Andin melihat Kakaknya dan Salsa sedang mengobrol dengan serius di depan pelaminan sana. Ia masih penasaran tentang hubungan kakaknya dan Salsa di masa lalu. Terlebih lagi, pernikahannya yang sangat cepat.
Memang, setelah ijab qobul di rumah Salsa, Andin beserta rombongan menuju ke gedung tempat represi Aldi dan Salsa di adakan. Persis seperti ia menikah dengan Rafa dulu.
"Ada apa?" bisik Rafa kepada Andin.
"Lihat," tunjuk Andin kepada Rafa. Ia menyuruh Rafa untuk menatap kakaknya dan kakak iparnya yang sedang mengobrol dengan serius itu.
"Hmm." Rafa berdehem.
"Kira-kira meraka lagi membicarakan apa? Aku tuh penasaran sama mereka." Andin menghentakkan kedua kakinya kesal.
Rafa hanya mengangkat bahunya dan hal itu membuat Andin berdecak kesal.
"Abang Al, pasti cerita juga sama kamu, 'kan? Hayo ... ngaku," todong Andin kepada Rafa.
Rafa terlihat panik, tetapi tidak lama ia berhasil menetralkan tubuhnya kembali. "Apa maksud kamu?"
Andin memanyunkan bibirnya. Ia ingat jelas bahwa kemarin itu Rafa sedang berbicara serius dengan kakaknya dan gara-gara ia ketahuan menguping akhirnya ia tidak jadi mendengarkan pembicaraan Rafa dan kakaknya.
"Aku ngerti. Kamu tidak memberitahu aku karena sudah janji sama Abang Al."
Rafa terdiam atas ucapan Andin.
"Raf,"
"Hmm."
"Jika diperhatikan Abang Al, dan Kak Salsa. Persis seperti kita dulu. Kamu juga menyadarinya, kan?"
"Hmm." Rafa mengangguk dan menahan senyum.
"Lihat, tamunya tidak pernah berhenti dan aku juga seperti Kak Salsa yang harus menahan rasa pegal karena harus berdiri terus. Apalagi puncaknya nanti malam. Semoga Kak Salsa baik-baik saja. Hihihi."
Andin terkikik geli yang membuat Rafa menggelengkan kepalanya. Ia menjawil hidung Andin gemas dan Rafa hanya tertawa ketika melihat ekspresi cemberut Andin. Jika di rumah ia pasti sudah melahap bibir manis Andin. Berhubungan mereka sedang berada di tempat umum. Jadi, ia tahan untuk tidak menciumnya.
"Aku melihat Diki dan Kayla," kata Rafa tiba-tiba kepada Andin.
"Heh! Apa? Mereka ada di sini? Sebentar, mereka di undang juga?"
"Sepertinya begitu, tapi ... dimana ya, mereka sekarang?"
Rafa mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sahabatnya. Ia ingat dengan jelas bahwa ia baru saja melihat sahabatnya itu.
"Ah ... Itu mereka."
Rafa tersenyum senang ketika ia melihat keberadaan sahabatnya itu yang sedang berdiri di stan makanan dan sedang mencoba makanan disana. "
"Heh! Mana?"
Andin mengedarkan pandangannya juga ketika Rafa berhasil menemukan kedua sahabatnya itu, tetapi ia tetap menemukan keberadaan mereka jika dilihat bagaimana banyaknya tamu yang datang.
"Ayo, ikut Aku."
Andin merasakan Rafa menuntunnya sambil memeluk pinggangnya posesif. Jika dipikirkan entah kenapa Rafa sering merengkuhnya akhir-akhir ini. Diam-diam Andin menahan senyum.
"Kayla."
Andin melihat sahabatnya itu sedang memakan makanan yang sudah tersedia disana. Ia dengan cepat memeluk sahabatnya itu. Jelas terlihat kebahagiaan di balik wajah cantik keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband
Storie d'amorePerjodohan yang sudah ada sejak lahir, sepasang sahabat menjodohkan anak mereka jika mereka sudah bertumbuh dewasa. "Senyum dikit kek kaku amat kek triplek," Andini Putri Hermawan. "Diam, atau lo mau gue cium," Rafa Fauzan Kamil. WARNING! 🚨 SUKA ME...
