Terdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca.
Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
"Kak.. maaf aku terlambat, apa kau sudah lama menunggu."
"Belum lama, Mike juga belum datang. Memangnya kau dari mana."
Di sebuah cafe, ada sepasang kakak adik sedang bertemu. Mereka adalah James dan Tian, yang merupakan kaki tangan kepercayaan Djindra.
Tidak hanya berdua, tapi ada Mike juga nanti. Rencananya mereka bertiga akan membicarakan sesuatu. Hanya saja mereka mencari suasana baru selain di Big House, jadi mereka memutuskan bertemu di cafe.
"Aku terlambat karena harus mengantar Lia tadi."
James sempat di buat kaget saat sang adik menyebut nama seorang gadis. Masalahnya gadis itu memang tengah di incar oleh Tian, namun selalu menolak.
Tapi malam ini terjadi sebuah kejutan ketika dua orang itu pergi bersama.
"Lia.. maksudmu Lia adalah gadis yang pernah kita tolong di club. Dia juga satu kampus dan menjadi incaranmu bukan. Apa yang terjadi, apa dia sekarang sudah tidak menolak mu lagi."
"Aku harap sih begitu kak, mungkin tidak lama lagi. Karena beberapa minggu ini aku sangat gencar mendekatinya. Hingga akhirnya dia menghubungiku dan meminta tolong. Dia tadi sendirian di perpustakaan kampus. Karena sudah malam dan takut pulang sendirian, dia memintaku untuk mengantarkannya. Walau tetap sama tidak sampai depan rumahnya juga."
"Memangnya gadis yang selalu bersamanya kemana. Tumben dia pergi sendiri."
"Maksud kak James, Rere."
James mengangguk, karena setahunya memang itu namanya.
"Kata Lia, Rere sedang sakit. Sakitnya kenapa aku juga kurang tahu."
James yang mendengar itu reflek mengotak-atik ponsel miliknya. James sedang mencari nomor telpon dari Rere, seingatnya ia pernah menyimpan nomor gadis itu.
"Dimana, seingatku aku sudah menyimpannya."
"Hah.. kak James bicara apa."
"Hai bro.. sorry ya telat."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mike datang ke cafe itu tidak sendiri, melainkan ia datang sambil menggandeng tangan seorang gadis.
"Pak James."
James yang merasa namanya di panggil pun mengangkat wajahnya.
"Karin.. sedang apa kamu disini."
Kedua orang itu sama-sama terkejut saat mendapati keberadaan satu sama lainnya. Lain halnya dengan dua orang laki-laki yang juga ada disana. Baik Tian maupun Mike memperlihatkan ekspresi yang berbeda.