Perjodohan yang sudah ada sejak lahir, sepasang sahabat menjodohkan anak mereka jika mereka sudah bertumbuh dewasa.
"Senyum dikit kek kaku amat kek triplek," Andini Putri Hermawan.
"Diam, atau lo mau gue cium," Rafa Fauzan Kamil.
WARNING! 🚨
SUKA ME...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sangeh Monkey Flores. Tempat wisata terkenal yang wajib dikunjungi di Bali. Monyet yang berkeliaran dengan bebas dan dikeramatkan oleh penduduk setempat.
Apalagi kera disini juga tergolong jinak dan juga bukan hanya kera, disini terdapat berbagai macam flora dan fauna lainnya.
"Ndin, jangan lupa bilang amit-amit. Bagaimana pun juga lo lagi hamil. Orang hamil itu banyak banget pantangannya." Kayla mempringati sang sahabat. Begitu mereka semua sudah sampai di Sangeh Monkey Flores.
"Iya, sayang," jawab Andin. Ia mengangguk dan tersenyum.
Kayla ikut tersenyum. Diki yang berada disampingnya membawa Kayla kedalam pelukannya dan dibalas sang pacar.
"Gila ... banyak banget kembarannya Diki disini. Pantes aja nih anak nggak sabaran banget pengen kesini," kata Firman. Ia mengedarkan pandangan melihat beberapa seekor kera yang terbilang cukup banyak itu.
Berhubung mereka datangnya bertepatan dengan hari libur jadi banyak turis yang datang ke Sangeh Monkey Flores. Jadi banyak kera yang keluar dan berinteraksi dengan turis luar maupun lokal. Biasanya hanya sebagian kera dan sebagian lagi memilih tinggal di ranting dan tertidur.
Diki yang awalnya senang dan tersenyum tiba-tiba kesal mendengar ucapan sahabatnya itu. "Ck!" ia berdecak.
"Iya, berisik banget. Kita juga tahu lo berdua pasti bakalan datang. Cuman ya gitu, Diki rusuh banget dan nggak sabaran pengen cepat-cepat kesini," jelas Sarah. Setelah itu ia menatap Diki.
"Dik ....," panggil Andin kepada Diki.
"Apa? Ck!" Diki terlihat kesal.
"Maaf, gue telat banget ya? Gue kan udah jelasin keterlambatan gue. Gue morning sickness. Kepala gue pusing dan mual tadi pagi, Dik. Gara-gara gue kita kesiangan ya kesininya?" Andin terlihat sedih dan kedua matanya berkaca-kaca. Semua yang berada disana terkejut dan panik ketika melihat Andin yang seperti hendak menangis.
"A-andin," panggil Sherly lirih. Rizky yang peka memeluk sang pacar. Ia berusaha menenangkannya.
"Ndin ...," tukas Sarah. Ia menggigit bibirnya.
Rafa menatap Diki tajam.
"Apa? Gue nggak bermaksud sumpah, " kata Diki.
Rafa tidak menghiraukan ucapan Diki. Ia membawa Andin kedalam pelukannya. Ia mengelus punggung Andin lembut dan bahkan ia sesekali mencium pucuk kepala Andin.
Seketika semua teman-temannnya mengerumuni dan mengelilingi Andin.
"A-andin, hei ...." Firman terlihat bingung ketika sahabatnya itu tiba-tiba menangis. Padahal baru saja ia melihat Andin tertawa senang dan sekarang tiba-tiba menangis.