FWB: 72

101 17 0
                                        

"Udah kenyang?" tanya Alvian kepada sang istri. Joy telah menghabiskan satu piring makanan yang ia ambil dari prasmanan tadi. Lelaki itu yakin kalau perut Joy sekarang pasti sudah penuh dengan makanan. Karena tadi hampir setiap lauk, gadis itu mengambilnya. Sedangkan Alvian tidak mengambil apapun karena ia ingin berbagi saja dengan Joy. 

"Udah, makanannya enak banget kita nggak salah pilih katering," komentar Joy sebagai jawaban dari pertanyaan suaminya.

Alvian mengangguk membenarkan perkataan Joy. Katering pesanan mereka cukup sempurna, dan juga rasa makanannya cukup cocok di lidah Joy dan Alvian.

Seusai makan, sepasang suami istri itu seakan tinggal di dunia mereka sendiri. Joy dan Alvian mengobrol, saling tertawa, dan mengejek satu sama lain. Mungkin istilahnya bisa disebut—Couple goals?

Namun, saat masih asik mengobrol satu sama lain. Tiba-tiba suara merdu seorng gadus menginterupsi percakapan sepasang suami istri baru itu. Akhirnya Alvian terpaksa harus meladeni.

"Kak Alvian bantuin gue dong, itu ada cowok yang terus-terusan ngejar-ngejar gue," adu gadis muda yang mungkin seumuran dengan Chandra. Joy asing dengan wajah itu, dia tidak memiliki clue untuk menebak siapa gadis muda yang cantik dan imut ini. Sebab Ini pertama kali Joy bertemu dengan dengannya.

"Emang siapa yang ngejar-ngejar sih Sa? " balas, tanya Alvian penasaran. "Itu loh Kak, cowok yang pakai seragam kayak keluarga besarnya istri Kakak," lanjut Sada.

Joy masih memandang gadis asing itu dengan bingung. Karena sampai sekarang ia dan gadis di dapannya ini benar-benar baru bertemu. Ia masih menebak siapa di.

"Itu- itu lho kak, cowoknya. Tengil banget," tunjuk gadis muda itu. Di situ jari gadis ituengarah yaitu kepada Chandra yang sudah melepas blangkonya, namun masih memakai beskap.

"Itu kan Chandra," sahut Joy, setelah mengetahui siapa lelaki yang dimaksud.

"Memang dia siapanya Alvian?"

"Adiknya istri Kakak," balas Vian datar.

"Adiknya Kak Joy? serius?" 

"Iya dia memang adikku. Sebelumnya aku minta maaf ya kalau dia kelakuannya emang agak nyebelin, biasalah dia kalau lihat cewek imut suka lupa diri emang. Oh, iya ngomong-ngomong kamu siapanya Alvian kok jarang ketemu ya kita?" 

"Oh iya, gue lupa belum kenalin lu sama dia," ujar Alvian panik, "Ini adik sepupu Gue, anak dari om yang jadi wali nikah gue hari ini," lanjut lelaki itu ikut menjelaskan.

"Oh yang mau mau tinggal di sini ya Waktu kuliah nanti?" Joy kembali ingat saat Alvian bercerita kalau mereka akan hidup terpisah rumah dengan para tua. Alvian bilang kalau mama sudah ada yang menemani yaitu sepupunya perempuan, yang akan berkuliah di sekitar daerah sini. Yang ternyata adalah Sada ini.

"Iya benar itu aku Kak, kenalin aku Sada sepupunya kak Alvian. Aku emang jarang main kesini karena aku aslinya tinggal di luar kota."

"Eh, makanya nggak pernah ketemu. Salam kenal ya."

"Kakak panggilin Chandra ya, biar kalian bisa saling kenal," celetuk Alvian.

"Loh enggak perlu kak," tolak Sada, ia tidak nyaman jika berurusan oanjang dengan lelaki tengil yang terus memanggilnya pendek seperti anak kecil.

Meskipun sudah ditolak Alvian tetap saja masih ingin mempertemukan saudara sepupunya itu dan adiknya Joy. Mereka itu seumuran, siapa tau memiliki topik yang sama dalam bercakap-cakap. Apalagi yang Alvian tahu, keduanya akan berkuliah di universitas yang sama.

"Chan sini," panggil Alvian lantang begitu melihat Chandra duduk dan sedang bermain ponsel sendirian di dekat area prasmanan. Adik Joy yang merasa terpanggil, langsung menghampiri kakak ipar kesayangannya.

Help! [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang