⚠️ WARNING 21+ ⚠️
ATTENTION PLEASE
Pada diskripsi cerita tentang
CINTA & BENCI
Sudah dituliskan kalau cerita ini khusus dewasa alias 21+.
Dan untuk selanjutnya setelah tokoh utama menikah,
Maka bab-bab selanjutnya akan sering terdapat adegan dewasa maupun kasar.
Jadi tolong bijak dalam membaca.
Yang belum cukup umur tolong skip cerita ini.
THANKS
Djindra pun membangunkan tubuhnya dari atas ranjang. Dia pergi ke arah dapur untuk mengambil sebotol red wine disana.
Djindra menenggak minuman itu secara perlahan, menikmati semua rasa dan aroma yang terdapat dalam cairan itu. Sekuat tenaga ia berusaha memadamkan emosinya, yang merasa kesal akibat telpon dari Joenathan tadi.
Sedikit banyak telpon dari Joenathan berhasil menyulut emosinya. Ia marah karena kegiatannya terganggu oleh hal yang tidak penting baginya.
Sementara itu di dalam kamar Aca hanya bisa merenung di atas ranjang. Banyak pemikiran dalam benaknya apakah suaminya itu sedang marah. Kenapa dirinya di tinggal pergi begitu saja.
"Apa harus menundanya lagi malam ini."
Walau Aca di buat sangat gugup menghadapi malam pertama. Tapi tidak bisa di bohongi kalau dirinya juga menantikan hal itu.
Di saat pikiran Aca di penuhi dengan berbagai pertanyaan. Ponselnya kembali menyala dan menampilkan sebuah pesan pada layarnya.
Suaminya tadi memang menyuruhnya untuk mematikan ponsel, namun Aca belum sempat melakukannya.
TING
+86239000121
"Bagaimana apa kau bahagia menjadi nyonya Wiratama, nona?"
Aca
"Sebenarnya siapa kau?"
+86239000121
"Kau tidak perlu tahu aku siapa nona"
"Yang jelas aku adalah orang yang paling tahu suamimu itu siapa"
"Dia memiliki banyak wajah di luar sana"
Membaca itu Aca menjadi terdiam.
Ini bukan kali pertama nomor tak dikenal itu mengiriminya sebuah pesan. Bahkan sejak hari pertama ia menikah dengan Djindra pesan itu sudah datang.
Awalnya Aca menghiraukan semua pesan itu, tapi malam ini entah mengapa ia ingin membalasnya. Jujur Aca sendiri tidak tahu apa tujuan pengirim itu. Tapi semua pesannya perlahan mulai mempengaruhi pikiran Aca.
Setelah tiga puluh menit meninggalkan Aca sendirian di kamar, Djindra melangkahkan kembali langkahnya kesana.
Kedatangan Djindra pun berhasil mengalihkan perhatian Aca dari pesan misterius itu. Ia bisa melihat wajah suaminya tak lagi kesal ataupun marah seperti tadi.
Mata Aca benar-benar mengikuti setiap langkah suaminya, dari mulai menutup pintu kamar sampai mulai mendekati dirinya di atas ranjang.
Seolah tersihir Aca pun berdiri dari tempatnya ketika Djindra mengulurkan tangan ke arahnya.
Perlahan namun pasti dan tanpa mengucapkan kata apapun. Djindra mulai mencium bibir istrinya. Gayung pun bersambut, Aca juga membalas ciuman itu dengan segenap rasa dalam dadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DAN BENCI || JINSOO
Roman d'amourTerdapat konten dewasa (21+) dan mengandung unsur kekerasan,, harap bijak dalam membaca. Dua orang dengan karakter berbeda,, latar belakang dunia yang berbeda pula. namun mereka di pertemukan dalam sebuah perjodohan. akankah mereka pasrah menjalani...
