"kau sudah kembali?" tanya Chaeyeon saat Wonwoo kembali menggunakan jas putihnya.
"ya, aku harus bekerja lagi," jawabnya dengan singkat dan masuk ke dalam lift.
Chaeyeon menghela nafas kesal,
"dia terus saja bersikap dingin, padahal dia juga membalas ciumanku waktu itu," ia tersenyum sambil pergi ke arah igd.
Wonwoo hanya diam dan sesekali menatap ponselnya, Caibing belum membalas pesan.
"dia akan baik-baik saja dengan Minwoo kan..?" lirihnya.
Sebenarnya dia juga khawatir.. namun menjadi relawan disini akan membuatnya menjadi kepala tim bedah saat di korea nanti.. setidaknya dia harus menjadi ayah yang bisa di banggakan oleh anaknya kelak. Jadi.. dia tidak bisa berhenti atau pergi begitu saja..
Wonwoo kembali melanjutkan pekerjaanya dengan pikiran yang terus saja membuatnya tidak tenang.
Di sisi lain, Caibing hanya diam sambil memegang botol susu putranya yang sudah kosong, tentu saja si kecil baru saja terlelap.
Rasanya.. Caibing ingin pulang ke Korea.. dia merasa semua kenangan buruk di tempat ini kembali terulang lagi.
Tapi.. jika dia meminta untuk kembali.. suaminya itu juga tidak mungkin bisa pulang denganya..
Caibing tidak menyukai Wonwoo berada di dekat wanita itu.. tapi kenapa dia merasa Wonwoo mulai berubah dingin padanya?
Apa benar dia menganggapnya gila?
Caibing tidak gila .. dia hanya memiliki trauma di masa lalu yang tidak ingin dia ulangi kembali.. bahkan.. dia sampai kehilangan calon bayinya.. bukankah dia benar-benar butuh ketenangan?
Tanpa sadar Caibing pun ikut terlelap sambil memeluk Minwoo.
Dia sangat merasa kehilangan dan sedih.. namun suaminya tidak ada disini untuk saling menguatkan.
Chaeyeon keluar dari ruangan Wonwoo, sesekali dia juga merapikan kembali jas dokter dan rambutnya yg sedikit berantakan.
Sekilas melihatnya pun kita tahu, apa yg baru saja mereka lakukan di ruangan itu.
Chaeyeon yang menggodanya dan Wonwoo yang sudah mulai goyah.
"aku pulang," ucap Wonwoo saat kembali ke rumahnya, namun yang ia lihat adalah Caibing yang sudah berkemas dengan koper dan tas bayi.
"kau mau kemana?* tanya Wonwoo.
"pulang." jawab Caibing sambil menggendong Minwoo.
"pulang?"
"ke Korea." Caibing berjalan ke arah Wonwoo.
"sebaiknya aku pulang.. aku tidak tahan berada di sini.."
"kenapa? kau masih cemburu? atau ini masalah halusinasimu?"
Caibing tak percaya apa yang suaminya itu katakan.. cemburu? itu sudah jelas! halusinasi? itu bukan hal yang bisa di anggap serius.. dan itu juga membuat dirinya ketakutan setengah mati tentang masa lalunya, tidak kah harusnya dia memahami dan membuat dirinya tenang?
"cemburu? aku istrimu. wajar jika aku tidak suka perempuan itu. kau tidak ingat apa yang sudah dia lakukan padamu dulu?"
"Caibing.. dia sudah berubah.. dia lebih baik sekarang.."
"cukup. aku tidak mau mendengar apapun lagi. aku harus pergi."
"Caibing.. bagaimana Minwoo-"
Caibing diam dan terus berjalan melangkah dari batas pintu itu. Wonwoo menatapnya sedih.
Ah.. mungkin Caibing hanya lelah saja setelah apa yang sudah terjadi.
"tapi aku belum bisa ikut kembali-"
"tidak apa-apa, aku bisa menjaga Minwoo sendiri.."
"Caibing, aku-"
"oh? kau mau pergi?" itu suara Chaeyeon, saat Caibing dan Wonwoo menatapnya, Chaeyeon hanya tersenyum dan mengangkat tas laptop milik Wonwoo, rupanya ia meninggalkan laptop itu di meja administrasi.
"kalau begitu, hati-hati di jalan," ucap Chaeyeon, Caibing hanya diam dan tetap berjalan pergi, berharap Wonwoo datang dan menahan dirinya.
Tapi tidak.
Chaeyeon menahan Wonwoo saat pria itu hendak menyusul istrinya.
"dia hanya menggertak," bisik Chaeyeon.
Namun, tak di sangka juga Caibing terus berjalan tanpa menoleh kebelakang.
Caibing membalikan badan saat melihat Wonwoo dan Chaeyeon yang sedang berciuman di depan apartemen.
Kenapa dia tidak menegurnya? kenapa dia diam saja?
Caibing merasa Wonwoo sudah tidak lagi mengharapkan dirinya, baru 10 menit yang lalu mereka bertengkar hebat.. dan sekarang dengan mudahnya Wonwoo mencium wanita lain.
Tanpa menunggu lagi, Caibing turun dan masuk ke dalam taxi.
"kita ke bandara pak.." ucap Caibing sambil membawa Minwoo ke dalam pelukanya.
Dia benar-benar pergi meninggalkan Beijing dan Wonwoo.
Seolah kemarin tidak terjadi sesuatu .. pagi ini Wonwoo terbangun seperti biasa, namun yang membedakan hanyalah wanita di sampingnya.
Jung Chaeyeon.
Wonwoo terdiam beberapa saat sebelum mencerna apa yang telah dia lakukan? tidur dengan wanita yang bukan istrinya, dan mereka sama-sama melakukanya dengan kesadaran penuh.
Ini bukan pertama kali pertama Wonwoo mengkhianati istrinya.. bahkan dia juga tidak mencaritahu dimana dan kemana Caibing membawa Minwoo.
Dirinya juga kacau..
Wonwoo bangun dan memungut bajunya yang berserakan di lantai, berjalan gontai menuju kamar mandi.
Ia menyalakan shower dan membiarkan tubuhnya basah oleh air, mungkin ini adalah cara agar dia bisa sadar.. sadar atas apa yang dia perbuat.. sebuah pelampiasan satu malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Whisper Wind
Aléatoire"Aku hanya akan mencintai satu wanita dalam hidupku. Yaitu dirimu." - Jeon Wonwoo. "Bagaimana aku bisa yakin dengan perasaanmu?." - Caibing
