dan dia tidak cerita apapun."

Gio semakin terdiam mendengar jawaban Nayla. Berarti kecurigaannya terhadap Hera memang benar adanya, kalau ada yang aneh dengan kekasihnya itu. Bahkan dengan sahabatnya sendiri saja dia tidak bercerita.

"Apa dia tidak pernah bercerita kepadamu tentang hubungan kami Nay? Atau curhat tentang diriku kepadamu?"

Nayla semakin di buat bingung dengan ucapan Gio. Sebenarnya apa yang coba ingin di ketahui oleh pria yang memiliki usia sama dengan suaminya ini.

"G.. lama-lama aku gedeg juga sama tingkahmu. Dari tadi muter aja, sebenarnya apa yang coba kau cari tahu dari istriku?"

"Hera.. minta putus dariku."

Yuda dan Nayla jelas terkejut dengan penuturan Gio. Sepasang kekasih itu sama sekali tidak pernah terlihat bertengkar. Mungkin hanya di awal dulu saja ada salah paham, sewaktu Gio memiliki misi khusus terhadap Djindra.

"Tunggu G.. Hera minta putus? Memangnya kenapa, apa kalian ada masalah? Atau kalian sedang bertengkar? Bisa jadi itu hanya ucapan emosi sesaat kan."

"Apa kak Gio ada berbuat salah terhadap Hera? Karena merasa kecewa lalu dia meminta hal itu."

"Itu yang jadi pertanyaan ku sekarang. Aku tidak merasa pernah membuatnya kecewa. Komunikasi kami juga tidak ada masalah, bahkan beberapa waktu yang lalu kami berdua menghabiskan waktu bersama dengan papanya. Beliau juga sudah setuju dengan hubungan kami."

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang