Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

PERAN PENGGANTI [2]

75 17 12
                                        

"Selamat malam. Kalau mbak sedang cari Satya, dia sudah pergi ke Jakarta selesai acara."

Wanita itu terkekeh mengejek membuat Yumna mengeryit. "Kamu pikir aku gak tau soal itu? Aku hanya ingin lihat wanita pengganti itu seperti apa wujudnya. Sekaligus memastikan Satya memang gak tertarik untuk sentuh kamu."

Pandangan yang memindai penampilan Yumna terkesan meremehkan.

"Dilihat secara langsung, kamu memang kelihatan menyedihkan sesuai dugaanku. Bersyukurlah dipungut Satya demi membayar hutang orangtuamu. Bukan sebagai istri, melainkan alat melanggengkan posisi Satya sebagai ahli waris. Perlu kamu tahu. Dia baru akan melepasmu saat kamu gak lagi berguna buat dia. Karena kamu jelas bukan selera Satya. Cewek kampung yang menjelma jadi ratu sehari, akan kembali ke kehidupan asal dimana kamu dilahirkan."

Sasmita tersenyum merendahkan. Menyerang Yumna dengan kalimat tajam yang membuat Yumna sendiri geleng-geleng. Bermacam karakter yang pernah ditemui Yumna, baru kali ini dia menemukan yang terang-terangan tidak tahu malu.

Ocehan yang seperti kereta. Yang terlintas di kepalaku, waraskah orang ini? Malam-malam datang ke rumah orang dan tiba-tiba memberondong orang baru dengan celotehan aneh. Oh, apa ini yang dimaksud Raden Ayu saat acara sungkeman tadi? Masuk akal.

"Maaf ya. Sebenarnya aku gak tau apa-apa tentang kamu. Tapi mungkin aku bisa memperkenalkan diri dulu. Aku Ayumna, penghuni baru rumah ini. Senang bisa bertemu teman lama suamiku." Terdengar sangat formal dan sopan dari mulut Yumna seraya mengulurkan tangan yang mustahil diterima oleh Sasmita.

Lihat, wajahnya mulai jengkel. Karena kamu udah ngusik aku gak jelas. Aku bakal bikin kamu lebih jengkel, Sasmita.

"Aku udah lama mengenal Satya. Bahkan bisa dibilang, separuh hidup Satya, ada aku di dalamnya. Jadi menurutmu, apa yang akan dilakukan dua orang berbeda gender yang sering menghabiskan waktu bersama? Ups, sorry. Kayaknya aku terlalu oversharing soal hubunganku dan Satya. Gak seharusnya kan aku bilang ini ke orang yang baru tiga hari jadi istrinya?"

Yumna bersilang dada, menghela nafas pendek lalu melangkah tenang menuju arah jendela kaca dengan senyum kecil. Ketukan alas kaki mengisi keheningan ruang tamu yang hanya terisi mereka berdua.

"Sejujurnya, aku belum pernah mendengar kata-kata memalukan ini seumur hidupku. Gadis desa ini, sangat sangat kaget dan bertanya-tanya, kalau memang kalian udah kenal hampir seumur hidup, kenapa bukan kamu ya yang jadi istrinya?"

Yumna menoleh pelan dan melanjutkan ucapannya dengan mengangkat telunjuk.

"Aku punya ide. Gimana kalau kita taruhan? Kalau dalam waktu satu bulan aku bisa taklukan laki-laki idamanmu itu, kamu harus menghilang dan jangan usik hidupku lagi. Tapi kalau aku kalah, aku yang akan mengajukan gugatan cerai ke dia."

Remasan kuat pada kepalan tangan wanita berbaju merah itu menyalurkan amarah yang tertahan. Sorot matanya menyala. Yumna bisa melihatnya dengan jelas.

"Kenapa? Kamu takut tantanganku? Takut laki-lakimu itu jatuh hati beneran ya?" Yumna memasang wajah setenang mungkin.

'Kurang ajar. Ternyata peliharaan Satya ini bisa mengeluarkan taringnya tanpa dia tau,' batin Sasmita.

"Satu bulan?" Dia tertawa sinis. "Satya akan menendangmu dalam waktu seminggu. Kamu itu cuma debu bekas injakan yang akan tertiup angin. Sok menantangku dengan omongan besarmu yang kosong."

"Okey. Kalau udah gak ada yang perlu dibicarakan, silahkan bisa pulang ke rumahmu. Hoahmmp! Serius aku ngantuk berat. Mungkin kalau kamu nekat mau tidur disini, silahkan aja. Aku mau bobok cantik, selamat malam."

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang