FWB: 06

344 72 5
                                        

Jam tujuh malam, hari ini Joy berada di rumah Alvian. Seperti biasa, subuh tadi Alvian menghubungi Joy untuk menemani mamanya karena ia ada panggilan mendadak dari rumah sakit. Sebenarnya Alvian tidak mau merepotkan Joy, tapi hari ini mamanya sedang sakit demam. Alvian sendiri tidak dapat merawat mamanya hari ini. Bagi Joy hal seperti ini bukan beban baginya, mamanya Alvian sudah ia anggap ibu sendiri. Joy juga khawatir jika mama ditinggal sendiri saat sedang sakit.

Sejak kejadian kemarin, saat Joy jadi pendiam waktu bertemu Alvian di rumah Seri. Lelaki itu agak canggung saat bicara pada Joy. Kalau saja tidak ada panggilan mendadak dari Rumah Sakit, ia ingin sekali mengintrogasi Joy. Menanyakan gadis itu kenapa tiba-tiba mendiaminya.

"Ma, ini sudah jam tujuh. Waktunya minum obat lagi," Joy menghampiri mama yang terbaring lemah di tempat tidur, mengingatkan untuk meminum obat.

"Oh, iya sini Joy," sahut mama lemah.
Setelah minum obat, Joy meninggalkan beliau yang berusaha untuk tidur.

Rasanya Joy ingin mengambil penyakit yang diderita mama, biar Joy saja yang sakit. Terbiasa melihat beliau yang ceria dan semangat, perasaannya agak sakit saat melihat tubuh lemas dengan wajah pucat itu. Sudahlah Joy hanya bisa merawat dan terus berdoa akan kesembuhan mamanya.

Karena masih belum terlalu malam, Joy memutuskan untuk menonton serial netflix terbaru berjudul Sweet Home. Kata temannya di kantor serial ini bagus, karena itu ia jadi penasaran bagaimana ceritanya. Apalagi sang pemeran utama katanya ganteng. Sudahlah Joy kalau dengar ada orang ganteng, pasti dia tidak akan melewatkan begitu saja.

Seperti biasa persiapan menonton bagi Joy itu harus lengkap, ada camilan, ada minum, dan selimut kecil untuk menutup kakinya. Joy agak sensitif dengan udara dingin, ia takut masuk angin kalau tidak pakai selimut. Ia fokus menonton episode awal-awal serial itu. Baru episode pertama sudah membuat emosinya naik turun, geregetan sekali dengan alur ceritanya.

Hah, memang agak bosan kalau menonton sendiri, rasanya mau komentar tapi tidak ada teman ngobrol. Joy jadi kangen Alvian, rasanya aneh kalau nonton sendiri. Apalagi serial ini benar-benar membuatnya gereget, biasanya ia dan Alvian bisa komentar sambil menilai tokohnya atau alur ceritanya. Dan itu akan membangkitkan suasana, serta membuatnya tidak mudah mengantuk.

Akhirnya dengan perjuangan nonton sendiri dua jam pun terlewati, dan yang paling menakjubkan adalah hampir tiga episode awal ia habiskan dengan fokus tanpa skip bagian apapun. Kenapa hal itu sangat amazing bagi Joy, soalnya kadang ia bosan saat menonton film dan ingin cepat selesai. Jadi saat ia menonton full, berarti serial itu bagus.

Belum apa-apa Joy sudah membayangkan kejadian diserial itu terjadi di dunia nyata, yang berakhir membuat Joy merinding. Imajinasinya kadang keterlaluan, kalau dipikirkan terus bisa sampai masuk mimpi nanti.

Joy melirik meja, dan menemukan minuman miliknya sudah habis, karena ia sangat haus, terpaksa ia pause dulu videonya dan pergi ke dapur untuk ambil minum lagi.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu terdengar di telinga Joy, siapa malam-malam bertamu ke rumah ini? Pikir Joy.

Karena terbayang-bayang adegan di sweet home episode satu ia jadi agak ragu untuk membuka pintu, akhirnya Joy abaikan ketukan pintu itu. Satu menit berlalu ia tidak lagi mendengar suara ketukan pintu. Ia pun melanjutkan untuk membuat susu hangat yang mungkin bisa membuatnya tidur nyenyak. Seingatnya Alvian juga tidak bilang akan pulang malam ini. Siapapun yang mengetuk pintu itu, Joy harap adalah manusia.

Tok tok tok

Ketukan pintu itu terdengar lagi, jantung Joy rasanya hampir mau keluar saking takutnya. Dikeheningan malam, suara 'DEG DEG DEG' jantungnya menjadi musik latar belakang. Dengan terpaksa Joy membawa teflon dan spatula untuk perlindungan diri. Perlahan ia jalan menuju pintu dan membuka kuncian pintu perlahan.

Help! [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang