FWB: 67

78 16 0
                                        

H-6 menuju Pernikahan. Sebuah tragedi membuat Joy menjadi kehilangan kepercayaan diri untuk melanjutkan pernikahannya dengan Alvian.

Joy berlarian menuju pintu rumah yang langsung ia tuju setelah pulang dari kantor. Ia merasa harus segera mengungkapkan hal buruk yang baru saja Joy lihat. "Seri, Alvian selingkuh!"

Seri terkejut melihat Joy, yang tiba-tiba saja langsung berseru begitu melihatnya membuka pintu rumah. Apalagi perkataan itu adalah sebuah berita buruk. 

"Astaga Kak, maksudnya gimana? kok Kak Alvian tega selingkuh. Bukannya sebentar lagi udah mau pernikahan?" tanya Seri panik.

Joy memeluk erat Seri meminta sebuah kekuatan, "Alvian jalan sama cewek lain, aku takut kalau dia bakal ninggalin aku pas akad nanti."

"Ya ampun, jangan sampai Kak. Benar apa yang sudah kak Joy lihat? Sudah tanya dulu sama Kak Alvian?" Seri berusaha menenangkan Joy yang mulai berkaca-kaca. 

Jujur saja Seri tidak langsung mempercayai perkataan dari Joy. Seri paling anti memihak salah satu sisi, ini masalah besar agaknya kalau hanya mendengar penjelasan dari Joy kurang cukup. Siapa tahu ini adalah kesalah pahaman. Apalagi ini mengenai Kak Alvian dan Kak Joy yang sebentar lagi akan menikah. Mana mungkin Seri membuat semuanya menjadi runyam. Ia akan membantu meluruskan masalah ini.

"Coba kakak cerita secara rinci," bujuk Seri, calon pengantin memang biasanya sering mendapat ketidak percayaan diri dan keraguan. 

"Hari ini aku pengen pulang bareng Alvian, jadi aku ke rumah sakit. Di sana aku lihat Alvian lagi gandengan sama, Karina yang aku tahu merupakan rekan kerjanya. Dia orang yang pernah mau dijodohin sama Alvian," ungkap Joy panjang. Memang dirinya melihat Alvian bergandengan secara mesra (menurut Joy) dengan Karina. Serta keduanya baru saja turun dari mobil bersamaan, bukankah itu bisa membuat semua orang salah paham?

"Loh bukannya kalau pulang kerja, arah kantor Kak Joy sama Kak Alvian itu malah jauhan?" Seri sedikit salah fokus karena yang ia tahu, kantor Kak Joy dan Kak Alvian itu tidak satu arah kalau pulang. Jadi seharusnya yang menghampiri untuk pulang bersama itu Alvian, sehingga rutenya lebih cepat.

Joy gelagapan karena perkataan dari Seri benar, tujuannya hari ini sampai ke rumah sakit hanya untuk menemui Alvian. Ia ingin mengajak lelaki itu pulang bersama, sekalian makan. Joy ingin membuat hubungan mereka jadi lebih dekat. Mereka kan mau menikah, apa salahnya sering bertemu.

"Iya sih, tapi emang aku sengaja biar kami bisa pulang bersama Ser."

"Kak Joy yang tenang ya, pasti itu cuma salah paham. Sebaiknya kita tanya dulu ke Kak Alvian nanti."

"Iya Seri, tapi entah akhir-akhir ini menjelang pernikahan. Aku selalu dihantui rasa ragu," ujar Joy sedih.

"Ragu gimana Kak?"

"Aku takut kalau pernikahan ini membebani Alvian." Joy takut kalau sama ini Alvian hanya terpaksa dan akan meninggalkannya saat hari H pernikahan mereka. Jadi gadis itu ingin mengantisipasi dengan mencoba kembali memikirkan keputusannya ini. Lanjut menikahi Alvian atau berhenti di sini.

Seri merasa prihatin dengan Joy, ia sendiri juga merasakan bagaimana rasa ragu dan khawatir memghantui ketika pernikahan akan dilaksanakan. Setiap calon pengantin pasti merasakannya. Namun, semua itu memanglah harus dilewati, dan dihadapai dengan kepala dingin. Jika gegabah, bisa hancur sudah persiapan yang dilakukan selama ini.

"Kak, itu hanya overthinking saja. Kita harus hadapi ini dengan tenang. Aku dulu juga sempat begitu, dan kata ibu itu hanya hasutan saitan kak."

Joy mulai mengambil napas dalam. Yang dibilang Seri benar, ini mungkin hanya dirinya yang berlebihan. Joy harus tahu kebenarannya dengan bertanya kepada Alvian nanti.

Help! [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang