FWB: 00

1.2K 154 21
                                        

@im_your_joy💚

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

@im_your_joy
💚

"V! V!, Alviaaaan. Budek ya lo!" Teriak Joy dengan frustasi memanggil sahabatnya, Alvian.

"Apaan sih, berisik." Protes Alvian.

Hari ini adalah hari minggu, Joy yang sedang libur pun menyempatkan diri mengunjungi rumah sahabat karibnya, Alvian. Alvian sendiri juga kebetulan mendapatkan libur, pekerjaannya sebagai Dokter kadangkala membuatnya jarang berada di rumah.

Kedua sahabat itu, entah kenapa selalu betah berlama-lama di rumah. Alasannya kalau jalan keluar akan menghabiskan uang, dan menambah kemacetan. Simpel sekali pikiran kedua manusia itu. Alhasil setiap libur, Joy atau Alvian akan main ke rumah salah satu diantara mereka.

"Lihat postingan Instagram gue. Tebak dong siapa yang fotoin." Ujar Joy, foto yang baru saja ia posting adalah hasil dari usahanya kemarin. Usaha pdkt dengan Mas Crush, yang merupakan teman sekantornya.

"Sebenernya gua bodo amat, tapi coba deh lo ceritain kemalangan cowok yang lo ajak itu." Sindir Vian.

"Jahatnya, dia beruntung kali gue deketin. Jadi kemarin gue ajak si Cristian, temen sekantor gue itu makan malem bareng di cafe deket kantor. Kebetulan banget kita lembur bareng, takdir gak tuh namanya. Hehe" Jelas Joy panjang.

"Hmm, trus lo suruh dia fotoin lo gitu? Sial banget tuh cowok."

"Diem deh, kan lumayan bisa buat kenangan. Apalagi dia fotoin gue bagus. Tapi sayang banget-." Joy menggantung ucapannya.

"Sayang apa?" Vian jadi penasaran.

"Ternyata dia udah ada gandengan. Dia udah punya tunangan Viiii. Sumpah pengen nangis gue pas dia cerita. Ambyar tenan hati ini."

Memang kemarin Joy bisa makan malam bersama dengan Christian. Namun bukan berarti Christian tidak punya pasangankan. Ternyata prediksi Joy meleset, Mas Crush ternyata sudah punya tunangan. Dan kemarin saat pulang Joy dikenalkan langsung dengan wanita yang menjadi tunangan Christian mana keduanya terlihat mesra dan cocok lagi, jackpot lah buat potek hati Joy.

"Hahaha, sukurin deh. Gagal dah tuh pdkt."

"Eits, sebelum janur kuning melengkung bisa ditikung kali."

"Joy, gua serius. Sampek lo jadi pelakor gua aduin ke orang tua lo. Biar di jodohin sono lo sama om om botak." Alvian memperingati Joy.

Alvian tidak habis pikir, Joy ternyata bisa senekat itu. Ia tidak akan pernah membiarkan sahabatnya itu berbuat macam-macam. Sampai ada gerakan mencurigakan dari Joy, ia putuskan untuk langsung menikahi Joy agar dia tidak jadi pelakor. Kalau sampai kejadian bisa-bisa Ayah Joy akan menyembelihnya ditempat, tahu Alvian tidak menjaga Joy.

"Kalo gak gitu kapan gue nikahnya Vi. Capek tau disuruh-suruh nikah tapi masih belum ada calon."

"Tenang aja kali, gua juga belom mau nikah. Kita ini masih 30 tahun, gapapa ngejar karir dulu."

"Tumben bijak, tapi di Indonesia cewek umur segini udah pada punya dua anak, adik gue bahkan sering ngolok gue perawan tua, bikin gedeg aja."

"Iya sih, emang lo perawan tua, jomblo lagi." Goda Vian.

"Lo juga jomblo!" Ujar joy marah, namun wajahnya terlihat bahagia. Ia suka punya sahabat seperti Alvian, dia selalu bisa membuat Joy tenang dan tidak terlalu memikirkan perkataan orang lain.

***

"Alvian!" Panggilan dari Ibu Alvian membuyarkan kegiatan Joy dan Alvian yang sedang bermain game. Biasa, kegiatan yang sering mereka lakukan adalah main game keduanya seperti maniak game online. Bahkan jika ada waktu, keduanya akan main bersama dan membentuk tim.

"Ada apa mah?" Tanya Vian.

"Ajak Joy makan di luar gih, mama hari ini nggak masak. Sekalian belikan mama kue Red Velvet di Olivia Bakery ya." Ujar Mama Alvian.

"Oke ma." Tanpa menunggu lama, Vian segera menuju kamar untuk ganti baju dan mengambil kunci mobilnya.

Sedangkan Joy, Gadis itu menunggu Alfian sampai lelaki itu selesai berganti pakaian. Untungnya sekarang Joy sudah memakai baju yang cukup bagus lumayanlah kalau hanya untuk hangout keluar jadi tidak perlu ganti. Jika pada hari lainnya Joy akan ke rumah Alfian dengan baju seadanya misalnya baju tidur. Tetapi, entah kenapa hari ini pas sekali Gadis itu memakai selain baju tidur.

Joy suka berpakaian santai setiap ke rumah Alfian, semua itu dikarenakan rumah keduanya memang saling berhadapan dan Joy sendiri sudah sangat dekat dengan Mamanya Alfian. Sejak kecil kadang ia dititipkan di rumah lelaki itu jadi Joy sudah menganggap rumah Alfian sebagai rumah sendiri, ia tidak akan malu memakai apapun ke dalam rumah itu tetapi bukan berarti Joy tidak punya malu ya. Pakaian yang ia kenakan setidaknya selalu tertutup. Bagaimanapun juga Alfian adalah laki-laki dan dirinya perempuan. Gini-gini juga Joy selalu menjunjung norma kesopanan.

Sebenernya sampai sekarang pun ia masih sering tidur di rumah Alvian. Karena Alvian bekerja sebagai dokter, ia jadi jarang berada di rumah sebab terkendala jadwal praktik. Mamanya Alvian sering kesepian, sehingga Alvian selalu minta tolong Joy untuk menemani sang Mama. Joy yang dasarnya dekat dengan Mamanya Alvian, dengan senang hati menemani.

Alvian adalah seorang yatim, ayahnya meninggal karena kecelakaan pesawat. Kejadian itu terjadi pada waktu
Alvian SMP. Maka dari itu, Joy selalu meluangkan waktunya untuk menemani Mama agar tidak kesepian. Sebab dulu Joy pernah memergoki wanita paruh baya itu menangis tersedu dengan memeluk pigura Ayah Alfian.


"Woy, jangan ngelamun. Ayo berangkat." Joy tersentak dari lamunannya, dengan tergesa ia menyusul langkah Alvian menuju mobil yang terparkir di depan rumah.

Di mobil biasanya Alvian akan menyetel radio, atau musik dari flashdisknya. Kali ini Alvian memilih radio untuk menemani mereka. Joy hanya menuruti saja apa yang lelaki itu lakukan, karena keduanya punya selera yang hampir sama mungkin disebabkan juga oleh persahabatan mereka yang sudah berjalan hampir 30 tahun.

"Joy."

"Hmm, apa?"

"Lo mau makan apa? Kali ini lo yang pilih tempatnya." Tanya Vian.

"Gue pingin ramen, boleh ya?" Pinta Joy. Hari ini Gadis itu sedang ingin makan yang berkuah dan ramen menjadi menu pilihan salah satu makanan Jepang favoritnya.

"Oke." Alvian mengiyakan. Lelaki itu pemakan segala apapun makanannya ya makan, yang jadi masalah adalah Joy, gadis itu memang agak pemilih, Biasalah cewek banyak maunya so Alfian lebih sering meminta aja yang memilih makanan agar tidak ada perdebatan.

Perjalanan itu akhirnya diisi oleh suara radio, dan dengkuran halus Joy yang tertidur. Dasar kebo batin Alfian lelaki itu, akhirnya ia harus menyetir sendiri tanpa ada yang mengajak ngobrol bahkan ini masih jam 11.00 siang dan Joy dengan tidak bersalahnya malah tidur. Perasaan yang baru pulang dinas di sini hari tadi adalah Alfian tapi kenapa kesannya Joy yang begitu kecapean.

TBC

Hai, aku datang dengan cerita baru. Kali ini V dan Joy yang jadi main cast.

Jangan lupa Vote, Komen, dan Share ke VJoy shipper.
Terima kasih

Help! [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang