Hari ini Aca tidak sepenuhnya berada di galeri miliknya. Setelah makan siang Aca memutuskan untuk pergi ke salon kecantikan milik kedua kakak iparnya. Ia pergi kesana karena ingin melakukan spa dan membuat tubuhnya merasakan relax sebentar.
Entah karena beban pekerjaan atau memang daya tahan tubuhnya yang sedikit menurun. Sehingga Aca merasakan lelah dan sakit pada sekujur tubuhnya.
Ia juga akan melakukan beberapa perawatan untuk membuat wajah dan tubuhnya tampil prima. Karena malam nanti ia harus menemani Djindra ke sebuah acara makan malam.
Sebenarnya Aca bukanlah termasuk orang yang centil dan gila akan perawatan. Bahkan perawatan yang ia lakukan termasuk jarang dan bisa di hitung dengan jari dalam setahun. Tapi karena tiba-tiba saja rasa tidak percaya dirinya muncul dan dengan maksud tidak ingin membuat tunangannya malu, jadi terpaksalah ia datang ke tempat ini.
"Mbak.. minta tolong perawatan yang seperti biasanya saja ya."
"Oh.. baik mbak Aca. Apa mau sekalian treatment yang terbaru mbak. Baru beberapa hari yang lalu di launching."
"Gak perlu mbak, seperti biasanya saja. Kebetulan hari ini saya gak punya banyak waktu."
Pegawai salon yang sudah hafal dengan Aca pun mengangguk mengerti. Mereka mulai mempersiapkan segala kebutuhan perawatan untuk Aca.
Total Aca menghabiskan waktu sekitar tiga jam lamanya untuk melakukan perawatan pada wajah dan tubuhnya. Tepat pukul lima sore Aca sudah keluar dari salon dengan energi dan penampilan yang terlihat lebih fresh dari sebelumnya.
Aca pun mengendarai mobilnya menyusuri jalan menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Aca tidak lagi membuang waktu. Ia segera bersiap berdandan dan mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun, sebab pukul enam tepat Djindra akan menjemputnya.
Sedikit aneh memang, biasanya acara makan malam akan di langsungkan pada pukul tujuh atau delapan malam. Tapi kali ini berbeda bahkan matahari baru saja tenggelam tertutup senja.
"Mbak Aca jadi pergi makan malam hari ini."
Sovia memasuki kamar Aca dan melihat sepupunya itu sedang bersolek merias wajahnya menghadap cermin.
"Hmm.. mau gak mau mbak harus pergi Sov. Karena mas Djindra sudah mengajak mbak pergi bahkan dari jauh-jauh hari."
"Memangnya acara makan malam apa mbak. Kok kelihatannya sangat formal. Mbak bahkan sampai pergi ke salon tadi, tumben."
"Katanya sih acara pertemuan pengusaha. Kamu tahu sendiri kan kalau mbak itu gampang insecure sama penampilan, apalagi ini pertama kalinya mbak pergi ke acara resmi semacam itu."
Aca berbicara sambil tangannya terus bergerak memoles wajahnya menghadap cermin.
'tok.. tok..'
"Maaf non, bibi di minta menyampaikan oleh non Fiona. Kalau di bawah sudah ada den Djindra."
Asisten rumah tangga Aca semuanya sudah pasti mengenal siapa itu Djindra. Dia adalah tunangan dari putri bungsu sang nyonya rumah.
Aca melihat jam dinding yang ada di kamarnya. Aca sedikit heran karena Djindra sangat tepat waktu sekali, hanya lewat lima menit saja dari waktu yang ia katakan.
Setelah memberikan sentuhan akhir pada bibirnya. Aca pun bergegas mengambil tas miliknya dan segera turun ke ruang keluarga.
Terlihat Djindra sudah duduk di ruang keluarga ditemani oleh bunda Nita dan bang Satria. Walau mereka tidak membuat sebuah kesepakatan khusus, tapi nyatanya seperti ada ikatan batin antara Djindra dan Aca. Karena selera busana dan pemilihan warna mereka malam ini terlihat sama dan serasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
RomanceTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
