Cr : Youtube
Kaleb J - It's Only Me
BAB 38
Ke empatnya tetap berjalan beriringan disertai raut wajah yang tak bisa berbohong bila mereka masih kesal perihal kejadian di kantin tadi.
Kehadiran Damar yang secara tiba-tiba, jelas mengejutkan Royan yang tadinya ingin mentraktir mereka makan di sana. Rencana gagal, padahal niatnya ingin menjadi pahlawan kesiangan di saat perut Dania sudah dilanda kelaparan.
"Kita makan roti aja gak apa-apa, kan, guys?" Royan mengambil duduk di kursi tepi koridor, di samping Dania yang sudah duduk terlebih dahulu dengan kedua sahabatnya.
Gadis itu menoleh, mengangguk pelan sebelum Nadya menimpali, "gak apa-apa, Roy, lagian ini juga bukan salah kamu."
Royan mengambil jalan pintas dengan hanya membelikan roti untuk mereka karena makanan di kantin ludes tak tersisa, kecuali roti dan juga air mineral. Damar benar-benar kalap jika menyangkut traktiran untuk anak BM.
Tak enak hati, sudah pasti. Tapi apa boleh buat jika semua kantin sudah di booking sebelumnya, bahkan satu kursi pun tak tersisa.
"Maaf ya, tadi niatnya emang pengin nraktir kalian, tapi malah gak jadi."
"Gak usah ngerasa bersalah gitu, lo kan bisa nraktir kita lain kali, iya kan?" Dania menaik turunkan alisnya, berusaha memberi kode agar Royan mengerti maksud terselubung darinya.
Hehe, tidak ada salahnya kan mengharapkan traktiran pada Royan?
"Gara-gara lo ngomong kaya gitu, gue jadi kepikiran buat ajak kalian makan di luar, deh."
Nadya dan juga Hardi, kompak saling pandang. "Maksudnya, makan di cafe gitu?" tanya Hardi, mencoba memastikan.
"Iya, gimana.. mau gak?"
"Ya mau lah, lagian siapa yang nolak kalau dikasih gratisan, ya gak guys?" sahut Dania cepat, begitu bersemangat.
"Haha.. iya, Dan, kita pasti paling semangat kalau urusan makan-makan."
"Hardi jangan buka kartu dong, malu tahu."
Semua kompak tertawa, bahkan coletahan yang awalnya hanya bersifat iseng, rupanya disetujui oleh Dania dan juga kedua sahabatnya. Mereka begitu antusias ketika Royan mengajak ke tiganya untuk pergi ke cafe yang lagi hits di kalangan anak BM.
Dan malam ini, demi mewujudkan ekspektasi mereka yang sudah berharap lebih, Royan sudah bersiap dengan memakirkan mobilnya di depan cafe tersebut.
"Ayo masuk."
Mereka masuk, takjub atas apa yang dilihatnya saat ini. Terlebih Nadya dan juga Hardi.
Bukan karena kampungan ataupun norak, hanya saja sedikit tercengang kala melihat Royan yang sudah menggandeng tangan Dania. Pergerakannya lumayan cepat, hingga membuat Nadya dan juga Hardi cekikikan di belakang keduanya.
Mereka lantas mengambil duduk, sembari memilih-milih menu.
"Lo harus cobain panacotta-nya sih, soalnya enak banget." Rekomendasi dari Royan boleh juga, lagian Dania juga jarang memesan menu tersebut di cafe-cafe lain.
"Yaudah, aku blueberry panacotta aja, Kak," ujar gadis itu pada pelayan yang menghampiri bangkunya.
Tak ketinggalan pula, kedua sahabat karib Dania juga mulai memilah-milah menu.
Bukankah semesta yang pertemukan kita
Harus kah ku sampaikan pada bintang
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA DANIA ✅
Genç KurguJika tidak diadakannya razia dadakan dari dewan guru beserta anggota BNN, mungkin Dania tidak akan mengetahui bila salah seorang teman dekatnya kedapatan membawa paket terlarang, yaitu narkoba. Semua kedekatan bermula dari sana. Atas rasa penasaran...
