20, Bertemu Raja Hutan

24 3 0
                                        

"DIAM. Tenang. Jangan bergerak. Jangan membuatnya terkejut," desis penculiknya. Tubuhnya bersiaga meski berusaha terlihat tetap tenang dan lentur. Dia pun tidak ingin membuat hewan itu terkejut.

Membuatnya terkejut??? desis Ells dalam hati dengan mata terbeliak lebar. Perlahan dia berusaha menegakkan tubuhnya tanpa suara.

Makhluk itu bisa membuatnya mati, tapi dia bahkan tidak boleh membuatnya terkejut. Aturan macam mana pula itu?

Makhluk itu yang membuatku terkejut. Terkejut sampai lupa bernapas. Tak lama lagi aku tidak akan terkejut, karena aku sudah mati tercabik dan terkoyak, gerutu ketakutan Ells dalam hati.

Tapi, jika dia membuatnya terkejut, dia bisa mati. Segera saja Ells memutuskan untuk tidak membuat makhluk itu terkejut. Duduknya sudah tegak, perlahan dia menarik tungkainya. Semua dia lakukan dengan sangat hati-hati tak ingin bersuara tak ingin membuat makhluk itu melihat ke arahnya.

Dari langkahnya, dia tahu, makhluk itu semakin mendekat ke arahnya. Ells duduk pasrah, berusaha mengecilkan tubuh dengan menarik kakinya. Saat itu dia ingin melebur masuk ke dalam batang pohon tempatnya bersandar nyaris meringkuk.

Perlahan, sosok makhluk itu mulai tampak di sudut matanya. Makhluk itu tetap berjalan, mendekat, dan semakin dekat.

Harimau Jawa.

Sang raja hutan.

Berjalan santai, melenggang di samping Ells, tak lebih dari sepelemparan batu jauhnya. Harimau itu melangkah anggun, menjadi raja yang sesungguhnya, melewati Ells yang duduk terpekur terpana terkejut. Tak ingin mengejutkan binatang buas itu, tapi ingin sejauh mungkin darinya, Ells menarik kakinya lebih rapat lagi sampai dia berakhir memeluk lutut. Meringkuk, dia menyembunyikan kepalanya di antara lutut.

Dia tidak ingin melihat hewan itu, tapi, apa yang terjadi kalau tiba-tiba makhluk itu menyerangnya saat dia tidak melihat? Dia tidak bisa bersiap pergi. Namun, apa dia berani melihat hewan itu ketika benar menyerang ke arahnya? Apa dia bisa berlari?

Kurasa tidak.

Itu jawaban yang Ells yakini. Dia tidak ingin melihat harimau sedekat ini, apalagi jika benar harimau itu menyerangnya, tapi yang terjadi adalah dia tetap membuka mata, mengikuti gerakan anggun harimau itu meski dengan wajah pucat pasi dan tubuh menggigil.

Mata Ells terus mengikuti gerakan sang raja. Ketika sang raja melangkah mendekati penculiknya, penculiknya melangkah pelan ke samping, seakan memberi jalan pada rajanya untuk lewat. Gerak tubuhnya terlihat menghormat.

Ells masih terpaku! Dia melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri. Melihat harimau sebesar itu di dekatnya. Semua membuatnya takjub, takut, dan kaku. Harimau itu terus melangkah. Berjalan melewati penculiknya yang tatapannya bergerak mengikuti langkah harimau sampai dia menghilang ditelan perdu.

Ells tetap diam bahkan sampai tak sadar penculiknya sudah berlutut dengan menggunakan satu lutut sebagai tumpuan di depannya.

"Kau akan terus di sini?" Suara itu lembut, membuat Ells antara mendengar dan tidak mendengar. Dia masih terpana dengan pengalaman barunya.

Ells menatap kosong ke arah sumber suara.

"Sebentar lagi kita sampai." Suara Airlangga masih lembut, berusaha menenangkan tawanannya. "Kau masih bisa berjalan?" Airlangga mengulurkan tangan, mengajaknya berdiri.

Tapi kaki Ells seperti tak bertulang, lentur seperti tentakel gurita, lunak seperti perut siput yang menjadi kakinya. Dia hanya terus menatap kosong ke arah penculiknya.

Dia sangat tidak berharap bertemu raja hutan. Pertemuan yang sangat mengesankan. Dia tidak akan pernah lupa seumur hidup.

Mengingat kata hidup, mendadak Ells kembali hidup. Dia masih hidup! Masih bernapas, dengan tubuh utuh tanpa koyakan.

3, Kala Cinta MenyapaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang