THE LAST pt. I

225 22 11
                                        



Aca sedang duduk di kursi kerjanya yang ada di galeri. Wanita itu tidak sibuk dengan pekerjaan seperti biasanya. Hari ini Aca justru terlihat sangat santai, karena pekerjaannya telah di ambil alih oleh yang lain. 

Sambil membelai perutnya sesekali, senyum Aca terus mengembang sejak pagi. Rasa bahagia tidak pernah lepas dari wajahnya. Sejak berita itu ia ketahui dua hari yang lalu, sejak itu juga dia merasa sangat bahagia. 

Dua hari yang lalu...

"Nyonya.. saya ucapkan selamat. Anda sedang mengandung saat ini." 

Dokter Harry memeberikan laporan pemeriksaan yang telah dia lakukan terhadap Aca beberapa saat yang lalu. 

"A-apa dok, saya hamil? apa dokter yakin?" 

Aca dan Rere yang mendengar ucapan dokter merasa tidak percaya, terutama Aca. Sebelumnya saat mengalami keguguran, Aca sempat di vonis akan kesulitan untuk hamil lagi. Dokter juga menyarankan untuk tidak hamil terlebih dahulu dalam waktu dekat. 

Tapi apa ini.. Apa ini yang dinamakan sebuah keajaiban? 

"Saya yakin nyonya Wiratama.. Anda saat ini memang tengah hamil. Dari hasil USG, usianya sudah menunjukkan delapan minggu." 

"Mbak.. ini nyata mbak. Mbak Aca hamil." Rere merasa terharu saat memastikan kata-kata dokter dengan melihat hasil pemeriksaan USG. 

Gadis itu tahu pasti apa yang sudah di lewati Aca untuk bisa mendengar berita baik seperti ini. 

"Tapi nyonya.. ada hal penting lain yang harus saya katakan juga nyonya." 

Aca dan Rere yang sedang terhanyut akan keharuan dan kegembiraan, terdiam seketika. Mereka mendadak merasa tegang menanti ucapan dokter selanjutnya. 

"Nyonya.. di balik berita baik terkadang selalu di iringi dengan berita buruk. Saya paham anda sangat berbahagia dengan kabar kehamilan ini. Tapi nyonya.. kalau boleh, saya sarankan untuk tidak melanjutkan kehamilan ini." 

"Apa dok? Tapi kenapa?" 

"Begini nyonya.. memang benar riwayat kesehatan anda tidak berada di rumah sakit ini. Tapi pada saat kami melakukan USG transvaginal tadi, kami menemukan potensi masalah jika kehamilan ini di teruskan. Sebab utamanya adalah jarak waktu antara keguguran sebelumnya dan kehamilan saat ini. Tidak seharusnya kehamilan ini terjadi nyonya. Karena itu bisa mendatangkan resiko besar yang bahkan bisa mengancam nyawa anda nanti." 

Mendengar itu hati Aca hancur seketika. Rasa bahagia yang sempat datang tadi musnah sudah. 

"Sayang.. terima kasih sudah hadir disini. Mommy sangat bahagia dan bersyukur sekali. Apapun yang terjadi mommy akan mempertahankan kamu. Jadi mari kita berjuang sama-sama sayang.. karena kehadiran kamu adalah sumber kebahagian untuk daddy." 

Aca berbicara sambil melihat ke arah perutnya. Seolah janin yang saat ini sedang ada di perutnya sudah bisa di ajak bicara. 

Aca telah memutuskan untuk mempertahankan calon anaknya, apapun yang akan terjadi. Sekalipun nyawanya yang akan di pertaruhkan, Aca akan tetap bertahan. 

"Mbak.. waktunya minum vitamin. Dan susu ini juga harus di habiskan. Kali ini tidak boleh ada alasan untuk menolak." 

Rere yang tiba-tiba masuk, berhasil menarik perhatian Aca. Gadis itu sejak dua hari yang lalu terlihat berbeda. Jauh lebih cerewet dibandikan sebelumnya. 

"Cerewet sekali. Kamu sudah kaya ibu-ibu tahu Re.." 

"Itu semua demi kebaikan mbak Aca sendiri. Tapi kalau mbak Aca memang tidak mau aku menjadi seperti ini.. Tolong pertimbangkan saran dokter mbak. Aku mohon mbak.."

CINTA DAN BENCI || JINSOOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang