Get Closer

11K 736 41
                                        

Siapa yang nungguin cerita ini lanjut?
Ayo komen ayo!


Senyumku terus mengembang tatkala mengingat kejadian dalam mobil beberapa saat yang lalu. Ingatanku kembali melayang, tepat ke percakapan kami setelah Pak Gama mengatakan bahwa dia mengajakku pergi udah atas izin Pak Aditama yang super strict itu.

"Bapak beneran serius ya sama saya?" aku bersyukur karena mendapatkan keberanian sebesar ini. Aku tak mau terus menerus berharap tanpa ketidakpastian, apalagi kepada orang yang sudah cukup dewasa untuk menjalankan kehidupan ke arah yang lebih serius.

Pak Gama menjalankan mobilnya dengan pelan, kebetulan kami sudah berada di area halaman rumah. "Dari pertama kali saya menunjukkan perhatian pada kamu, saya tidak pernah main-main, Oliv." Ujarnya sembari menatapku dalam.

Sejujurnya aku dilanda kebimbangan untuk melanjutkan percakapan ini atau tidak. Hubungan kami memang sudah semakin dekat, tetapi kami bahkan tak pernah intens untuk saling berkomunikasi.

"Saya mau buat pengakuan sama kamu," belum juga aku selesai dengan perang batinku sendiri, Pak Gama kembali melanjutkan perkataannya. Pada saat seperti ini, aku sangat berharap bahwa jarak rumahku masih cukup jauh dari posisi kami sekarang berada.

Menatap balik ke arahnya, aku mengirimkan signal agar dia kembali melanjutkan maksud perkataannya. Jantungku tidak karuan, sebab skenario di otakku menyusun sebuah script bahwa Pak Gama pasti akan mengakui bahwa dia merasa jatuh cinta padaku ketika kami pertama kali bertemu. Emang boleh sedrama ini, Liv?

"Jangan bilang bapak suka saya sejak pertama kali kita bertemu?"

Pak Gama menggeleng. Membuatku yang bersemangat langsung melongo, sebab sangat malu karena terlalu percaya diri. "Terus?" lanjutku untuk mengaburkan rasa malu. Ini adalah kesekian kalinya aku mengkonfrontasi perihal hubungan ini, jadi aku memutuskan untuk menjadikan kejadian ini sebagai kesempatan terakhirku. Aku akan menanyakan semua hal yang aku ingin tanyakan, walaupun esok hari aku akan tidak punya wajah untuk menemuinya.

"Pertama kali lihat kamu, saya rasanya pengen jadiin kamu adik saya."

Hah?
Kenapa malah begini jawabannya?

"Kamu ingat pertama kali lihat saya?" aku mengangguk.

to be continue at karya karsa ....

Minis(try)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang