ALVIAN TEGA
Pada malam pertama Ramadhan, masa lelaki itu tidak pulang dan malah berada di rumah sakit. Oke, Joy tahu kalau pekerjaan Alvian sebagai dokter itu tidak bisa diprediksi. Tapi masa lelaki itu lebih memilih di rumah sakit daripada pulang. Padahal ini Ramadhan pertama mereka sebagai suami istri.
"Sorry Joy, gue terpaksa gantiin salah satu dokter buat Jaga. Maaf ga bisa nemenin tarawih dan sahur nanti, selamat berpuasa ya sayangku...," ujar lelaki itu di telpon beberapa waktu yang lalu.
Joy hanya bisa pasrah. Di rumah barunya ini, ia sendirian tanpa Alvian. Joy ingin pulang ke rumah Mama atau Bunda sebenarnya, namun ia tidak enak. Sebab dari awal Joy sudah berkomitmen akan mandiri bersama suaminya.
Akhirnya Joy bersiap-siap sendiri untuk sholat di musholla dekat rumahnya ini. Ia sedikit gerogi sih, sebab ia baru di lingkungan itu. Tapi mau bagaimana lagi, mau ke masjid dekat rumah orang tuanya juga kejauhan.
Joy ambil wudhu lalu memakai atasan mukenanya. Setelah itu, ia keluar dan berjalan perlahan. Ternyata cukup banyak warga yang berangkat tarawih le musholla itu. Joy jadi tidak merasa terlalu kesepian.
Wakti berjalan begitu saja, tiba-tiba tarawih sudah selesai. Ternyata di sana sholat tarawihnya 8 rakaat, lumayan cepat juga. Joy senang sih, ia jadi tidak capek. Mungkin karena kebanyakan jamaah lansia, makannya hanya diadakan 8 rakaat.
Joy langsung keluar musholla, sesekali menyapa ibu-ibu yang ia lewati.
"Mari Ibu-ibu," sapa Joy kesekian kalian pada rombongan Ibu-ibu yang sedang berjalan pulang.
"Mari Mba, eh Mba orang baru itu ya. Yang baru pindah sama suaminya?" tanya salah satu Ibu itu berceletuk.
Joy jadi tidak bisa gas pol pulang, dan harus berhenti untul menjawab, "Iya bu, saya Joy salam kenal ibu-ibu," jawabnya.
"Iya Mba Joy, semoga betah ya di lingkungan ini."
"Insyaallah betah bu," balas Joy senyum-senyum canggung.
"Loh sendirian hari ini? Pas suami ngga tarawih Mba?"
"Suami saya sedang tugas di rumah sakit malam ini, jadi tidak bisa ikut tarawih di sini."
Joy sedikit tidak nyaman ketika salah satu Ibu membahas Alvian. Ia sedang dongkol dengan lelaki itu.
"Oh gitu, Ah masa malam pertama puasa ngga libur ya? Yakin itu beneran tugas. Eh, denger-denger di rumah sakit itu rawan perselingkuhan tau. Dokter-dokter apa lagi, katanya ponakan saya sih gitu."
Deg, emang boleh begitu membahas perselingkuhan para dokter di depa istri dokter lagi. Ibu-ibu itu memang sengaja atau apa sih. Joy ingin menyanggah bahasan itu, namun terhenti ketika seorang Ibu lainnya memukul lengan si Ibu yang suka gosip itu.
"Ngomong apa sih, ini malam ramadhan lo. Pahalanya berkurang nanti kalau dipakai gibah. Lagian kan ngga semua kayak gitu, jangan asal ngomong Bu Rosida," tegur salah satu dari mereka.
"Eh iya, maaf-maaf."
"Ibu-ibu maaf ya, saya duluan pulangnya."
"Iya mba, hati-hati."
Joy memutuskan kabur saja dari Ibu-ibu red flag itu. Tapi sialnya, ia jadi kepikiran soal itu. Alvian tidak mungkin selingkuh kan?
Joy jadi ragu-ragu, sebab ia teringat Karina. Bagaimana jika Alvian di rumah sakit harus berjaga bersama dokter wanita muda itu? Hati Joy memanas, awas saja Alvian macam-macam!
Ia langsung tidur, tak mau memikirkan ibu-ibu tadi ataupun Alvian. Ia capek dan ingin segera bersitirahat. Semoga saja ia bisa bangun sahur, sebagai antisipasi ia memasang 5 alarm di ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Help! [Ongoing]
Roman d'amourPunya sahabat kalo nggak dimanfaatin ya buat apa? - Camila Joy Sahara Untung kenal dari orok, kalo nggak udah gua buang ke Afrika tuh sahabat sinting. - Alvian Jacka Swara
![Help! [Ongoing]](https://img.wattpad.com/cover/212909092-64-k543712.jpg)