Wonwoo bersandar pada kepala ranjangnya.
Caibing menyuapi Wonwoo dengan bubur hangat yang dia buat.
"Dokter juga bisa sakit ya.." Celetuk Caibing saat menatap Wonwoo yang tersenyum.
"Dokter juga manusia.." Balas Wonwoo.
"Kau tidak tidur..?"
"Aku tidak bisa tidur.. Bangsal vip tidak membiarkan ku tidur," Wonwoo sedikit tertawa.
"Bagaimana dengan makan mu?"
"Kau khawatir padaku?"
Caibing memukul lengan Wonwoo pelan.
"Aw. Apa salah ku?" Gerutu Wonwoo.
"Aku serius.."
Wonwoo tertawa,
"Aku selalu makan bersama Mingyu.. Aku tidak melewatkan makan.."
"Tunggu.. Sepertinya kau sudah menjadi seorang dokter untuk ku ya?"
Caibing menatap Wonwoo datar.
"Berhentilah menatapku seperti itu,"
"Suapan terakhir.. Minum obat lalu istirahatlah.. Aku akan pulang," Caibing menyuapi Wonwoo dan mengambil obat serta air minum.
Wonwoo meminumnya.
"Tidak bisakah kau disini..? Aku akan mengantarmu nanti.."
"Kau masih sakit.. Jangan memaksakan dirimu.." Ucap Chaibing.
"Diluar masih hujan.. Jika kau sakit siapa yang akan merawatku..?"
"Kim Mingyu,"
"Aish.. Jangan libatkan pria gila itu.."
Caibing menahan tawa.
"Kenapa? Kau kan satu paket dengan nya, aku benar kan?"
"Tidak bisa.. Ini hanya kita.. Antara kita, aku dan dirimu.." Wonwoo menatap Caibing serius.
Caibing terdiam.
Ia mengalihkan pandangan pada jendela.
"Wah.. Pemandangan disini indah sekali.."
Wonwoo menatap Caibing.
Aku mulai yakin dengan perasaan ini..
Tidak terasa.. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
Wonwoo tertidur di ranjangnya, dan Caibing tertidur di samping dengan kepala yang ia taruh pada lengan Wonwoo.
Wonwoo bangun lebih dulu, merasakan lengan kirinya itu kebas.
Ia melihat Caibing tertidur dengan lengan nya di jadikan bantal.
Wonwoo tersenyum dan mengusap kepala Caibing pelan,
Tapi Caibing malah bangun,
"Mm.. Jam berapa ini..?" Ia melihat jam di ponselnya.
"Mau pulang?" Tanya Wonwoo bangun dari tidurnya.
Caibing mengangguk.
"Aku harus pulang.."
"Biar ku antar.. Ini sudah malam,"
"Kau masih harus istirahat.. Aku akan pulang dengan taxi saja.."
"Aku yang panggilkan.. Aku khawatir kau sendirian tengah malam.." Ucap Wonwoo.
Caibing tidak bisa menolak.
Wonwoo mengganti pakaianya dengan celana panjang kotak-kota dan baju lengan panjang putih itu, berjalan ke lobi bersama.
"Kabari aku jika sudah sampai rumah, hm?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Whisper Wind
Diversos"Aku hanya akan mencintai satu wanita dalam hidupku. Yaitu dirimu." - Jeon Wonwoo. "Bagaimana aku bisa yakin dengan perasaanmu?." - Caibing
